JAKARTA – Langit Istora Senayan, Jakarta, pada Rabu, 21 Januari 2026, menjadi saksi bisu kebangkitan dan dominasi salah satu talenta muda bulutangkis Indonesia. Dalam sebuah penampilan yang memukau dan penuh perhitungan, tunggal putra andalan Indonesia, Zaki Ubaidillah, berhasil melibas lawannya dari India, Kiran George, dalam dua set langsung tanpa ampun pada ajang bergengsi Indonesia Masters 2026. Kemenangan ini bukan sekadar raihan angka, melainkan sebuah pernyataan tegas dari Ubaidillah tentang kesiapannya bersaing di panggung internasional, menunjukkan kematangan strategi dan ketangguhan mental di hadapan publik sendiri. Pertandingan yang berlangsung sengit ini berakhir dengan skor 21-17 di set pertama dan 21-14 di set kedua, mencerminkan perjuangan keras namun juga keunggulan taktis yang ditunjukkan oleh wakil Merah Putih.
Ajang Indonesia Masters 2026, salah satu turnamen bulutangkis paling prestisius di kalender BWF, selalu menghadirkan drama dan pertarungan kelas dunia. Turnamen ini menjadi barometer penting bagi para atlet untuk mengukur kemampuan mereka dan mengumpulkan poin menuju peringkat dunia. Istora Senayan, yang dikenal dengan atmosfernya yang membakar semangat para atlet dan gemuruh dukungan penonton, kembali menjadi arena bagi para pebulutangkis terbaik dunia untuk menunjukkan kebolehan mereka. Di tengah sorak-sorai penonton yang memadati setiap sudut tribun, Zaki Ubaidillah memasuki lapangan dengan tekad baja, menghadapi Kiran George, tunggal putra India yang dikenal memiliki pukulan-pukulan akurat dan pergerakan lincah. Pertemuan ini diprediksi akan menjadi ujian berat bagi kedua pemain, mengingat kualitas dan ambisi yang mereka miliki untuk melaju lebih jauh di turnamen ini, sekaligus menjadi penentu langkah awal mereka di kompetisi ini.
Analisis Mendalam Set Pertama: Pergulatan Strategi dan Mental


















