Aksara Lokal
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    Alasan Clara Shinta Viralkan Perselingkuhan Suami: Menguak Isi Perjanjian Pranikah dengan Alexander Assad

    Alasan Clara Shinta Viralkan Perselingkuhan Suami: Menguak Isi Perjanjian Pranikah dengan Alexander Assad

    Ammar Zoni dan Penyesalan Mendalam: Janji Perubahan di Tengah Badai Kasus Narkoba 2026

    Ammar Zoni dan Penyesalan Mendalam: Janji Perubahan di Tengah Badai Kasus Narkoba 2026

    12 Ramalan Zodiak Hari Ini Jumat 3 April 2026: Gemini Semangat, Scorpio Nikmati Hobi, Aquarius Emosi

    12 Ramalan Zodiak Hari Ini Jumat 3 April 2026: Gemini Semangat, Scorpio Nikmati Hobi, Aquarius Emosi

    Jennifer Coppen dan Justin Hubner Prewed Adat Jawa: Simbol Awal Kisah Abadi 2026

    Jennifer Coppen dan Justin Hubner Prewed Adat Jawa: Simbol Awal Kisah Abadi 2026

    Jennifer Coppen dan Justin Hubner Segera Menikah: Intip Momen Prewedding yang Menggemparkan Publik

    Jennifer Coppen dan Justin Hubner Segera Menikah: Intip Momen Prewedding yang Menggemparkan Publik

    Filosofi Mendalam Nama Arjuna Hanyokrokusumo: Warisan Raja dan Harapan AHY & Annisa Pohan

    Filosofi Mendalam Nama Arjuna Hanyokrokusumo: Warisan Raja dan Harapan AHY & Annisa Pohan

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    Alasan Clara Shinta Viralkan Perselingkuhan Suami: Menguak Isi Perjanjian Pranikah dengan Alexander Assad

    Alasan Clara Shinta Viralkan Perselingkuhan Suami: Menguak Isi Perjanjian Pranikah dengan Alexander Assad

    Ammar Zoni dan Penyesalan Mendalam: Janji Perubahan di Tengah Badai Kasus Narkoba 2026

    Ammar Zoni dan Penyesalan Mendalam: Janji Perubahan di Tengah Badai Kasus Narkoba 2026

    12 Ramalan Zodiak Hari Ini Jumat 3 April 2026: Gemini Semangat, Scorpio Nikmati Hobi, Aquarius Emosi

    12 Ramalan Zodiak Hari Ini Jumat 3 April 2026: Gemini Semangat, Scorpio Nikmati Hobi, Aquarius Emosi

    Jennifer Coppen dan Justin Hubner Prewed Adat Jawa: Simbol Awal Kisah Abadi 2026

    Jennifer Coppen dan Justin Hubner Prewed Adat Jawa: Simbol Awal Kisah Abadi 2026

    Jennifer Coppen dan Justin Hubner Segera Menikah: Intip Momen Prewedding yang Menggemparkan Publik

    Jennifer Coppen dan Justin Hubner Segera Menikah: Intip Momen Prewedding yang Menggemparkan Publik

    Filosofi Mendalam Nama Arjuna Hanyokrokusumo: Warisan Raja dan Harapan AHY & Annisa Pohan

    Filosofi Mendalam Nama Arjuna Hanyokrokusumo: Warisan Raja dan Harapan AHY & Annisa Pohan

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
No Result
View All Result
Aksara Lokal
No Result
View All Result
Home Berita

Trump Terapkan Tarif Global 10% Usai Putusan MA AS

Eka Siregar by Eka Siregar
March 6, 2026
Reading Time: 5 mins read
0
Trump Terapkan Tarif Global 10% Usai Putusan MA AS

#image_title

RELATED POSTS

Jawa Barat Alami 111 Gempa Bumi Sepanjang Maret 2026: Apa yang Perlu Diwaspadai?

