Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, pada Minggu pagi, 18 Januari. Hari itu menjadi tonggak sejarah baru bagi Agung Surahman, sosok yang selama ini dikenal publik sebagai Sekretaris Pribadi (Sespri) setia Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Agung secara resmi mengikat janji suci pernikahan dengan tambatan hatinya, Aulia Mahardiana Warsitoarti, dalam sebuah prosesi akad nikah yang tidak hanya megah secara visual, tetapi juga sarat dengan makna emosional dan simbolisme kenegaraan. Kehadiran tokoh-tokoh paling berpengaruh di Indonesia menjadikan acara ini salah satu momentum sosial paling signifikan di awal tahun, mempertemukan jajaran elit politik dalam suasana kekeluargaan yang hangat.
Prosesi akad nikah dimulai sejak pagi hari dengan mengikuti protokol yang sangat tertata namun tetap mempertahankan kekentalan adat. Sebagai orang kepercayaan yang telah mendampingi Prabowo Subianto dalam berbagai dinamika politik dan kenegaraan, pernikahan Agung Surahman ini tampak seperti hajatan keluarga besar bagi sang Presiden. Gedung Sasono Utomo yang legendaris dengan arsitektur tradisional Jawa yang megah menjadi saksi bisu saat Agung melangkah menuju meja akad. Ketegangan yang menyelimuti ruangan seketika mencair saat prosesi inti dimulai, di mana seluruh mata tertuju pada sosok pria yang selama ini selalu berada di belakang layar membantu tugas-tugas harian sang Kepala Negara.
Momen paling krusial dalam acara tersebut adalah saat Agung Surahman mengucapkan ijab kabul. Dengan penuh keyakinan dan suara yang lantang, Agung berhasil melafalkan kalimat sakral tersebut dalam satu tarikan napas yang mantap. Keberhasilan ini disambut dengan ucapan “sah” yang menggema dari para saksi dan tamu undangan. Namun, yang paling mencuri perhatian publik adalah reaksi emosional dari Presiden Prabowo Subianto. Begitu kata “sah” diucapkan, Prabowo tidak mampu membendung rasa harunya. Sang Presiden tertangkap kamera meneteskan air mata, sebuah pemandangan langka yang menunjukkan kedekatan batin yang luar biasa antara seorang pemimpin dan asisten pribadinya. Air mata tersebut menjadi simbol restu dan rasa bangga seorang “ayah” kepada “anak” yang telah lama mengabdi kepadanya dengan loyalitas tanpa batas.
Simbolisme Kehadiran Dua Pemimpin Bangsa sebagai Saksi Nikah
Pernikahan ini menjadi sangat istimewa karena kehadiran dua tokoh sentral dalam sejarah kepemimpinan Indonesia. Presiden RI ke-8, Prabowo Subianto, bertindak langsung sebagai saksi dari pihak mempelai laki-laki. Kehadiran Prabowo bukan sekadar formalitas jabatan, melainkan bentuk apresiasi tertinggi atas dedikasi Agung Surahman selama bertahun-tahun. Di sisi lain, Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), juga hadir dan mengambil peran penting sebagai saksi dari pihak mempelai perempuan, Aulia Mahardiana Warsitoarti. Kehadiran kedua tokoh ini di satu meja akad menciptakan pemandangan politik dan sosial yang menyejukkan, menunjukkan kerukunan dan kesinambungan hubungan baik di antara para pemimpin bangsa di luar urusan formal kenegaraan.
Setelah prosesi ijab kabul dinyatakan sah oleh penghulu dan para saksi, mempelai perempuan, Aulia, kemudian menghampiri Agung di pelaminan untuk melakukan prosesi penyerahan mahar dan penyematan cincin. Keduanya tampak serasi mengenakan busana pernikahan adat Jawa berwarna putih bersih, yang melambangkan kesucian dan awal yang baru. Prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan buku nikah serta berbagai kelengkapan administrasi pernikahan lainnya. Prabowo dan Jokowi, yang duduk berdampingan, tampak memberikan senyum kebahagiaan dan sesekali berbincang ringan, menambah suasana hangat di tengah kemegahan Gedung Sasono Utomo yang didekorasi dengan nuansa floral klasik.
