Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili tidak hanya menjadi momen refleksi spiritual bagi masyarakat Tionghoa, tetapi juga telah menjelma menjadi magnet pariwisata yang mengundang decak kagum. Di jantung Jawa Tengah, dua situs warisan dunia UNESCO, Candi Borobudur di Magelang dan Candi Prambanan di Sleman, Yogyakarta, membuka pintunya lebar-lebar untuk menyambut kemeriahan akulturasi budaya ini. Melalui inisiatif #ImlekdiCandi yang digagas oleh InJourney Destination Management (IDM), pengunjung akan diajak menyelami perpaduan harmonis antara kemegahan arsitektur bersejarah dan kekayaan tradisi Tionghoa, menciptakan pengalaman liburan yang inklusif dan penuh makna. Perayaan ini, yang bertepatan dengan Tahun Kuda Api, menjanjikan serangkaian atraksi memukau, mulai dari pertunjukan barongsai yang energik, instalasi Wishing Wall yang sarat harapan, hingga kesempatan langka untuk menikmati keindahan matahari terbit dan terbenam dari puncak candi dengan penawaran harga spesial. Agenda ini dirancang tidak hanya untuk menghibur, tetapi juga sebagai wujud apresiasi terhadap keberagaman budaya yang hidup di Indonesia, menjadikan warisan dunia sebagai panggung perayaan kebersamaan.
Harmoni Warisan Dunia dan Tradisi Tionghoa: #ImlekdiCandi
Direktur Komersial InJourney Destination Management, Gistang Panutur, menggarisbawahi esensi dari penyelenggaraan #ImlekdiCandi. “Semangat Tahun Kuda Api dihadirkan dengan menyiapkan agenda istimewa di Taman Wisata Candi Borobudur dan Taman Wisata Candi Prambanan,” ujarnya, menekankan bahwa perayaan Imlek di candi tahun ini dirancang sebagai destinasi liburan yang inklusif dan menggembirakan bagi semua kalangan. Lebih dari sekadar pergantian tahun, agenda ini merupakan momentum akulturasi budaya yang mendalam. “Nilai harmonisasi hidup melalui tradisi yang kita jaga. Kami ingin memastikan bahwa setiap pengunjung, baik keluarga maupun individu, dapat merasakan energi positif ‘Tahun Kuda’ ini melalui pengalaman yang seru, mendalam, dan tak terlupakan,” tambah Gistang. Pendekatan ini mencerminkan komitmen untuk tidak hanya melestarikan warisan sejarah, tetapi juga merangkul dan merayakan kekayaan budaya yang dibawa oleh komunitas Tionghoa di Indonesia, menjadikannya bagian integral dari narasi kebangsaan.
Atraksi Budaya yang Memukau dan Penuh Makna
Puncak kemeriahan Imlek di Candi Borobudur dan Candi Prambanan dijadwalkan pada tanggal 17 Februari 2026, dengan kehadiran pertunjukan barongsai dan liong yang memukau. Di Candi Prambanan, atraksi ini akan dipersembahkan oleh Paguyuban Barongsai Naga Winongo, sementara Candi Borobudur akan dimeriahkan oleh penampilan dari Paguyuban Panbers Jogja. Pertunjukan ini bukan sekadar hiburan visual, melainkan sebuah ritual budaya yang sarat makna. Gemuruh tabuhan drum dan simbal yang mengiringi setiap gerakan barongsai dipercaya memiliki kekuatan magis untuk mengusir nasib buruk dan menyambut lembaran baru yang penuh keberuntungan dan semangat positif. Kehadiran atraksi ini merupakan bentuk penghormatan dan upaya pelestarian salah satu tradisi Tionghoa yang telah lama hidup dan berakulturasi dalam masyarakat Indonesia, sekaligus menjadi sarana edukasi budaya bagi para pengunjung.
Selain pertunjukan yang dinamis, pengunjung juga akan disuguhkan dengan instalasi Wishing Wall yang interaktif. Di sini, setiap individu memiliki kesempatan untuk menorehkan doa dan harapan mereka pada kartu-kartu yang telah disediakan. Gistang Panutur menjelaskan, “Kartu-kartu ini menjadi simbolisasi visual dari aspirasi akan cinta, kesehatan, kebahagiaan, dan keberuntungan yang ingin dicapai di tahun yang baru, selaras dengan filosofi candi sebagai tempat peribadatan dan perenungan.” Konsep Wishing Wall ini secara cerdas menghubungkan esensi Imlek sebagai momen memanjatkan doa dan harapan dengan fungsi spiritual candi sebagai tempat refleksi diri, menciptakan pengalaman yang mendalam dan personal bagi setiap pengunjung.
Penawaran Spesial untuk Pengalaman Tak Terlupakan
Menyambut perayaan Imlek 2577 Kongzili, InJourney Destination Management tidak hanya fokus pada atraksi budaya, tetapi juga memberikan penawaran istimewa bagi para wisatawan. Khusus pada periode 14 hingga 17 Februari 2026, pengunjung Candi Borobudur berkesempatan untuk menikmati promosi tiket *sunrise* dan *sunset* di puncak candi dengan harga Rp 350.000. Penawaran ini memberikan kesempatan langka untuk menyaksikan keindahan alam dari ketinggian, di mana matahari terbit dan terbenam melukis langit di atas lanskap megah Candi Borobudur. Gistang Panutur menyatakan bahwa promo ini merupakan bagian dari upaya untuk memeriahkan momen liburan Imlek dan memberikan nilai tambah bagi pengunjung, menjadikan kunjungan mereka semakin berkesan dan tak terlupakan.
Perayaan Imlek di Candi Borobudur dan Candi Prambanan ini merupakan bukti nyata dari kekayaan dan keberagaman budaya Indonesia. Melalui inisiatif #ImlekdiCandi, warisan dunia tidak hanya menjadi saksi bisu sejarah, tetapi juga menjadi panggung hidup bagi perayaan tradisi yang terus berkembang. Perpaduan antara kemegahan arsitektur kuno, keindahan alam, dan kekayaan budaya Tionghoa menciptakan sebuah simfoni pengalaman yang harmonis, mengundang siapa saja untuk merasakan energi positif dan merayakan tahun baru dengan penuh suka cita dan harapan. Ini adalah contoh bagaimana pariwisata dapat menjadi sarana efektif untuk mempromosikan toleransi, pemahaman antarbudaya, dan pelestarian warisan dunia secara berkelanjutan.

















