- Perluasan Akses Pembiayaan: Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menyasar sektor-sektor produktif di desa seperti pertanian, peternakan, dan kerajinan tangan dengan proses yang lebih mudah dan cepat.
- Penguatan BUMDes: Memberikan fasilitas perbankan terintegrasi bagi BUMDes untuk mengelola arus kas, sistem pembayaran, hingga akses modal kerja untuk ekspansi usaha.
- Literasi dan Edukasi Keuangan: Menyelenggarakan program pelatihan berkelanjutan bagi perangkat desa dan pelaku usaha lokal mengenai pentingnya pencatatan keuangan digital dan pengelolaan aset.
- Digitalisasi Transaksi Desa: Mendorong penggunaan QRIS dan aplikasi mobile banking di pasar-pasar desa untuk menciptakan ekosistem transaksi yang transparan dan efisien.
- Agen46 sebagai Perpanjangan Tangan: Menempatkan ribuan Agen46 di pelosok desa agar masyarakat tidak perlu menempuh jarak jauh ke kantor cabang untuk melakukan transaksi perbankan dasar.
Direktur Kelembagaan BNI, Eko Setyo Nugroho, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan merupakan titik akhir, melainkan sebuah penguatan komitmen bagi seluruh insan BNI untuk terus hadir di tengah masyarakat desa. Perseroan menyadari bahwa fondasi ekonomi nasional yang kokoh hanya bisa tercipta jika ekonomi di tingkat desa bergerak dinamis. Dengan dukungan teknologi digital yang mumpuni, BNI berupaya memangkas kesenjangan antara perkotaan dan perdesaan, memastikan bahwa setiap warga desa memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses layanan perbankan berkualitas. Fokus ke depan adalah bagaimana mengoptimalkan potensi ekspor produk-produk unggulan desa melalui program BNI Xpora, sehingga komoditas lokal desa bisa menembus pasar internasional dan meningkatkan taraf hidup masyarakat secara signifikan.
| Aspek Pemberdayaan | Target Capaian BNI | Dampak bagi Desa |
|---|---|---|
| Akses KUR Mikro | Petani dan Nelayan | Peningkatan produktivitas hasil alam |
| Digitalisasi BUMDes | Pengelola BUMDes | Transparansi dan akuntabilitas keuangan desa |
| Program Agen46 | Warung dan Toko Kelontong | Kemudahan transaksi perbankan di lokasi terdekat |
Keberhasilan BNI dalam meraih penghargaan ini juga mencerminkan keberhasilan strategi perseroan dalam menyelaraskan tujuan bisnis dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Dengan membangun ekosistem desa yang mandiri, BNI secara tidak langsung juga memperluas basis nasabah masa depannya. Transformasi desa menjadi pusat pertumbuhan baru akan mengurangi arus urbanisasi yang tidak terkendali dan menciptakan pusat-pusat ekonomi baru di daerah. Hal ini selaras dengan visi pemerintah untuk menciptakan pembangunan yang tidak hanya berpusat di kota besar (Java-centric), tetapi merata ke seluruh pelosok negeri (Indonesia-centric). BNI berkomitmen untuk terus menjadi motor penggerak dalam mewujudkan desa-desa yang cerdas, mandiri, dan sejahtera melalui inovasi layanan keuangan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Menutup pernyataannya, Eko Setyo Nugroho memastikan bahwa pengembangan program pemberdayaan desa akan terus dilanjutkan dan ditingkatkan skalanya. BNI akan terus bersinergi dengan Kemendes PDT untuk mengidentifikasi desa-desa potensial yang membutuhkan intervensi perbankan lebih dalam. Upaya ini merupakan bagian dari peran strategis perseroan dalam mendukung pembangunan nasional yang inklusif, merata, dan berkeadilan. Dengan fondasi ekonomi yang kuat di tingkat desa, Indonesia diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan ekonomi global di masa depan dengan lebih tangguh. Penghargaan di Hari Desa Nasional 2026 ini menjadi katalisator bagi BNI untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan bangsa melalui pemberdayaan masyarakat desa.


