Detail busana yang dikenakan kedua mempelai juga menjadi sorotan. Agung mengenakan beskap tradisional dengan detail payet yang halus, sementara Aulia tampil anggun dengan kebaya kutubaru modern yang dipadukan dengan kain batik motif klasik. Riasan pengantin yang digunakan tetap mempertahankan pakem tradisional namun dengan sentuhan yang segar. Kehadiran Jokowi sebagai saksi dari pihak perempuan memberikan kehormatan tersendiri bagi keluarga besar Aulia Mahardiana Warsitoarti, sekaligus mempertegas bahwa acara ini merupakan pertemuan dua keluarga besar yang memiliki hubungan erat dengan lingkaran kekuasaan tertinggi di tanah air.
Kehadiran Kabinet Merah Putih dan Doa Keberkahan bagi Mempelai
Selain kehadiran dua presiden, acara ini juga menjadi ajang berkumpulnya para petinggi pemerintahan yang tergabung dalam Kabinet Merah Putih. Deretan menteri dan pejabat tinggi negara tampak hadir memberikan ucapan selamat, yang menunjukkan betapa strategis dan dicintainya sosok Agung Surahman di lingkungan istana. Kehadiran mereka juga mencerminkan soliditas internal dalam lingkaran terdekat Presiden Prabowo Subianto. Para tamu undangan VIP ini hadir dengan busana formal, menambah kewibawaan acara yang tetap terasa intim dan penuh kekeluargaan tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, beberapa nama besar yang terlihat hadir antara lain:
- Prasetyo Hadi, Menteri Sekretaris Negara yang juga merupakan kolega dekat dalam urusan administratif kepresidenan.
- Sugiono, Menteri Luar Negeri yang memiliki hubungan panjang dalam perjalanan politik bersama Prabowo.
- Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
- Erick Thohir, Menteri Pemuda dan Olahraga yang hadir memberikan dukungan moral bagi mempelai.
- Angga Raka Prabowo, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah yang juga merupakan bagian dari lingkaran inti asisten Prabowo.
- Teddy Indra Wijaya, Sekretaris Kabinet atau yang akrab disapa Mayor Teddy, yang selama ini bekerja bahu-membahu dengan Agung dalam mengawal agenda Presiden.
Puncak dari rangkaian prosesi akad nikah ini ditutup dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Wakil Menteri Agama, Romo HR Muhammad Syafi’i. Dalam untaian doanya, Romo Syafi’i memohonkan keberkahan yang melimpah bagi pasangan Agung dan Aulia. Beliau mendoakan agar rumah tangga yang baru dibina ini selalu diliputi keharmonisan, sakinah, mawaddah, dan warahmah. Doa tersebut juga menyelipkan harapan agar pasangan ini diberikan kekuatan dalam menghadapi tantangan hidup ke depan, serta tetap menjadi pribadi yang rendah hati meskipun berada di lingkaran kekuasaan. Suasana hening saat doa dibacakan menambah kedalaman makna dari seluruh rangkaian acara pagi itu.
Secara keseluruhan, pernikahan Agung Surahman dan Aulia Mahardiana Warsitoarti bukan sekadar perayaan cinta dua insan, melainkan sebuah peristiwa yang memperlihatkan sisi humanis dari para pemimpin Indonesia. Air mata haru Prabowo Subianto dan kesediaan Joko Widodo menjadi saksi menjadi bukti bahwa loyalitas dan kerja keras seorang staf seperti Agung mendapatkan apresiasi yang sangat tinggi. Acara ini berakhir dengan sesi foto bersama dan ramah tamah terbatas, meninggalkan kesan mendalam bagi setiap tamu yang hadir tentang arti penting sebuah kesetiaan, persahabatan, dan nilai-nilai keluarga di tengah hiruk-pikuk tanggung jawab mengelola negara.
| Detail Acara | Informasi |
|---|---|
| Mempelai Pria | Agung Surahman (Sespri Presiden RI) |
| Mempelai Wanita | Aulia Mahardiana Warsitoarti |
| Lokasi | Gedung Sasono Utomo, TMII, Jakarta |
| Saksi Pihak Pria | Presiden RI Prabowo Subianto |
| Saksi Pihak Wanita | Presiden ke-7 RI Joko Widodo |
| Adat Busana | Tradisional Jawa (Putih) |


















