Dalam empat hari pertama operasionalnya, Stasiun Jatake, yang baru saja diresmikan di Kabupaten Tangerang, telah mencatat lonjakan pengguna yang signifikan, melayani lebih dari 5.000 penumpang. Peresmian stasiun modern ini pada 28 Januari 2026 oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menandai babak baru dalam mobilitas komuter di wilayah Banten, dengan harapan dapat mengurai kepadatan di stasiun-stasiun sekitarnya dan mendorong peralihan dari kendaraan pribadi ke transportasi publik. PT KAI Commuter melaporkan angka 5.016 penumpang yang memanfaatkan fasilitas baru ini, sebuah bukti awal tingginya antusiasme masyarakat terhadap kemudahan akses dan konektivitas yang ditawarkan.
Antusiasme publik terhadap Stasiun Jatake, yang berlokasi strategis di Desa Jatake, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, terlihat jelas dari data pergerakan penumpang sejak hari pertama pembukaannya. PT KAI Commuter melaporkan bahwa total 5.016 penumpang telah menggunakan fasilitas stasiun ini untuk naik dan turun kereta selama periode empat hari pertama operasionalnya. Angka ini tidak hanya menunjukkan penerimaan positif dari masyarakat, tetapi juga menjadi indikator awal keberhasilan stasiun baru ini dalam memenuhi kebutuhan transportasi komuter di wilayah tersebut. VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengonfirmasi bahwa akumulasi pengguna selama empat hari tersebut telah melampaui angka 5.000 orang, sebuah pencapaian yang patut diapresiasi mengingat usianya yang masih sangat baru.
Lonjakan Pengguna dan Proyeksi Pertumbuhan
Data operasional yang dirilis oleh PT KAI Commuter menunjukkan tren peningkatan volume pengguna yang konsisten sejak Stasiun Jatake mulai melayani penumpang. Pada hari pertama pembukaan, 28 Januari 2026, tercatat sebanyak 649 penumpang yang naik dan turun di stasiun ini. Angka ini kemudian melonjak menjadi 1.410 penumpang pada 29 Januari 2026, menunjukkan respons pasar yang cepat terhadap fasilitas baru ini. Peningkatan berlanjut pada hari ketiga operasional, 30 Januari 2026, dengan total 1.014 penumpang. Puncak pencatatan terjadi pada 31 Januari 2026, di mana Stasiun Jatake melayani 1.944 penumpang. Pertumbuhan yang dinamis ini mengindikasikan bahwa Stasiun Jatake berpotensi besar untuk terus menarik lebih banyak pengguna, seiring dengan upaya KAI Commuter untuk meningkatkan konektivitas dan pengembangan area di sekitar stasiun.
Karina Amanda menyatakan keyakinannya bahwa jumlah pengguna Stasiun Jatake akan terus mengalami peningkatan. Prediksi ini didasarkan pada pemahaman akan pentingnya konektivitas yang baik dan potensi pengembangan kawasan di sekitar stasiun. PT KAI Commuter secara aktif berupaya untuk menjadikan Stasiun Jatake sebagai pilihan utama bagi masyarakat Kabupaten Tangerang yang ingin melakukan perjalanan menuju Jakarta. Diharapkan, dengan semakin banyaknya masyarakat yang beralih menggunakan Commuter Line melalui Stasiun Jatake, hal ini dapat berkontribusi pada pengurangan volume kendaraan pribadi di jalan raya, yang pada gilirannya akan membantu mengatasi masalah kemacetan dan polusi di wilayah Jabodetabek.
Fasilitas Modern dan Peran Strategis Stasiun Jatake
Stasiun Jatake, yang diresmikan oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, dirancang dengan fasilitas modern dan kapasitas yang memadai untuk melayani ribuan penumpang setiap harinya. Terletak di lintas perjalanan Tanah Abang hingga Rangkasbitung, stasiun ini memiliki kapasitas layanan hingga 20 ribu penumpang per hari. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi secara khusus berharap bahwa kehadiran Stasiun Jatake dapat meringankan beban operasional di Stasiun Rawabuntu dan Cisauk, dua stasiun yang selama ini kerap mengalami lonjakan penumpang harian. Dengan adanya Stasiun Jatake, diharapkan distribusi penumpang menjadi lebih merata, sehingga meningkatkan kenyamanan dan efisiensi perjalanan bagi seluruh pengguna Commuter Line.
Stasiun Jatake sendiri dibangun dengan mengusung konsep multifungsi dan modern. Bangunan stasiun ini terdiri dari tiga lantai dengan luas total mencapai 3.198 meter persegi, sementara luas peronnya sendiri adalah 300 meter persegi. Desain yang lapang dan fasilitas yang lengkap ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang nyaman bagi para komuter. Selain itu, frekuensi kedatangan kereta di Stasiun Jatake memiliki headway yang relatif singkat, berkisar antara 5 hingga 10 menit. Total frekuensi perjalanan harian yang akan melintasi Stasiun Jatake dijadwalkan sebanyak 192 perjalanan, memastikan ketersediaan layanan yang memadai bagi para pengguna.
Menariknya, pembangunan Stasiun Jatake merupakan hasil dari skema kolaborasi yang inovatif. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan bahwa proyek pembangunan ini tidak menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sebaliknya, pembangunan ini merupakan hasil sinergi antara pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), pemerintah daerah, dan badan usaha swasta. Pendekatan kolaboratif ini menunjukkan model pembiayaan dan pembangunan infrastruktur transportasi yang efisien dan berkelanjutan, yang dapat menjadi contoh bagi proyek-proyek serupa di masa depan.
PT KAI Commuter juga tidak lupa mengingatkan para pengguna untuk selalu mengutamakan keselamatan saat berada di area stasiun. Pengguna diimbau untuk selalu memperhatikan pengumuman dan petunjuk keselamatan yang ada. Selain itu, penting bagi para komuter untuk secara rutin memeriksa jadwal perjalanan Commuter Line yang ter-update, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan, guna memastikan kelancaran perjalanan mereka. Dengan kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan, diharapkan pengalaman menggunakan transportasi publik melalui Stasiun Jatake dapat berjalan dengan aman dan nyaman bagi seluruh lapisan masyarakat.

















