Aksara Lokal
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    5 Zodiak Paling Hoki 30 Januari 2026, Virgo-Aquarius Banjir Cuan

    5 Zodiak Paling Hoki 30 Januari 2026, Virgo-Aquarius Banjir Cuan

    Onadio Leonardo: Rehab Ubah Selektivitas Pertemanan

    Onadio Leonardo: Rehab Ubah Selektivitas Pertemanan

    Nikita Willy: Rahasia Gaya Sederhana Paling Nyaman

    Nikita Willy: Rahasia Gaya Sederhana Paling Nyaman

    Lisa BLACKPINK Duta Nike: Suarakan Kekuatan Perempuan!

    Lisa BLACKPINK Duta Nike: Suarakan Kekuatan Perempuan!

    Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    Rahasia Kulit Daffa Ariq: Perawatan Wajah Jadi Prioritas

    Rahasia Kulit Daffa Ariq: Perawatan Wajah Jadi Prioritas

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    5 Zodiak Paling Hoki 30 Januari 2026, Virgo-Aquarius Banjir Cuan

    5 Zodiak Paling Hoki 30 Januari 2026, Virgo-Aquarius Banjir Cuan

    Onadio Leonardo: Rehab Ubah Selektivitas Pertemanan

    Onadio Leonardo: Rehab Ubah Selektivitas Pertemanan

    Nikita Willy: Rahasia Gaya Sederhana Paling Nyaman

    Nikita Willy: Rahasia Gaya Sederhana Paling Nyaman

    Lisa BLACKPINK Duta Nike: Suarakan Kekuatan Perempuan!

    Lisa BLACKPINK Duta Nike: Suarakan Kekuatan Perempuan!

    Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    Rahasia Kulit Daffa Ariq: Perawatan Wajah Jadi Prioritas

    Rahasia Kulit Daffa Ariq: Perawatan Wajah Jadi Prioritas

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
No Result
View All Result
Aksara Lokal
No Result
View All Result
Home Business

Goldman Sachs Pangkas RI, IHSG Anjlok! Respons Otoritas Pasar

Eka Siregar by Eka Siregar
February 4, 2026
Reading Time: 4 mins read
0
Goldman Sachs Pangkas RI, IHSG Anjlok! Respons Otoritas Pasar

#image_title

RELATED POSTS

Honda Prelude 2026 Ludes Kilat! 100 Unit Habis 3 Hari

AI Rugikan Bisnis RI: 40% Terancam Bangkrut Akibat Utang

J&T Express: Kinerja RI Meroket 60%!

Gejolak signifikan mengguncang pasar modal Indonesia pada periode akhir Januari, memicu kekhawatiran di kalangan investor global dan domestik. Peristiwa ini dipicu oleh keputusan bank investasi raksasa, Goldman Sachs Group Inc., yang secara mengejutkan memangkas peringkat investasi saham Indonesia menjadi underweight. Langkah drastis ini datang menyusul serangkaian peringatan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait aspek kelayakan investasi atau investability di pasar Indonesia, terutama menyoroti isu transparansi dan struktur kepemilikan saham. Dampak instan yang terasa adalah anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) secara drastis, bahkan memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt), serta memicu respons cepat dari otoritas pasar modal dan pemerintah yang berupaya menenangkan investor. Lantas, apa saja detail di balik penurunan peringkat ini, bagaimana dampaknya, dan seperti apa respons dari berbagai pihak?

Goldman Sachs Pangkas Peringkat Saham RI: Analisis Mendalam di Balik Keputusan Krusial

Keputusan Goldman Sachs untuk menurunkan peringkat investasi saham Indonesia menjadi underweight merupakan sebuah sinyal peringatan serius yang tidak bisa diabaikan. Dalam dunia investasi, peringkat underweight mengindikasikan bahwa seorang analis atau lembaga keuangan global memperkirakan suatu aset atau pasar akan berkinerja lebih buruk dibandingkan rata-rata pasar atau indeks acuannya. Ini bukan sekadar rekomendasi biasa, melainkan sebuah panduan strategis yang dapat memengaruhi alokasi modal miliaran dolar dari para investor institusional di seluruh dunia. Penurunan peringkat ini secara spesifik didasari oleh kekhawatiran mendalam yang sebelumnya telah disuarakan oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI), salah satu penyedia indeks pasar global paling berpengaruh.