Krisis Selat Hormuz 2026: Dampak Pariwisata Dubai dan Strategi Rute Alternatif Kapal Dunia

Komdigi Pulihkan Jaringan Telekomunikasi Sulawesi Utara 100% dalam Waktu Kurang dari 24 Jam

Washington, D.C. — Sebuah gejolak signifikan melanda lanskap kebijakan perdagangan global pada Jumat, 20 Februari 2026, ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dengan cepat merespons putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan kebijakan tarif impornya. Dalam sebuah langkah yang mengejutkan banyak pihak, Trump menandatangani perintah eksekutif untuk memberlakukan bea masuk global sementara sebesar 10 persen selama 150 hari, sekaligus memerintahkan penyelidikan baru di bawah undang-undang berbeda yang diharapkan dapat menjadi dasar pemberlakuan tarif jangka panjang. Keputusan ini diambil hanya beberapa jam setelah Mahkamah Agung AS menyatakan tarif resiprokal sebelumnya ilegal, memicu reaksi keras dari Gedung Putih namun sekaligus menunjukkan determinasi Trump untuk mempertahankan instrumen proteksi dagang. Langkah ini secara fundamental mengubah basis hukum kebijakan tarif AS, berpotensi memicu gelombang ketidakpastian baru di pasar global, namun juga membuka babak baru dalam negosiasi perdagangan bilateral, termasuk dengan Indonesia.

Gejolak Tarif Global dan Respons Cepat Gedung Putih

Pada Jumat malam yang sama, Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif yang secara resmi memberlakukan tarif global baru. Kebijakan ini, yang mulai berlaku efektif pada Selasa berikutnya, didasarkan pada Pasal 122 Trade Act 1974. Langkah ini merupakan respons langsung terhadap pembatalan tarif sebelumnya oleh Mahkamah Agung AS, yang telah diterapkan berdasarkan International Emergency Economic Powers Act 1977 dan mengenakan bea masuk antara 10 persen hingga 50 persen. Putusan Mahkamah Agung yang menyatakan kebijakan sebelumnya ilegal memicu kemarahan dan kekecewaan besar di kalangan pemerintahan Trump, dengan Presiden sendiri dilaporkan merasa murka dan menegaskan haknya untuk memberlakukan tarif. Sebagai konsekuensi dari putusan tersebut, pemerintah AS segera menghentikan pemungutan tarif yang telah dibatalkan, memicu spekulasi mengenai potensi pengembalian dana besar bagi importir yang telah membayar bea masuk tersebut.

Perintah eksekutif baru ini secara strategis tetap mempertahankan pengecualian yang telah berlaku sebelumnya untuk sejumlah kategori produk. Ini termasuk produk kedirgantaraan, mobil penumpang, dan sejumlah truk ringan, yang merupakan sektor-sektor sensitif dalam rantai pasok global. Selain itu, barang-barang dari Meksiko dan Kanada yang memenuhi ketentuan perjanjian perdagangan AS-Meksiko-Kanada (USMCA) juga tetap dikecualikan, menunjukkan komitmen terhadap perjanjian regional yang baru. Pengecualian juga diberikan untuk produk farmasi, serta sejumlah mineral kritis dan produk pertanian tertentu, yang kemungkinan besar didasarkan pada pertimbangan strategis dan kebutuhan domestik AS.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent, dalam wawancaranya dengan Fox News, menjelaskan bahwa bea masuk baru sebesar 10 persen, dikombinasikan dengan potensi peningkatan tarif di masa depan berdasarkan Pasal 301 terkait praktik perdagangan tidak adil dan Pasal 232 terkait keamanan nasional, diperkirakan akan menghasilkan penerimaan tarif yang “relatif tidak berubah” pada tahun 2026. “Kita akan mendapatkan level tarif yang sama,” tegas Bessent, meskipun ia mengakui bahwa putusan Mahkamah Agung telah secara signifikan mengurangi daya tawar Presiden Trump dalam negosiasi perdagangan dengan mitra-mitra internasional. Pernyataan ini menyoroti upaya administrasi untuk mempertahankan tekanan ekonomi melalui tarif, meskipun dengan dasar hukum yang berbeda dan mungkin lebih terbatas.

