Sebuah video yang menampilkan kondisi interior bus yang tergenang air hingga ke area kabin penumpang telah beredar luas di berbagai platform media sosial, menimbulkan kekhawatiran di kalangan publik. Namun, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) dengan tegas membantah bahwa bus yang terlihat dalam rekaman tersebut merupakan bagian dari armada mereka.
Penegasan Transjakarta Mengenai Video Bus Tergenang Air
Ayu Wardhani, Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, memberikan klarifikasi resmi terkait video viral tersebut. Beliau menyatakan dengan lugas bahwa unit bus yang terekam dalam video itu bukanlah armada yang dikelola oleh Transjakarta, maupun dioperasikan oleh operator yang tergabung dalam jaringan layanan Transjakarta. Penegasan ini penting untuk menghindari kesalahpahaman dan menjaga kepercayaan publik terhadap layanan transportasi massal yang dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta.
“Kami pastikan bahwa bus dalam video tersebut tidak dikelola oleh Transjakarta,” ujar Ayu Wardhani dalam keterangan tertulis yang dirilis pada hari Jumat, 23 Januari 2026. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya akurasi informasi, terutama dalam menghadapi isu-isu yang dapat memicu kepanikan atau persepsi negatif terhadap layanan publik. Transjakarta berkomitmen untuk menjaga standar operasional tertinggi demi kenyamanan dan keamanan seluruh penumpang.
Prioritas Keselamatan dan Mitigasi Cuaca Ekstrem
Lebih lanjut, Ayu Wardhani menekankan bahwa keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pelanggan merupakan prioritas utama Transjakarta yang tidak dapat ditawar. Komitmen ini menjadi semakin krusial, terutama dalam menghadapi situasi cuaca ekstrem yang kerap melanda Ibu Kota, seperti curah hujan tinggi yang berpotensi menyebabkan banjir. Transjakarta memahami betul dampak cuaca buruk terhadap operasional transportasi publik dan telah menerapkan langkah-langkah mitigasi yang ketat.
“Keamanan, keselamatan, dan kenyamanan pelanggan adalah prioritas utama kami yang tidak bisa ditawar, terlebih dalam situasi cuaca ekstrem seperti saat ini,” tegas Ayu Wardhani. Pernyataan ini mencerminkan keseriusan Transjakarta dalam memastikan bahwa setiap aspek operasional telah mempertimbangkan potensi risiko, termasuk yang disebabkan oleh faktor alam. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen risiko adalah bagian integral dari kebijakan operasional Transjakarta.
Prosedur Operasional Standar (SOP) dalam Menghadapi Genangan Air
Transjakarta telah menetapkan dan menerapkan standard operating procedure (SOP) yang ketat terkait mitigasi dampak cuaca buruk, khususnya genangan air di jalur lintasan. Berdasarkan aturan operasional yang berlaku, Transjakarta akan secara otomatis melakukan penyesuaian layanan apabila kondisi genangan air di jalur lintasan telah mencapai ambang batas keamanan yang ditentukan. Ambang batas keamanan ini ditetapkan secara spesifik, yaitu maksimal setengah diameter ban kendaraan.
Penyesuaian layanan tersebut dapat berupa pengalihan rute atau bahkan penghentian layanan sementara pada koridor atau rute yang terdampak. Keputusan ini diambil semata-mata untuk memastikan keselamatan penumpang dan armada bus. Tim operasional Transjakarta di lapangan memiliki peran krusial dalam memantau kondisi secara langsung.
“Tim kami di lapangan terus memantau seluruh titik lintasan secara real-time. Jika kondisi jalan dinilai berisiko bagi keselamatan pelanggan dan armada, layanan akan segera disesuaikan hingga kondisi kembali kondusif,” jelas Ayu Wardhani. Sistem pemantauan real-time ini memungkinkan respons cepat terhadap perubahan kondisi di lapangan, sehingga penyesuaian layanan dapat dilakukan dengan sigap sebelum insiden yang tidak diinginkan terjadi. Hal ini menunjukkan penerapan teknologi dalam operasional untuk meningkatkan efektivitas dan keamanan.
Pentingnya Verifikasi Informasi dan Saluran Komunikasi Resmi
Menyikapi maraknya informasi yang beredar di media sosial, Transjakarta mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menyerap setiap informasi yang diterima. Penting bagi publik untuk selalu melakukan verifikasi terhadap kebenaran suatu berita sebelum mempercayai atau menyebarkannya lebih lanjut. Hal ini untuk mencegah penyebaran hoaks yang dapat menimbulkan keresahan yang tidak perlu.
Transjakarta menyediakan beberapa saluran komunikasi resmi yang dapat diakses oleh publik untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terverifikasi. Saluran-saluran resmi ini meliputi aplikasi Transjakarta yang dapat diunduh di perangkat seluler, serta akun media sosial resmi seperti Instagram dengan akun @infotije dan @pt_transjakarta, serta akun X (sebelumnya Twitter) @pt_transjakarta. Melalui kanal-kanal ini, Transjakarta secara aktif memberikan pembaruan informasi terkait operasional, penyesuaian layanan, dan pengumuman penting lainnya.
“Kami mengajak seluruh pelanggan untuk tetap waspada, menjaga kesehatan, dan berhati-hati dalam bermobilisasi,” ujar Ayu Wardhani, menutup pernyataannya. Imbauan ini mencerminkan kepedulian Transjakarta terhadap kesejahteraan penumpangnya, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Kronologi Video Viral dan Klaim Lokasi
Video yang memicu klarifikasi dari Transjakarta ini pertama kali diunggah oleh akun Instagram @bacaberita_com. Video berdurasi 44 detik tersebut diunggah pada tanggal 22 Januari 2026. Dalam rekaman video, terlihat jelas interior sebuah bus yang kabin penumpangnya tergenang air banjir saat bus tersebut sedang melaju. Deskripsi yang menyertai video tersebut mengklaim bahwa kejadian ini terjadi di Jakarta Selatan dan para penumpang di dalamnya dilaporkan panik akibat kondisi tersebut.
Klaim lokasi dan situasi yang disajikan dalam video tersebut menjadi poin penting yang dibantah oleh Transjakarta. Dengan adanya klarifikasi resmi, diharapkan masyarakat tidak lagi mengaitkan kejadian dalam video tersebut dengan operasional Transjakarta, serta lebih berhati-hati dalam mengonsumsi dan menyebarkan informasi dari sumber yang tidak terverifikasi.


















