Dalam balutan nuansa kehangatan keluarga dan kekayaan adat Jawa, pasangan selebriti Aaliyah Massaid dan Thariq Halilintar baru-baru ini menggelar sebuah upacara sakral yang penuh makna: Tedak Siten untuk putra pertama mereka, Ahmad Arash Omara Thariq. Acara yang dilangsungkan pada Kamis, 12 Februari 2026, ini menjadi sorotan publik bukan hanya karena kehadiran dua keluarga besar yang harmonis, tetapi juga karena perpaduan estetika modern dengan tradisi leluhur yang kental. Tedak Siten, sebuah ritual penting bagi bayi berusia tujuh bulan yang menandai langkah pertamanya menyentuh bumi, dihelat dengan penuh suka cita, di mana Baby Arash, dengan segala kelucuannya, berhasil memikat hati para hadirin, terutama saat momen pemilihan benda yang konon melambangkan masa depannya.
Upacara Tedak Siten, yang secara harfiah berarti “menginjakkan kaki ke bumi,” merupakan salah satu tradisi adat Jawa yang telah diwariskan secara turun-temurun. Ritual ini diselenggarakan ketika seorang bayi genap berusia tujuh bulan dalam perhitungan kalender Jawa, atau sekitar delapan bulan dalam kalender Masehi, ketika ia mulai belajar duduk dan merangkak, serta dipercaya siap untuk menginjakkan kakinya di tanah. Lebih dari sekadar perayaan, Tedak Siten adalah bentuk doa dan harapan orang tua agar sang anak tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, sukses, dan mampu menghadapi tantangan hidup dengan kokoh. Dalam konteks Baby Arash, acara ini tidak hanya merayakan pencapaian motorik pertamanya, tetapi juga menjadi momen penting bagi keluarga besar untuk berkumpul, bersyukur, dan memanjatkan doa terbaik bagi masa depan cucu tercinta mereka. Nuansa acara yang diusung oleh Aaliyah dan Thariq berhasil memadukan kemegahan tradisi dengan sentuhan kekinian yang estetik, menjadikannya perbincangan hangat di kalangan netizen.
Kehangatan Keluarga Inti: Dukungan Penuh dari Reza Artamevia dan Zahwa Massaid
Kehadiran keluarga inti dari kedua belah pihak menjadi salah satu sorotan utama dalam upacara Tedak Siten Ahmad Arash Omara Thariq. Dari sisi Aaliyah, sang ibunda, Reza Artamevia, dan kakaknya, Zahwa Massaid, tampak begitu antusias dan penuh kebahagiaan. Reza Artamevia, sebagai nenek dari Baby Arash, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya melihat cucu pertamanya menjalani salah satu ritual penting dalam kehidupannya. Senyumnya yang merekah dan tatapan matanya yang penuh kasih sayang mencerminkan kebahagiaan seorang nenek yang menyaksikan tumbuh kembang buah hati putrinya. Begitu pula dengan Zahwa Massaid, yang sebagai bibi, turut serta mendampingi adiknya dan keponakannya. Kehadiran mereka berdua tidak hanya melengkapi suasana kekeluargaan, tetapi juga menegaskan dukungan moral dan cinta yang tak terhingga bagi Aaliyah dan Thariq dalam membangun keluarga kecil mereka.
Momen Haru Geni Faruk Melepas Rindu dengan Cucu Tercinta
Tak kalah hangat, momen kebersamaan antara Geni Faruk, ibunda Thariq Halilintar, dengan cucu tercintanya, Baby Arash, juga menjadi pemandangan yang mengharukan. Geni Faruk tampak begitu bahagia dapat “lepas kangen” dengan Ahmad Arash Omara Thariq. Begitu tiba di lokasi acara, ia langsung memeluk dan menggendong sang cucu dengan penuh kelembutan. Ekspresi wajahnya memancarkan kelegaan dan sukacita yang mendalam, seolah semua kerinduan yang terpendam terbayarkan dalam dekapan hangat tersebut. Momen ini memperlihatkan betapa kuatnya ikatan batin antara nenek dan cucu, serta bagaimana sebuah tradisi seperti Tedak Siten dapat menjadi jembatan untuk mempererat hubungan antar generasi dalam keluarga besar Halilintar.
Kehadiran Generasi Leluhur: Kakek-Nenek Thariq Halilintar Turut Berbahagia
Semangat kekeluargaan yang kental semakin terasa dengan kehadiran kakek dan nenek dari Thariq Halilintar, yang merupakan orang tua dari Geni Faruk. Kehadiran mereka dalam upacara Tedak Siten Baby Arash menambah dimensi sakral dan keberkahan pada acara tersebut. Dalam budaya Jawa, kehadiran para sesepuh atau leluhur sangat dihormati dan dianggap membawa restu serta keberuntungan. Mereka tidak hanya menjadi saksi bisu dari ritual penting ini, tetapi juga simbol dari akar keluarga yang kuat dan nilai-nilai luhur yang terus dijaga. Momen ini menunjukkan bahwa acara Tedak Siten bukan hanya milik orang tua dan anak, melainkan perayaan seluruh keluarga besar yang turut mendoakan dan merayakan setiap langkah kehidupan sang buah hati.
Untaian Doa dan Harapan dari Geni Faruk untuk Masa Depan Arash
Selain kehangatan pelukan, Geni Faruk juga tak lupa melantunkan doa-doa tulus untuk cucunya. Dengan penuh harap, ia mendoakan segala hal terbaik bagi tumbuh kembang Baby Arash. “Jadi anak yang soleh, bertaqwa, sehat-sehat jiwa raga berjaya dunia akhirat,” demikian untaian doa yang diucapkan Geni Faruk. Doa ini mencerminkan harapan universal orang tua dan nenek moyang agar sang anak tidak hanya sukses di dunia, tetapi juga memiliki fondasi spiritual yang kuat. Kata “soleh” dan “bertaqwa” menekankan pentingnya nilai-nilai agama, sementara “sehat-sehat jiwa raga” menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan fisik dan mental. “Berjaya dunia akhirat” adalah puncak dari harapan, agar Arash mampu mencapai kebahagiaan dan kesuksesan di kedua alam kehidupan. Doa ini menjadi landasan spiritual yang kuat bagi perjalanan hidup Baby Arash ke depan, diiringi restu dari seluruh keluarga.

















