- Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) (2009–2015): Di posisi ini, ia berperan aktif dalam memperluas basis investor domestik dan memodernisasi infrastruktur perdagangan bursa.
- Direktur Keuangan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) (2015–2016): Mengelola aspek finansial dari lembaga penyimpanan dan penyelesaian transaksi efek di Indonesia.
- Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) (2016–2019): Memimpin transformasi digital dalam sistem administrasi efek nasional.
- Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas (2020–2022): Membawa perusahaan sekuritas pelat merah ini bersaing di tengah ketatnya kompetisi pialang saham digital.
- Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK (2022–Sekarang): Fokus pada perlindungan konsumen dan penegakan etika bisnis di sektor keuangan.
Peran Strategis dalam Pelindungan Konsumen dan Kiprah Internasional
Selain tanggung jawab utamanya di OJK, Friderica juga dikenal sebagai garda terdepan dalam pemberantasan kejahatan keuangan. Sejak tahun 2023, ia mengemban amanah sebagai Koordinator Dewan Pembina Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) serta Indonesia Anti-Scam Centre (IASC). Peran ini sangat vital di tengah maraknya fenomena pinjaman online ilegal dan investasi bodong yang meresahkan masyarakat. Keberhasilannya mengintegrasikan berbagai lembaga dalam Satgas PASTI menjadi salah satu poin plus yang membuatnya dipercaya menduduki kursi Ketua Dewan Komisioner.
Di level internasional, kiprah Friderica diakui oleh berbagai lembaga prestisius. Ia menjadi representasi Indonesia sebagai anggota Advisory Board The OECD International Network on Financial Education (OECD/INFE) serta Governing Council International Financial Consumer Protection Organization (FinCoNet) sejak tahun 2022. Pengalaman internasional ini diharapkan dapat membawa standar pengawasan OJK setara dengan praktik terbaik (best practices) global, terutama dalam hal transparansi pasar yang belakangan ini dikritik oleh MSCI.
Pengakuan atas dedikasinya juga datang dalam bentuk berbagai penghargaan bergengsi. Pada tahun 2025, ia dianugerahi gelar Indonesia Outstanding Women Leader in Financial Services oleh CNN Indonesia. Selain itu, ia juga meraih BIG 40 Awards dalam kategori Consumer Protection Governance Strategist dari Bisnis Indonesia, serta dinobatkan sebagai The Most Outstanding Woman 2025 oleh majalah Infobank. Rentetan penghargaan ini menegaskan posisi Friderica sebagai salah satu tokoh perempuan paling berpengaruh di sektor keuangan Indonesia saat ini.
Kini, dengan kepemimpinan baru di bawah Friderica Widyasari Dewi dan Hasan Fawzi, publik menaruh harapan besar agar OJK dapat segera memulihkan stabilitas IHSG dan melakukan reformasi internal yang menyeluruh. Fokus utama kepemimpinan baru ini diprediksi akan tertuju pada peningkatan transparansi emiten, penguatan pengawasan transaksi derivatif, serta percepatan operasional bursa karbon yang menjadi agenda hijau pemerintah. Tantangan besar menanti, namun rekam jejak panjang Friderica di pasar modal menjadi modalitas utama untuk membawa OJK keluar dari badai krisis kepercayaan ini.

















