Industri otomotif nasional bersiap menyongsong momentum kebangkitan besar pada awal tahun 2026 melalui perhelatan Indonesia International Motor Show (IIMS) yang ditargetkan mampu mencetak nilai transaksi fantastis mencapai Rp 8 triliun. PT Dyandra Promosindo selaku penyelenggara secara resmi mengumumkan bahwa pameran otomotif berskala internasional ini akan kembali memadati JIExpo Kemayoran, Jakarta, mulai tanggal 5 hingga 15 Februari 2026. Dengan mengusung optimisme tinggi di tengah dinamika pasar yang fluktuatif, IIMS 2026 diproyeksikan tidak hanya menjadi ajang pamer teknologi kendaraan terbaru, tetapi juga menjadi motor penggerak utama (booster) bagi angka penjualan kendaraan bermotor di tanah air yang sempat mengalami kontraksi pada periode sebelumnya.
Target ambisius senilai Rp 8 triliun ini bukanlah angka yang muncul tanpa perhitungan matang. Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Daswar Marpaung, menegaskan bahwa angka tersebut merupakan target minimal yang sangat realistis untuk dicapai, bahkan berpotensi untuk dilampaui. Keyakinan ini didasarkan pada rekam jejak performa pameran pada tahun-tahun sebelumnya serta analisis mendalam terhadap perilaku konsumen otomotif di Indonesia. Meskipun kondisi pasar otomotif nasional sepanjang tahun 2025 diakui sempat mengalami tekanan dan kontraksi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pihak penyelenggara melihat adanya titik balik yang kuat pada awal 2026. Daswar menjelaskan bahwa penetapan target transaksi ini merujuk pada data terakhir yang tercatat, di mana pada IIMS 2025 saja, terdapat sekitar 804 ribu unit mobil yang berhasil terjual di seluruh jaringan pasar yang terhubung dengan momentum pameran tersebut. Dengan rujukan data yang solid ini, Dyandra enggan memberikan pernyataan yang berlebihan dan memilih tetap berpijak pada angka yang dapat dipertanggungjawabkan secara komprehensif kepada publik dan para pemangku kepentingan.
Strategi Menjaring ‘Real Buyers’ dan Ekspansi Eksibitor Global
Untuk merealisasikan target transaksi triliunan rupiah tersebut, IIMS 2026 akan menerapkan strategi pemasaran yang lebih tajam dan tersegmentasi. Fokus utama Dyandra Promosindo kali ini adalah memastikan bahwa pengunjung yang datang bukan sekadar penikmat pameran yang melakukan window shopping, melainkan para pembeli potensial atau the real buyers. Strategi ini diimplementasikan melalui penyediaan berbagai kemudahan transaksi, program pembiayaan yang atraktif bekerja sama dengan institusi keuangan, hingga peluncuran model-model kendaraan terbaru yang memang telah dinantikan oleh pasar. Selain menargetkan nilai transaksi yang besar, jumlah pengunjung juga dipatok pada angka yang signifikan, yakni mencapai 570 ribu orang selama sebelas hari penyelenggaraan. Angka kunjungan ini setara dengan pencapaian gemilang pada IIMS 2025, yang menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap perkembangan teknologi transportasi tetap berada pada level tertinggi.
Salah satu faktor penentu optimisme penyelenggara adalah lonjakan jumlah partisipan dari merek-merek otomotif ternama. Hingga saat ini, tercatat ada pertumbuhan yang menggembirakan pada jumlah brand mobil dan motor yang telah mengonfirmasi kehadiran mereka. Sektor roda empat akan diramaikan oleh 35 merek mobil, meningkat dari sebelumnya yang hanya 32 merek. Sementara itu, sektor roda dua juga mengalami ekspansi dengan kehadiran 26 merek motor, naik dari 24 merek pada edisi sebelumnya. Secara total, terdapat lebih dari 180 peserta pameran yang mencakup industri pendukung otomotif lainnya. Kehadiran pemain-pemain baru di pasar Indonesia seperti iCAR, XPENG, Chang’an, dan Maxus diprediksi akan menjadi daya tarik utama bagi konsumen yang mencari alternatif kendaraan berbasis teknologi terkini, terutama di segmen kendaraan listrik (EV) yang sedang naik daun.