Kewenangan Pasal 122 Trade Act 1974, yang belum pernah digunakan sebelumnya oleh presiden AS, memberikan fleksibilitas yang luar biasa. Pasal ini memungkinkan presiden untuk mengenakan tarif hingga 15 persen selama maksimal 150 hari terhadap semua negara, dengan tujuan khusus untuk mengatasi persoalan defisit neraca pembayaran yang “besar dan serius.” Salah satu fitur krusial dari ketentuan ini adalah tidak adanya kewajiban untuk melakukan penyelidikan terlebih dahulu atau batasan prosedural lainnya yang biasanya memperlambat proses pemberlakuan tarif. Setelah periode 150 hari berakhir, setiap perpanjangan tarif harus mendapatkan persetujuan dari Kongres AS, yang dapat menjadi hambatan politik yang signifikan. Presiden Trump sendiri menyatakan optimisme, “Kita masih punya alternatif. Akan ada lebih banyak uang. Kita akan mendapatkan lebih banyak uang dan kita lebih kuat lagi,” merujuk pada instrumen alternatif ini sebagai cara untuk terus meningkatkan pendapatan dan memperkuat posisi AS.

Dalam perintah tarif 10 persen yang baru, secara eksplisit disebutkan bahwa AS saat ini menghadapi defisit neraca pembayaran yang “besar dan serius,” dan situasi ini dinilai semakin memburuk. Pernyataan ini menjadi justifikasi utama di balik penggunaan Pasal 122, yang secara spesifik dirancang untuk kondisi ekonomi semacam itu. Meskipun pemerintahan Trump kemungkinan besar akan menghadapi serangkaian gugatan hukum dari berbagai pihak yang terdampak, Josh Lipsky, Ketua Ekonomi Internasional di Atlantic Council, sebuah lembaga pemikir terkemuka di Washington, memperkirakan bahwa tarif berdasarkan Pasal 122 ini kemungkinan besar akan berakhir sebelum ada putusan akhir dari pengadilan. Hal ini menunjukkan bahwa strategi Trump mungkin berfokus pada dampak jangka pendek untuk mencapai tujuan negosiasi, sebelum menghadapi tantangan hukum yang lebih panjang.

Presiden Prabowo Subianto (kiri) dan Presiden AS Donald Trump usai melakukan penandatanganan dokumen Implementation of the Agreement toward New Golden Age US-Indonesia Alliance di Washington DC, AS, Kamis (19/2/2026) waktu setempat. – (Kemenko Perekonomian)

Perjanjian Dagang RI-AS: Menuju Era Emas Baru

Di tengah dinamika kebijakan tarif AS, hubungan ekonomi bilateral dengan Indonesia justru menunjukkan prospek yang cerah. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan hasil signifikan dari negosiasi tarif dagang antara Indonesia dan AS, yang tertuang dalam dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART). Perjanjian ini merupakan tonggak sejarah yang akan memberikan fasilitas Bea Masuk 0 persen untuk 1.819 pos tarif produk asal Indonesia yang masuk ke pasar AS. Airlangga menjelaskan bahwa cakupan produk ini sangat luas, meliputi sektor pertanian dan industri. Secara spesifik, produk-produk seperti minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, hingga komponen pesawat terbang, kini akan menikmati tarif 0 persen, membuka peluang ekspor yang jauh lebih besar bagi produsen Indonesia.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melaksanakan penandatanganan dokumen Agreement on Reciprocal Trade (ART) di USTR. – (Kemenko Perekonomian)

