- 0,5 gram: Rp 1.534.000 – Pilihan ini sangat ideal bagi investor pemula atau mereka yang ingin melakukan diversifikasi portofolio dengan nominal kecil.
- 1 gram: Rp 2.925.000 – Ukuran satu gram merupakan standar yang paling umum diperdagangkan dan menjadi tolok ukur utama dalam fluktuasi harga emas harian.
- 2 gram: Rp 5.762.000 – Bagi investor yang ingin menambah kepemilikan dengan jumlah yang lebih substansial, opsi dua gram menawarkan efisiensi harga per gram yang lebih baik dibandingkan pembelian terpisah dalam unit yang lebih kecil.
- 5 gram: Rp 14.299.000 – Kenaikan ke unit lima gram menunjukkan adanya potensi diskon atau harga yang lebih kompetitif per gramnya, mencerminkan skala ekonomi dalam produksi dan penjualan.
- 10 gram: Rp 28.523.000 – Pembelian dalam jumlah sepuluh gram seringkali menjadi pilihan bagi investor yang memiliki pandangan jangka menengah hingga panjang dan ingin mengalokasikan sebagian besar modalnya.
- 25 gram: Rp 71.132.000 – Unit yang lebih besar seperti 25 gram biasanya menawarkan harga per gram yang lebih menarik lagi, menjadikannya pilihan investasi yang efisien bagi mereka yang memiliki kapasitas modal lebih besar.
- 50 gram: Rp 142.152.000 – Dengan nilai investasi yang signifikan, unit 50 gram menunjukkan komitmen investor terhadap aset fisik yang dianggap stabil.
- 100 gram: Rp 284.162.000 – Pembelian emas dalam jumlah 100 gram seringkali dilakukan oleh investor institusional atau individu dengan kekayaan bersih tinggi yang menggunakan emas sebagai bagian dari strategi manajemen kekayaan mereka.
- 250 gram: Rp 708.661.000 – Pada skala ini, harga per gram menjadi sangat kompetitif, dan pembelian ini mencerminkan strategi investasi yang serius dan terencana.
- 500 gram: Rp 1.417.320.000 – Volume besar ini menunjukkan kepercayaan tinggi pada nilai emas sebagai penyimpan kekayaan jangka panjang.
- 1.000 gram: Rp 2.834.640.000 – Unit terbesar ini merupakan pembelian yang sangat substansial, seringkali dilakukan oleh entitas yang sangat besar atau sebagai bagian dari diversifikasi aset yang sangat luas.
Detail Harga Emas dari UBS
UBS, sebuah nama yang memiliki reputasi global dalam layanan keuangan, juga turut serta dalam pasar emas dengan menawarkan produk yang kompetitif. Berikut adalah rincian harga emas dari UBS pada hari ini:
- 0,5 gram: Rp 1.608.000 – Harga untuk unit terkecil ini menunjukkan sedikit perbedaan dibandingkan Galeri24, yang dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor operasional dan strategi penetapan harga.
- 1 gram: Rp 2.974.000 – Unit satu gram dari UBS sedikit lebih tinggi dari Galeri24, sebuah perbedaan yang perlu dipertimbangkan oleh investor saat membandingkan penawaran.
- 2 gram: Rp 5.901.000 – Peningkatan ke unit dua gram juga menunjukkan selisih harga yang konsisten dengan unit yang lebih kecil, memberikan gambaran tentang struktur harga UBS.
- 5 gram: Rp 14.582.000 – Pembelian lima gram dari UBS menempatkan harga pada level yang juga perlu diperhitungkan oleh investor yang membandingkan efisiensi biaya.
- 10 gram: Rp 29.010.000 – Unit sepuluh gram dari UBS sedikit lebih tinggi dari Galeri24, menggarisbawahi pentingnya perbandingan harga yang cermat.
- 25 gram: Rp 72.383.000 – Pada unit 25 gram, perbedaan harga antara kedua penyedia tetap ada, yang dapat menjadi faktor penentu bagi investor dengan volume pembelian yang lebih besar.
- 50 gram: Rp 144.468.000 – Pembelian emas dalam jumlah 50 gram dari UBS memerlukan pertimbangan harga yang lebih mendalam, terutama jika investor membandingkan dengan penawaran dari Galeri24.
- 100 gram: Rp 288.823.000 – Pada skala 100 gram, perbedaan harga menjadi lebih signifikan dalam nilai absolut, sehingga memerlukan analisis yang lebih teliti.
- 250 gram: Rp 721.843.000 – Pembelian dalam jumlah besar seperti 250 gram dari UBS menyoroti pentingnya membandingkan tidak hanya harga per gram, tetapi juga total biaya investasi.
- 500 gram: Rp 1.441.992.000 – Dengan nilai investasi yang sangat besar, perbedaan kecil dalam harga per gram dapat menghasilkan selisih yang substansial.
Analisis Tren dan Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas
Tren kenaikan harga emas yang terus berlanjut pada tanggal 26 Januari 2026 bukanlah fenomena yang terjadi secara kebetulan. Fenomena ini merupakan cerminan dari interaksi kompleks berbagai faktor makroekonomi dan geopolitik yang membentuk persepsi pasar terhadap emas sebagai aset lindung nilai. Ketidakpastian ekonomi global, yang ditandai dengan inflasi yang persisten di beberapa negara, perlambatan pertumbuhan ekonomi, dan potensi resesi, secara inheren mendorong investor untuk mencari aset yang dianggap lebih stabil dan mampu mempertahankan nilainya. Dalam skenario seperti ini, emas seringkali menjadi pilihan utama karena sifatnya yang langka dan permintaannya yang cenderung stabil, bahkan meningkat, ketika aset-aset lain mengalami tekanan.
Selain itu, kebijakan moneter dari bank-bank sentral utama dunia juga memainkan peran krusial. Jika bank sentral melanjutkan kebijakan pelonggaran moneter, seperti penurunan suku bunga atau program pembelian aset, hal ini dapat mengurangi daya tarik instrumen investasi berbasis bunga dan mengalihkan minat investor ke aset riil seperti emas. Sebaliknya, jika bank sentral mengambil langkah pengetatan moneter yang agresif, seperti kenaikan suku bunga, hal ini bisa memberikan tekanan pada harga emas. Namun, pada tanggal 26 Januari 2026, tampaknya sentimen pasar lebih condong pada kekhawatiran ekonomi daripada prospek pengetatan moneter yang agresif, sehingga mendukung kenaikan harga emas.
Faktor geopolitik juga tidak bisa diabaikan. Ketegangan antarnegara, konflik regional, atau ketidakstabilan politik di wilayah-wilayah strategis dapat memicu kekhawatiran global dan mendorong investor untuk beralih ke emas. Emas, dengan sejarahnya sebagai penyimpan nilai yang teruji oleh waktu, menawarkan rasa aman psikologis bagi investor di tengah gejolak dunia. Oleh karena itu, kombinasi dari faktor ekonomi, moneter, dan geopolitik inilah yang secara kolektif mendorong harga emas untuk terus mencatatkan tren kenaikan.


















