| Tanggal | Kategori Status | Wilayah Terdampak Utama |
|---|---|---|
| 23 Januari | AWAS (Ekstrem) | Banten, DKI Jakarta, Jawa Timur |
| 23 Januari | SIAGA (Hujan Lebat) | Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Bali, NTB, NTT |
| 24 Januari | WASPADA (Angin Kencang) | Aceh, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur |
| 25 Januari | SIAGA (Hujan Lebat) | DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY |
| 25 Januari | WASPADA (Hujan Lebat) | Jawa Timur, NTB, NTT |
Penting untuk dicatat bahwa perubahan cuaca dapat terjadi secara mendadak melampaui prediksi model jika terjadi anomali lokal yang kuat. Oleh karena itu, BMKG menyarankan agar masyarakat selalu memantau informasi terkini melalui aplikasi mobile resmi, situs web, atau kanal media sosial otoritas terkait. Bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir, disarankan untuk mulai mengamankan dokumen-dokumen penting ke tempat yang lebih tinggi dan menyiapkan tas siaga bencana. Bagi para pengendara, visibilitas yang menurun saat hujan lebat dan risiko jalan licin harus menjadi perhatian utama guna menghindari kecelakaan lalu lintas. Koordinasi antar instansi terkait, termasuk sektor transportasi udara dan laut, juga terus ditingkatkan mengingat kondisi gelombang tinggi yang mungkin terjadi di perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara sebagai dampak tidak langsung dari sistem tekanan rendah yang berkembang di wilayah tersebut.
Sebagai penutup dari rangkaian peringatan ini, BMKG menegaskan bahwa seluruh 38 provinsi di Indonesia tetap harus memantau prakiraan cuaca lokal masing-masing, karena meskipun fokus utama berada di Pulau Jawa dan Nusa Tenggara, wilayah lain seperti Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua juga memiliki potensi gangguan cuaca yang bersifat lokal namun intens. Pemanfaatan teknologi radar cuaca dan satelit Himawari-9 terus dioptimalkan untuk memberikan data real-time kepada publik. Dengan adanya informasi yang mendalam dan terperinci ini, diharapkan tingkat risiko dapat ditekan serendah mungkin, dan masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan di tengah tantangan cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia di awal tahun ini.

