Mekanisme Tarif Khusus untuk Tekstil dan Garmen

Selain daftar pos tarif yang disebutkan, Indonesia dan AS juga mencapai kesepakatan penting mengenai skema tarif 0 persen untuk produk tekstil dan garmen (apparel) melalui mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ). Skema ini memungkinkan volume tertentu dari ekspor tekstil dan garmen Indonesia untuk masuk ke pasar AS tanpa dikenai Bea Masuk. Namun, besaran kuota ini akan ditentukan berdasarkan jumlah bahan baku tekstil, seperti kapas (cotton) dan serat buatan (man-made fiber), yang diimpor Indonesia dari AS. Ini menciptakan insentif bagi industri tekstil Indonesia untuk menggunakan bahan baku AS, yang pada gilirannya akan memperkuat rantai pasok bilateral. Airlangga menekankan dampak sosial-ekonomi dari perjanjian ini, dengan menyatakan bahwa “Tentunya ini memberikan manfaat bagi 4 juta pekerja di sektor ini, dan kalau kita hitung ini sangat berpengaruh terhadap 20 juta masyarakat Indonesia,” menggarisbawahi potensi besar untuk peningkatan kesejahteraan.

Resiprokalitas dan Komitmen Lintas Sektor

Sebagai bagian integral dari kesepakatan resiprokal, Indonesia juga memberikan fasilitas tarif 0 persen bagi sejumlah produk asal AS, khususnya komoditas pertanian vital seperti gandum dan kedelai. Kebijakan ini memiliki dampak langsung pada konsumen Indonesia. “Sehingga masyarakat Indonesia membayar 0 persen untuk barang yang diproduksi dari kedelai ataupun gandum, dalam hal ini mi, ataupun dalam bentuk tahu dan tempe. Jadi masyarakat kita tidak dikenakan beban tambahan biaya untuk bahan baku yang kita impor dari Amerika Serikat,” jelas Menko Airlangga, menyoroti bagaimana perjanjian ini dapat membantu menstabilkan harga pangan pokok di Indonesia.

Lebih lanjut, kedua negara sepakat untuk tidak mengenakan Bea Masuk atas transaksi ekonomi digital, sebuah kebijakan yang sejalan dengan posisi Indonesia yang juga memberikan perlakuan serupa kepada mitra dagang lainnya, termasuk kawasan Eropa. Ini mencerminkan komitmen terhadap fasilitasi perdagangan digital yang semakin berkembang. Indonesia juga mendorong transfer data lintas batas terbatas sesuai dengan undang-undang yang berlaku di Indonesia, dan AS pun akan memberikan perlindungan kepada data konsumen yang setara dengan perlindungan data konsumen yang diberlakukan di Indonesia, menunjukkan upaya harmonisasi regulasi di era digital.

Pemerintah Indonesia juga berkomitmen untuk mempermudah perizinan impor dan standardisasi produk industri maupun pertanian asal AS, serta mengurangi hambatan tarif dan non-tarif, khususnya di sektor teknologi informasi dan komunikasi (ICT), kesehatan, dan farmasi. Ini adalah langkah strategis untuk menarik investasi AS dan meningkatkan akses pasar bagi produk-produk teknologi dan kesehatan. Airlangga menjelaskan bahwa secara prosedural, ART akan mulai berlaku efektif 90 hari setelah seluruh proses hukum di masing-masing negara dirampungkan. Di Indonesia, tahapan ini mencakup konsultasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI), sementara di AS melalui mekanisme internal parlemen. “Perjanjian ini tujuannya juga untuk mencapai Indonesia Emas, sehingga perjanjian ini juga disebut sebagai New Golden Age bagi Indonesia maupun Amerika Serikat itu sendiri,” pungkasnya, menggambarkan visi jangka panjang dari kemitraan ini.

Tags: Donald Trumpekonomi globalKebijakan PerdaganganMahkamah Agung AStarif impor AS
ShareTweetPin
Eka Siregar

Eka Siregar

Related Posts

Jawa Barat Alami 111 Gempa Bumi Sepanjang Maret 2026: Apa yang Perlu Diwaspadai?
Berita

Jawa Barat Alami 111 Gempa Bumi Sepanjang Maret 2026: Apa yang Perlu Diwaspadai?

