Di tengah dinamika perekonomian nasional yang menantang, PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) sukses mengukir kinerja finansial yang cemerlang sepanjang tahun 2025. Bank syariah terkemuka ini berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan, didukung oleh ekspansi pembiayaan yang agresif dan peningkatan pendapatan dari berbagai lini bisnis. Pencapaian ini menegaskan posisi BCA Syariah sebagai pemain kunci dalam industri perbankan syariah Indonesia, menunjukkan kapabilitasnya dalam menjaga kualitas aset sekaligus meningkatkan profitabilitas di tengah persaingan ketat.
Laporan keuangan BCA Syariah untuk tahun 2025 menunjukkan peningkatan yang substansial pada berbagai komponen pendapatan. Salah satu pendorong utama adalah pendapatan dari treasury yang melonjak menjadi Rp355,4 miliar. Angka ini merepresentasikan pertumbuhan impresif sebesar 25,06% dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya, mengindikasikan pengelolaan portofolio investasi dan likuiditas yang efektif oleh manajemen bank di tengah volatilitas pasar. Tidak hanya itu, fee-based income, yang mencerminkan pendapatan dari layanan non-bunga seperti biaya administrasi, transaksi, dan layanan perbankan lainnya, juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 34,55%, mencapai Rp54,5 miliar. Lonjakan ini menjadi bukti nyata peningkatan aktivitas transaksi nasabah dan diversifikasi layanan yang ditawarkan BCA Syariah. Secara kumulatif, operating income BCA Syariah tercatat sebesar Rp823 miliar pada tahun 2025, menunjukkan pertumbuhan solid sebesar 12,23% secara tahunan. Peningkatan pendapatan operasional ini menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan laba bersih perseroan yang mencapai Rp212 miliar, naik 15,4% dari tahun sebelumnya.
Strategi Pembiayaan Agresif dan Pertumbuhan Aset Solid
Di balik peningkatan pendapatan, strategi penyaluran pembiayaan BCA Syariah menjadi tulang punggung pertumbuhan. Sepanjang tahun 2025, bank ini berhasil menyalurkan pembiayaan sebesar Rp13,2 triliun, melonjak 23,1% secara tahunan (year on year) dibandingkan dengan realisasi Rp10,7 triliun pada tahun 2024. Ekspansi pembiayaan ini difokuskan pada sektor-sektor produktif dan konsumer, menunjukkan komitmen bank untuk mendukung pertumbuhan ekonomi riil dan memenuhi kebutuhan beragam segmen nasabah. Pertumbuhan terbesar dalam penyaluran pembiayaan berasal dari segmen komersial, yang mencatat kenaikan pencairan sebesar 35%, menggarisbawahi kepercayaan pelaku usaha terhadap layanan syariah BCA. Selain itu, pembiayaan emas juga mencatat peningkatan yang luar biasa, tumbuh 238,1% secara tahunan dengan nilai mencapai sekitar Rp520 miliar per Desember 2025, seiring dengan tren kenaikan harga emas global yang mendorong minat investasi pada komoditas ini. Meskipun agresif dalam menyalurkan pembiayaan, BCA Syariah tetap mampu menjaga kualitas asetnya dengan sangat baik. Ini tercermin dari rasio Non-Performing Financing (NPF) gross yang berada di level 1,57% (atau 1,6%) dan NPF net sebesar 0,2% pada tahun 2025. Angka-angka ini jauh di bawah ambang batas regulasi sebesar 5%, mengindikasikan manajemen risiko yang prudent dan efektif dalam memitigasi potensi risiko kredit.
