Inovasi Hiburan dan Penetrasi Pasar Regional di Surabaya dan Balikpapan
IIMS 2026 tidak hanya memposisikan diri sebagai pameran dagang konvensional, melainkan bertransformasi menjadi festival gaya hidup otomotif yang komprehensif. Daswar Marpaung mengungkapkan bahwa sejumlah merek besar telah menjadwalkan peluncuran perdana produk mereka, baik secara nasional maupun global (World Premiere), langsung dari lantai pameran JIExpo Kemayoran. Hal ini diyakini akan menciptakan efek kejut di pasar dan mendorong antusiasme masyarakat untuk segera melakukan pemesanan. Selain deretan kendaraan mengkilap, pengunjung akan disuguhi berbagai hiburan inovatif, mulai dari area go-kart listrik yang ramah lingkungan hingga panggung musik yang menghadirkan penyanyi-penyanyi papan atas tanah air. Sinergi antara otomotif dan olahraga juga diperkuat melalui kompetisi Padel yang akan digelar pada 6–8 Februari 2026, dengan total hadiah yang sangat menggiurkan berupa mobil, motor, hingga uang tunai.
Sisi atraksi juga diperkaya dengan kehadiran sosok fenomenal Adi Strongman, seorang mantan binaragawan dan konten kreator yang dijuluki sebagai manusia terkuat di Indonesia. Ia dijadwalkan akan melakukan aksi spektakuler berupa pertunjukan menarik beban berat berupa mobil, yang diharapkan dapat menjadi magnet bagi pengunjung keluarga dan anak muda. Tidak berhenti di Jakarta, Dyandra Promosindo juga memperluas jangkauan IIMS 2026 ke wilayah-wilayah strategis lainnya di Indonesia guna memastikan penetapan pasar yang merata. Rangkaian pameran regional ini akan berlanjut ke Surabaya pada 27–31 Mei 2026, dan kemudian menyambangi Balikpapan pada 21–25 Oktober 2026. Ekspansi regional ini sangat krusial mengingat potensi pasar otomotif di luar Pulau Jawa yang terus tumbuh seiring dengan perkembangan infrastruktur dan ekonomi daerah.
Momentum Awal Tahun sebagai Barometer Industri
Penyelenggaraan IIMS pada bulan Februari memiliki nilai strategis yang sangat krusial bagi siklus bisnis otomotif di Indonesia. Daswar Marpaung menekankan bahwa momentum awal tahun, terutama sebelum memasuki bulan Ramadan dan Lebaran, merupakan periode emas di mana daya beli masyarakat cenderung meningkat untuk kebutuhan transportasi mudik atau pembaruan kendaraan keluarga. Keberhasilan IIMS 2026 dalam mencapai target transaksi di awal tahun akan menjadi indikator atau barometer penting bagi kinerja penjualan kendaraan hingga akhir tahun. Dengan kata lain, jika IIMS sukses menggairahkan pasar di kuartal pertama, maka industri otomotif secara keseluruhan dapat menikmati efek domino yang positif pada bulan-bulan berikutnya.
Melalui persiapan yang matang dan kolaborasi dengan ratusan merek serta industri pendukung, IIMS 2026 diharapkan mampu menjadi solusi atas kelesuan pasar yang terjadi di tahun sebelumnya. Fokus pada pengalaman pengunjung yang holistik—menggabungkan transaksi bisnis, edukasi teknologi, dan hiburan keluarga—menjadi kunci utama bagi Dyandra Promosindo untuk tetap memimpin pasar pameran otomotif di Asia Tenggara. Para pelaku industri kini menaruh harapan besar agar pameran ini benar-benar menjadi katalisator yang mampu memutar kembali roda ekonomi sektor otomotif nasional ke arah yang lebih agresif dan berkelanjutan.


















