JAKARTA – Sebuah gelombang pergeseran struktural besar-besaran tengah melanda tubuh Kepolisian Daerah Metro Jaya, menandai sebuah periode penyegaran organisasi yang signifikan. Sebanyak 175 personel perwira, mulai dari pangkat Inspektur Polisi Dua (Ipda) hingga Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), mengalami mutasi dan rotasi jabatan. Kebijakan strategis ini, yang diresmikan melalui sejumlah Surat Telegram Kapolda Metro Jaya pada 19 Januari 2026, bukan sekadar agenda rutin, melainkan cerminan dari dinamika pembinaan karier, apresiasi atas kinerja luar biasa, sekaligus penyesuaian kebutuhan operasional di wilayah hukum yang padat dan kompleks. Pengumuman resmi dan detail pergeseran ini mulai mencuat ke publik pada sekitar 20-21 Februari 2026, memicu perhatian luas mengenai arah dan strategi Polda Metro Jaya ke depan.
Mutasi dan rotasi jabatan ini secara spesifik tertuang dalam dua Surat Telegram (ST) Kapolda Metro Jaya yang berbeda namun diterbitkan pada tanggal yang sama, 19 Januari 2026. Surat Telegram Nomor ST/89/I/KEP./2026 mengatur pergeseran 76 personel, sementara ST Nomor ST/90/I/KEP./2026 mencakup 99 personel lainnya. Jika digabungkan, total perwira yang terdampak mencapai 175 orang. Angka ini menegaskan skala perombakan yang menyeluruh, menyentuh berbagai tingkatan kepangkatan dan posisi strategis di seluruh jajaran Polda Metro Jaya, termasuk di wilayah penyangga seperti Tangerang dan Bekasi. Pergeseran ini mencakup posisi-posisi krusial seperti Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim), Kepala Satuan Lalu Lintas (Kasat Lantas), hingga Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) di berbagai wilayah hukum, yang merupakan ujung tombak pelayanan dan penegakan hukum di tengah masyarakat.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, dalam keterangannya pada Jumat, 20 Februari 2026, menegaskan bahwa mutasi adalah mekanisme yang lazim dan esensial dalam organisasi Polri. “Iya benar, mutasi merupakan agenda rutin guna penyegaran organisasi. Mutasi merupakan bagian dari pembinaan karier personel Polri,” ujar Kombes Budi. Lebih lanjut, ia menjelaskan dimensi ganda dari kebijakan ini: sebagai bentuk penghargaan atau ‘reward’ bagi personel yang telah menunjukkan dedikasi dan kinerja melebihi tugas pokoknya, serta sebagai instrumen untuk menempatkan personel pada posisi yang lebih sesuai dengan kompetensi atau kebutuhan organisasi. Ini juga dapat diinterpretasikan sebagai langkah adaptif dalam menghadapi tantangan keamanan dan ketertiban masyarakat yang terus berkembang, terutama menjelang atau selama periode penting seperti bulan suci Ramadan 2026, yang seringkali membutuhkan peningkatan kewaspadaan dan pelayanan publik.
Kebijakan rotasi ini bukan sekadar pemindahan posisi, melainkan sebuah strategi manajemen sumber daya manusia yang komprehensif. Penyegaran organisasi bertujuan untuk mencegah kejenuhan, mempromosikan inovasi, dan memastikan bahwa setiap unit kerja memiliki energi dan perspektif baru. Pembinaan karier, di sisi lain, memastikan bahwa setiap perwira mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan di berbagai bidang tugas, memperkaya pengalaman mereka, dan mempersiapkan mereka untuk tanggung jawab yang lebih besar di masa depan. Bagi mereka yang menerima ‘reward’, ini adalah pengakuan atas kerja keras dan prestasi, yang diharapkan dapat memotivasi personel lain untuk mencapai standar kinerja serupa. Sementara itu, penyesuaian tugas dapat berarti penempatan personel yang memerlukan tantangan baru, atau bahkan pergeseran bagi mereka yang membutuhkan pembinaan lebih lanjut di area tertentu, demi optimalisasi kinerja institusi secara keseluruhan.
Daftar Pergeseran Strategis di Berbagai Wilayah Hukum
Mutasi ini mencakup sejumlah pergeseran penting yang akan berdampak langsung pada operasional kepolisian di lapangan. Beberapa nama yang mengalami rotasi signifikan antara lain:
- Kompol Hasan Basri, yang sebelumnya menjabat Kasubbminopsnal Bagbinopsnal Ditpamobvit Polda Metro Jaya, kini dipercaya sebagai Wakasatlantas Polres Metro Tangerang Kota Polda Metro Jaya. Pergeseran ini menunjukkan pentingnya pengalaman operasional di bidang pengamanan objek vital untuk diterapkan dalam pengelolaan lalu lintas di salah satu kota penyangga Jakarta yang padat.
- Kompol Heri Amran, yang sebelumnya menjabat Wakasatlantas Polres Metro Tangerang Kota, kini bertukar posisi menjadi Kasubbminopsnal Bagbinopsnal Ditpamobvit Polda Metro Jaya. Pertukaran ini mencerminkan kebutuhan akan rotasi pengalaman antara fungsi lalu lintas dan pengamanan objek vital.
- AKP Rudi Suwarno, dari Kasubsitekinfo Sisitik Polres Metro Bekasi Kota, diangkat menjadi PS Wakasatresnarkoba Polres Metro Bekasi Kota. Perpindahan ini menunjukkan bahwa keahlian di bidang teknologi informasi dan sistem dapat dimanfaatkan untuk memperkuat upaya penegakan hukum di bidang narkoba.
- Kompol Indah Hartantiningrum, seorang Pamen Polda Metro Jaya yang pindah dari Bareskrim Polri, langsung diangkat menjadi Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya. Penempatan ini mengindikasikan kepercayaan besar terhadap kapabilitasnya dalam penanganan kasus narkoba yang kompleks.
- AKBP Indra S. Tarigan, yang sebelumnya menjabat Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, kini diangkat menjadi Penyidik Madya 5 Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Ini adalah promosi ke posisi penyidik senior di bidang reserse kriminal umum, menunjukkan pengakuan atas pengalaman dan keahliannya.
- Kompol Wahid Key, dari Kapolsek Mampang Prapatan, diangkat dalam jabatan baru sebagai Wakasatresnarkoba Polres Metro Jakarta Selatan. Perpindahan dari Kapolsek ke Wakasat Narkoba menandakan penugasan yang lebih spesifik dalam pemberantasan narkoba di wilayah Jakarta Selatan.
- AKP Dian Pornomo, Panit 2 Unit 2 Subdit 4 Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, diangkat menjadi Kapolsek Mampang. Ini adalah promosi ke posisi pimpinan di tingkat sektor, menunjukkan kepercayaan terhadap kemampuan kepemimpinannya.
- AKBP Bayu Kurniawan, Penyidik Madya 5 Ditreskrimum Polda Metro Jaya, kini menjabat Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur. Penempatan ini merupakan posisi kunci dalam penanganan kejahatan di wilayah Jakarta Timur.
- AKBP Dicky Fertoftan Bachriel, dari Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur, diangkat menjadi Kasubdit 1 Ditressiber Polda Metro Jaya. Pergeseran ini menunjukkan pengakuan terhadap pentingnya kejahatan siber dan kebutuhan akan personel berpengalaman di bidang tersebut.
- AKP Daniel Dirgala

