MSCI menyoroti beberapa aspek fundamental terkait investability pasar Indonesia. Konsep investability merujuk pada kemudahan dan kelayakan bagi investor asing untuk berinvestasi di suatu pasar, mencakup berbagai faktor seperti aksesibilitas pasar, batasan kepemilikan asing, kontrol modal, prosedur penyelesaian transaksi, serta yang paling krusial dalam kasus ini, transparansi kepemilikan saham dan isu free float. Goldman Sachs memperkirakan bahwa kekhawatiran MSCI ini berpotensi memicu arus keluar dana pasif hingga mencapai angka fantastis USD 13 miliar. Angka ini mencerminkan potensi penarikan investasi dari dana-dana pasif yang secara otomatis melacak indeks MSCI, yang akan terpaksa menjual saham-saham Indonesia jika status atau bobotnya dalam indeks direvisi turun. Tidak hanya Goldman Sachs, lembaga keuangan global lainnya, UBS AG, juga turut menurunkan rekomendasi saham domestik Indonesia menjadi netral, semakin mempertegas sentimen negatif yang tengah melanda. Analis Goldman Sachs secara eksplisit memperkirakan bahwa tekanan jual pasif ini akan terus berlanjut dan secara signifikan membebani kinerja pasar saham Indonesia dalam jangka waktu tertentu.

Lebih jauh, Goldman Sachs juga menguraikan skenario ekstrem yang dapat memperparah situasi. Apabila Indonesia diklasifikasikan ulang dari statusnya sebagai pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar frontier (frontier market) oleh MSCI, dana pasif yang mengikuti indeks tersebut berpotensi melepas saham hingga USD 7,8 miliar. Perubahan klasifikasi ini akan mengubah persepsi risiko dan daya tarik investasi secara fundamental. Selain itu, potensi arus keluar dana senilai USD 5,6 miliar juga dapat terjadi apabila FTSE Russell, penyedia indeks global terkemuka lainnya, meninjau ulang metodologi perhitungan free float dan status pasar Indonesia. Kombinasi tekanan-tekanan ini, diperparah dengan meningkatnya gejolak pasar dan potensi penurunan likuiditas, kemungkinan besar akan mendorong investor institusional untuk menyeimbangkan kembali portofolio mereka, mengurangi eksposur terhadap pasar Indonesia, dan mencari alternatif investasi di pasar lain yang dianggap lebih stabil atau transparan.

Isu free float dan kepemilikan saham yang terkonsentrasi memang telah lama menjadi sorotan di pasar Indonesia. Free float merujuk pada jumlah saham suatu perusahaan yang tersedia untuk diperdagangkan secara bebas di pasar oleh publik, tidak termasuk saham yang dipegang oleh pemegang saham pengendali, pemerintah, atau pihak-pihak strategis lainnya. Di Indonesia, banyak perusahaan besar, meskipun memiliki kapitalisasi pasar yang tinggi, dianggap memiliki free float yang rendah dan kepemilikan yang sangat terkonsentrasi. Kondisi ini secara inheren mengurangi likuiditas saham-saham tersebut, menyulitkan investor besar untuk masuk atau keluar dari posisi tanpa memengaruhi harga secara signifikan, dan meningkatkan risiko manipulasi harga. Kekhawatiran MSCI dan Goldman Sachs berakar pada pandangan bahwa kurangnya transparansi data kepemilikan saham dan rendahnya free float dapat menghambat efisiensi pasar dan menciptakan ketidakpastian bagi investor asing. Sebagai respons langsung terhadap sentimen negatif ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok tajam hingga 10 persen pada Kamis (28/1), mencerminkan kepanikan dan aksi jual masif yang dilakukan oleh pelaku pasar.

Respons Otoritas dan Optimisme di Tengah Gejolak Pasar

Efek dari pengumuman MSCI dan downgrade Goldman Sachs tidak hanya terbatas pada sentimen, melainkan termanifestasi dalam pergerakan pasar yang dramatis. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok tajam pada Rabu (28/1), sehari setelah Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan pembekuan sejumlah aksi indeks saham Indonesia. IHSG anjlok 8,12 persen, ditutup pada level 8.250,58. Penurunan yang begitu signifikan ini memicu penghentian sementara perdagangan (trading halt) selama 30 menit, sebuah mekanisme darurat yang diaktifkan oleh bursa untuk meredam kepanikan dan memberikan waktu bagi pelaku pasar untuk mencerna informasi. Berdasarkan data RTI Business, tekanan jual terjadi secara luas, dengan sebanyak 703 saham melemah, menunjukkan bahwa sentimen negatif tidak hanya menargetkan sektor tertentu, melainkan menyapu bersih hampir seluruh konstituen pasar.

