PT Bank Danamon Indonesia Tbk secara resmi menetapkan target pertumbuhan yang sangat ambisius sebesar 20 persen untuk sektor Kredit Pemilikan Mobil (KPM) dan pembiayaan sepeda motor sepanjang tahun fiskal 2026. Strategi ekspansif ini diumumkan secara terbuka di tengah kemeriahan pembukaan ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 yang berlangsung di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Kamis, 5 Februari 2026. Langkah strategis ini diambil sebagai respon proaktif terhadap dinamika pasar otomotif nasional yang diprediksi akan mengalami momentum kebangkitan, di mana Danamon berupaya mengoptimalkan seluruh lini bisnisnya, mulai dari diversifikasi produk seperti Multi-Purpose Loan (MPL) hingga penguatan sinergi dengan anak perusahaannya, Adira Finance. Dengan komitmen penuh sebagai bagian dari grup finansial global MUFG, Danamon memproyeksikan kontribusi signifikan dalam mendukung target penjualan kendaraan nasional yang dipatok oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) sebanyak 850.000 unit pada tahun ini.
Strategi Ekspansi dan Diversifikasi Produk Pembiayaan di Tahun 2026
Dalam upaya mencapai target pertumbuhan dua digit tersebut, PT Bank Danamon Indonesia Tbk tidak hanya mengandalkan skema pembiayaan konvensional, tetapi juga melakukan terobosan melalui diversifikasi portofolio produk. Consumer Funding and Wealth Business Head PT Bank Danamon Indonesia Tbk, Ivan Jaya, mengungkapkan bahwa salah satu mesin pertumbuhan utama yang akan digenjot adalah produk Multi-Purpose Loan (MPL). Produk ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas finansial bagi nasabah dengan memanfaatkan Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) sebagai jaminan untuk mendapatkan pinjaman tunai. Ivan Jaya menjelaskan bahwa segmen MPL ini diproyeksikan mampu memberikan kontribusi tambahan pertumbuhan sekitar 10 persen di luar pembiayaan unit kendaraan baru. Selain itu, Danamon juga membidik sektor fleet atau pembiayaan armada dalam jumlah besar untuk kebutuhan korporasi, yang dinilai memiliki potensi stabilitas jangka panjang bagi portofolio kredit bank.
Optimisme Danamon untuk tahun 2026 ini didasarkan pada rekam jejak performa yang impresif pada tahun-tahun sebelumnya. Sebagai referensi, pada tahun 2025, sektor Kredit Pemilikan Mobil (KPM) Danamon sempat mencatatkan lonjakan yang sangat signifikan, yakni berada di kisaran 48 hingga 50 persen. Pertumbuhan luar biasa tersebut didorong oleh strategi keterlibatan aktif dalam berbagai acara luar ruang (offline events) dan pameran berskala besar. Oleh karena itu, target 20 persen pada tahun 2026 dipandang sebagai target yang realistis namun tetap agresif, mengingat kondisi pasar yang semakin kompetitif dengan masuknya berbagai pemain baru di industri otomotif. Danamon juga menargetkan pertumbuhan kredit konsumer secara keseluruhan di angka 12 hingga 15 persen pada tahun 2026, yang juga akan ditopang oleh peningkatan aktivitas belanja masyarakat melalui kartu kredit yang telah menunjukkan tren positif sejak kuartal kedua tahun sebelumnya.
Sinergi Strategis Danamon dan Adira Finance di Panggung IIMS 2026
Kehadiran Danamon di IIMS 2026 bukan sekadar partisipasi rutin, melainkan representasi dari sinergi kuat bersama Adira Finance dan dukungan penuh dari MUFG. Pameran otomotif tahun ini dinilai sangat krusial karena kehadiran lebih dari 190 peserta pameran dan keterlibatan 62 merek kendaraan, baik roda empat maupun roda dua. Ivan Jaya menyoroti bahwa munculnya merek-merek otomotif terbaru, terutama dari produsen global yang baru memasuki pasar Indonesia, menjadi daya tarik utama bagi calon konsumen. Peluncuran produk-produk mutakhir dengan teknologi terkini memerlukan dukungan komunikasi pemasaran yang efektif dan solusi pembiayaan yang mudah diakses agar masyarakat dapat memahami nilai tambah dari setiap produk tersebut. Danamon melihat peran bank bukan hanya sebagai penyedia modal, tetapi sebagai jembatan yang menghubungkan inovasi produsen otomotif dengan kebutuhan mobilitas masyarakat.