April 3, 2026
Krisis Selat Hormuz 2026: Dampak Pariwisata Dubai dan Strategi Rute Alternatif Kapal Dunia
Berita

Krisis Selat Hormuz 2026: Dampak Pariwisata Dubai dan Strategi Rute Alternatif Kapal Dunia

April 3, 2026
Komdigi Pulihkan Jaringan Telekomunikasi Sulawesi Utara 100% dalam Waktu Kurang dari 24 Jam
Berita

Komdigi Pulihkan Jaringan Telekomunikasi Sulawesi Utara 100% dalam Waktu Kurang dari 24 Jam

April 3, 2026
Pasukan Perdamaian RI di Lebanon Terluka Akibat Ledakan: Eskalasi Konflik Membahayakan Misi UNIFIL
Berita

Pasukan Perdamaian RI di Lebanon Terluka Akibat Ledakan: Eskalasi Konflik Membahayakan Misi UNIFIL

April 3, 2026
Prakiraan Cuaca Jakarta Sabtu 4 April 2026: BMKG Prediksi Hujan Ringan di Seluruh Wilayah
Berita

Prakiraan Cuaca Jakarta Sabtu 4 April 2026: BMKG Prediksi Hujan Ringan di Seluruh Wilayah

April 3, 2026
Khidmatnya Ibadah Jumat Agung 2026: Umat Katolik Pasangkayu Mengenang Jalan Salib di Gereja Santo Petrus
Berita

Khidmatnya Ibadah Jumat Agung 2026: Umat Katolik Pasangkayu Mengenang Jalan Salib di Gereja Santo Petrus

April 3, 2026
Next Post
Zodiak 21 Feb: 6 Hoki, Aquarius Cuan Besar!

Zodiak 21 Feb: 6 Hoki, Aquarius Cuan Besar!

3 Resep Daging Sapi: Sahur Anti Bosan, Lezat, dan Praktis!

3 Resep Daging Sapi: Sahur Anti Bosan, Lezat, dan Praktis!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended Stories

ASN Bali Terapkan WFH Mulai 10 April 2026: Efisiensi Kerja Tanpa Ganggu Layanan Publik

ASN Bali Terapkan WFH Mulai 10 April 2026: Efisiensi Kerja Tanpa Ganggu Layanan Publik

April 1, 2026
Pemerintah Kebut Rehabilitasi Sekolah Pasca Bencana Sumatera

Pemerintah Kebut Rehabilitasi Sekolah Pasca Bencana Sumatera

February 21, 2026
Rooney dukung Guardiola bertahan di Manchester City, nilai pengaruhnya besar di Premier League

Rooney dukung Guardiola bertahan di Manchester City, nilai pengaruhnya besar di Premier League

March 6, 2026

Popular Stories

  • Candaan Pandji Berujung Sanksi: Wajib Potong Babi di Toraja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelita Jaya 2026: Bank Jakarta Siap Dukung Penuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transformasi Budaya Kerja ASN: Mendagri Resmi Atur WFH bagi Pemda Mulai April 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Detik-detik Suami Anggota DPRD Jateng Ditembak OTK Terekam CCTV

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Utamakan Negosiasi, Bukan Perang dengan Iran

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aksara Lokal

Rangkuman berita yang dikemas oleh penulis profesional dengan bantuan AI seperti yang dibicarakan oleh wapres

Recent Posts

  • Namanya Ikut Terseret Kasus PT DSI, Dude Harlino Anggap Sebagai Pelajaran Hidup Berharga di Tahun 2026
  • Ramalan Zodiak Cancer, Leo, Virgo Sabtu 4 April 2026: Kejernihan Hati dan Manajemen Keuangan
  • Waspada! BMKG Prediksi Hujan Guyur Sejumlah Wilayah Kaltim Hari Ini, 4 April 2026

Categories

© 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Business
    • Culture
    • Economy
    • Lifestyle
    • Travel
    • Opinion
    • Politics
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026