Tags: Goldman SachsIHSG AnjlokInvestasi IndonesiaMSCIotoritas pasar modal
ShareTweetPin
Eka Siregar

Eka Siregar

Related Posts

Honda Prelude 2026 Ludes Kilat! 100 Unit Habis 3 Hari
Business

Honda Prelude 2026 Ludes Kilat! 100 Unit Habis 3 Hari

February 3, 2026
AI Rugikan Bisnis RI: 40% Terancam Bangkrut Akibat Utang
Business

AI Rugikan Bisnis RI: 40% Terancam Bangkrut Akibat Utang

February 3, 2026
J&T Express: Kinerja RI Meroket 60%!
Business

J&T Express: Kinerja RI Meroket 60%!

February 3, 2026
OJK: BEI Segera Wajibkan Free Float Saham Jadi 15 Persen
Business

OJK: BEI Segera Wajibkan Free Float Saham Jadi 15 Persen

February 3, 2026
Goldman Sachs Downgrade Saham Indonesia, Ternyata Ini Pemicu Utamanya
Business

Goldman Sachs Downgrade Saham Indonesia, Ternyata Ini Pemicu Utamanya

February 3, 2026
Bursa Asia Menghijau, IHSG Malah Anjlok 1,06 Persen ke 8.232
Business

Bursa Asia Menghijau, IHSG Malah Anjlok 1,06 Persen ke 8.232

February 3, 2026
Next Post
WNI Ditangkap di Norwegia dan Update Terbaru Virus Nipah

WNI Ditangkap di Norwegia dan Update Terbaru Virus Nipah

Pemicu Utama Anomali Puncak Musim Hujan 2026 Terungkap

Pemicu Utama Anomali Puncak Musim Hujan 2026 Terungkap

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended Stories

Adly Fairuz Kooperatif Gugatan, Peluang Damai Terbuka

Adly Fairuz Kooperatif Gugatan, Peluang Damai Terbuka

February 4, 2026
Prabowo akan tampil di WEF Davos, perkenalkan konsep “Prabowonomics” ke dunia

Prabowo akan tampil di WEF Davos, perkenalkan konsep “Prabowonomics” ke dunia

January 24, 2026
KCI Upayakan Perluasan Rute KRL Commuter Line hingga Cikampek

KCI Upayakan Perluasan Rute KRL Commuter Line hingga Cikampek

January 31, 2026

Popular Stories

  • POCARI SWEAT Run 2026 siap digelar: Indonesia membiru lewat sport tourism

    POCARI SWEAT Run 2026 siap digelar: Indonesia membiru lewat sport tourism

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor Cisarua: Lumpur Maut Mengubur Desa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 ABK WNI Jadi Korban Pembajakan Kapal Ikan di Somalia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sukses Berdayakan Desa, BNI Sabet Penghargaan Hari Desa Nasional 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transjakarta Banjir: Ini Penjelasan Terbaru!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aksara Lokal

Rangkuman berita yang dikemas oleh penulis profesional dengan bantuan AI seperti yang dibicarakan oleh wapres

Recent Posts

  • Prakiraan cuaca Kaltim 30 Jan 2026 BMKG: 2 wilayah berpotensi hujan petir, Kubar waspada udara kabur
  • Eks Sekwan Bengkulu Divonis 4 Tahun Penjara, Ini Alasannya
  • Rusdi Masse Gabung PSI, Anak Jabat Ketua DPW Sulsel

Categories

  • Agama Spiritual
  • Arkeologi
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Business
  • Cuaca
  • Culture
  • Economy
  • Edukasi Ketenagakerjaan
  • Energi
  • Health
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kebakaran Industri
  • Kecelakaan Lalu Lintas
  • Kecelakaan Maritim
  • Kecelakaan Pesawat
  • Keluarga
  • Keruntuhan Struktur
  • Keselamatan Penerbangan
  • Kriminal
  • Kripto
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Mitigasi Bencana
  • News
  • Opinion
  • Paleontologi
  • Pangan dan Gizi
  • Pemulihan Bencana
  • Pencarian Orang Hilang
  • Pendidikan
  • Pertahanan Nasional
  • Politics
  • Resiliensi Masyarakat
  • Sains
  • Sports
  • Tech
  • Travel
  • World

© 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Business
    • Culture
    • Economy
    • Lifestyle
    • Travel
    • Opinion
    • Politics
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026