Sebagai bentuk konkret dari kolaborasi ini, Danamon dan Adira Finance menghadirkan produk pembiayaan khusus yang diberi nama KPM Prima. Produk ini menawarkan struktur bunga dan margin yang sangat kompetitif, yang secara eksklusif berlaku bagi pengunjung yang melakukan transaksi pembelian kendaraan selama periode penyelenggaraan IIMS Jakarta 2026, yakni dari tanggal 5 hingga 15 Februari. Dengan skema KPM Prima, nasabah diberikan kemudahan dalam proses pengajuan serta kepastian angsuran yang terjangkau. Langkah ini merupakan bagian dari transformasi Danamon dalam meningkatkan kapabilitas dan proposisi nilai bagi nasabah, memperkuat posisinya sebagai salah satu lembaga keuangan terkemuka di Indonesia yang mampu menyediakan solusi finansial end-to-end bagi ekosistem industri otomotif dari hulu ke hilir.
Inovasi Layanan Digital dan Promo Eksklusif bagi Pengunjung
Untuk meningkatkan pengalaman pelanggan (customer experience) selama pameran, Danamon juga mengintegrasikan solusi perbankan digital mereka, D-Bank PRO, ke dalam berbagai lini aktivitas di IIMS 2026. Bank menawarkan berbagai promo yang sangat menarik untuk menarik minat pengunjung, di antaranya adalah:
- Tiket Masuk Terjangkau: Pengunjung dapat menikmati tarif tiket masuk IIMS hanya seharga Rp 1 rupiah dengan menggunakan metode pembayaran tertentu dari Danamon.
- Potongan Harga Konser: Tersedia potongan harga hingga Rp 50.000 untuk pembelian tiket konser Infinite Live bagi nasabah yang bertransaksi menggunakan QRIS D-Bank PRO.
- Cashback Kuliner: Penawaran cashback sebesar 50 persen dengan nilai maksimal Rp 25.000 untuk setiap transaksi di booth makanan, minuman, serta vending machine yang tersedia di area pameran menggunakan QRIS D-Bank PRO.
- Program Spend and Get: Nasabah berkesempatan mendapatkan voucher belanja senilai Rp 200.000 dengan melakukan transaksi menggunakan Kartu Debit, Kartu Kredit, maupun Kartu Charge Danamon pada tenant-tenant tertentu.
- Fitur My Own Installment: Kemudahan bagi pemegang kartu kredit untuk mengubah transaksi belanja di tenant aftermarket menjadi cicilan 0 persen melalui fitur My Own Installment yang terintegrasi di aplikasi D-Bank PRO.
Melalui berbagai insentif ini, Danamon berharap dapat meningkatkan volume transaksi digital sekaligus memberikan nilai tambah langsung bagi nasabah setianya. Strategi ini juga sejalan dengan upaya bank untuk mendorong penetrasi penggunaan aplikasi D-Bank PRO sebagai platform finansial utama bagi masyarakat urban. Dengan menggabungkan kemudahan pembiayaan otomotif dan keuntungan gaya hidup (lifestyle), Danamon optimis dapat menarik minat generasi muda dan keluarga baru yang menjadi target pasar utama di IIMS 2026. Bagi calon konsumen yang ingin mengetahui rincian lebih lanjut mengenai syarat dan ketentuan promo, Danamon menyediakan informasi lengkap melalui situs resmi perusahaan di danamon.co.id atau dengan mengunjungi langsung booth Danamon yang tersebar di area JIExpo Kemayoran selama pameran berlangsung.
Menghadapi Tantangan Daya Beli dan Target Industri Nasional
Meskipun target yang dicanangkan cukup tinggi, Danamon tetap menyadari adanya tantangan berupa fluktuasi daya beli masyarakat. Namun, dengan target Gaikindo yang mematok angka 850.000 unit kendaraan terjual pada tahun 2026, Danamon yakin bahwa permintaan terhadap kendaraan bermotor akan tetap ada, terutama didorong oleh kebutuhan akan kendaraan yang lebih efisien dan ramah lingkungan. Kehadiran produsen otomotif baru yang membawa teknologi kendaraan listrik (EV) juga dipandang sebagai peluang besar bagi Danamon untuk masuk ke segmen pembiayaan hijau (green financing). Dengan memberikan opsi pembiayaan yang fleksibel dan suku bunga yang bersaing, Danamon berupaya memberikan solusi bagi konsumen yang mungkin merasa ragu di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Secara keseluruhan, komitmen Danamon di tahun 2026 mencerminkan visi jangka panjang untuk terus bertransformasi dan berinovasi. Sebagai bagian dari jaringan MUFG yang memiliki jangkauan global, Danamon memiliki keunggulan dalam hal likuiditas dan akses terhadap praktik terbaik internasional dalam manajemen risiko dan pengembangan produk. Keberhasilan dalam mencapai target pertumbuhan KPM sebesar 20 persen tidak hanya akan memperkuat neraca keuangan bank, tetapi juga akan memberikan dampak positif bagi pemulihan industri otomotif nasional secara keseluruhan, menciptakan multiplier effect bagi sektor-sektor pendukung lainnya seperti industri komponen, asuransi, dan layanan purna jual di Indonesia.

















