Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan melanda sebagian besar wilayah Kalimantan Timur pada Jumat, 30 Januari 2026, di mana dinamika atmosfer menunjukkan adanya sirkulasi siklonik yang memicu hujan lebat disertai petir di kota-kota strategis seperti Balikpapan dan Bontang. Kondisi atmosferik yang tidak stabil ini dipicu oleh fenomena pertemuan angin (konvergensi) di beberapa perairan strategis Indonesia, termasuk Selat Makassar, yang secara langsung meningkatkan pertumbuhan awan konvektif di atas langit Benua Etam. Masyarakat di sepuluh kabupaten dan kota diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang terjadi secara lokal dan tiba-tiba, mengingat suhu udara yang berfluktuasi antara 20 hingga 29 derajat Celsius dibarengi dengan tingkat kelembapan udara yang sangat tinggi, mencapai puncaknya di angka 99 persen.
Secara umum, kondisi meteorologis di Kalimantan Timur pada akhir Januari ini didominasi oleh massa udara basah yang tertahan di wilayah daratan. BMKG mencatat bahwa kelembapan relatif yang berkisar antara 74 hingga 99 persen akan menciptakan suasana yang terasa lebih gerah meskipun suhu udara tidak mencapai angka ekstrem di atas 30 derajat. Tingginya kadar uap air di udara ini menjadi bahan bakar utama bagi pembentukan awan Cumulonimbus yang berpotensi menghasilkan hujan petir dan angin kencang sesaat. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan beraktivitas di luar ruangan, tetapi juga pada kesehatan masyarakat, di mana kelembapan tinggi seringkali memicu masalah pernapasan dan kelelahan fisik yang lebih cepat bagi warga yang beraktivitas di lapangan.
Analisis Potensi Hujan Petir di Wilayah Pesisir dan Pusat Industri
Wilayah pesisir timur dan selatan Kalimantan Timur diprediksi akan menjadi zona yang paling terdampak oleh potensi hujan disertai kilat atau petir. Kota Balikpapan, sebagai pusat ekonomi dan gerbang utama provinsi, diprakirakan akan mengalami cuaca petir dengan suhu udara yang cukup stabil di angka 24 hingga 28 derajat Celsius. Tingkat kelembapan di Balikpapan yang mencapai 76 hingga 98 persen menunjukkan potensi penguapan yang tinggi dari wilayah perairan sekitarnya. Kondisi serupa juga membayangi Kota Bontang, di mana aktivitas industri vital harus mewaspadai sambaran petir. BMKG memprediksi suhu di Bontang berkisar antara 23 hingga 29 derajat Celsius dengan kelembapan 74 hingga 97 persen. Sementara itu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) yang kini menjadi sorotan nasional, juga tidak luput dari ancaman hujan petir dengan suhu 23 hingga 28 derajat Celsius dan kelembapan mencapai 98 persen, yang memerlukan perhatian ekstra bagi para pekerja konstruksi dan mobilitas logistik di kawasan tersebut.
Di sisi lain, ibu kota provinsi, Kota Samarinda, diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas ringan yang berlangsung secara sporadis. Meskipun tidak se-ekstrem wilayah pesisir, suhu udara di Samarinda yang berada pada rentang 24 hingga 29 derajat Celsius dengan kelembapan 74 hingga 98 persen tetap menyimpan potensi genangan air di titik-titik rawan banjir akibat drainase yang mungkin tidak mampu menampung debit air secara mendadak. Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Paser juga diprediksi mengalami pola cuaca yang hampir identik. Di Kutai Kartanegara, suhu diprakirakan berada di angka 23 hingga 29 derajat Celsius, sedangkan di Paser suhu sedikit lebih sejuk di angka 23 hingga 28 derajat Celsius. Kedua wilayah ini memiliki tingkat kelembapan maksimal hingga 99 persen, yang berarti udara hampir jenuh dengan uap air, meningkatkan risiko terjadinya hujan ringan yang awet atau persisten sepanjang hari.
Detail Prakiraan Cuaca Berdasarkan Wilayah Kabupaten dan Kota
Untuk wilayah utara dan pedalaman, Kabupaten Berau diprediksi akan diselimuti hujan ringan dengan suhu yang relatif lebih dingin dibandingkan wilayah pesisir lainnya, yakni berkisar antara 22 hingga 27 derajat Celsius. Kelembapan di Berau tetap tinggi di angka 79 hingga 99 persen, yang dapat mempengaruhi jarak pandang bagi transportasi laut dan udara di wilayah tersebut. Kabupaten Kutai Timur juga mengikuti pola yang sama dengan prediksi hujan ringan pada suhu 22 hingga 29 derajat Celsius. Namun, fenomena unik diprakirakan terjadi di Kabupaten Kutai Barat, di mana BMKG mendeteksi adanya potensi “udara kabur” atau mist. Kondisi ini biasanya terjadi akibat akumulasi partikel air atau polutan di lapisan atmosfer bawah yang terjebak oleh suhu dingin di pagi hari, dengan rentang suhu 23 hingga 29 derajat Celsius dan kelembapan 73 hingga 98 persen. Pengendara di jalur darat trans-Kalimantan diimbau ekstra hati-hati terhadap penurunan jarak pandang ini.
Berbeda dengan wilayah lainnya yang didominasi hujan, Kabupaten Mahakam Ulu yang berada di hulu sungai diprakirakan akan mengalami kondisi cuaca yang lebih bersahabat, yakni cerah berawan. Wilayah ini juga mencatatkan suhu terendah di seluruh Kalimantan Timur, mencapai 20 derajat Celsius pada malam hari dan maksimal 27 derajat Celsius di siang hari. Kelembapan di Mahakam Ulu memiliki rentang yang cukup lebar, mulai dari 63 hingga 99 persen, memberikan kesempatan bagi warga setempat untuk melakukan aktivitas luar ruangan dengan lebih leluasa, meskipun kewaspadaan terhadap perubahan cuaca mendadak di daerah pegunungan tetap harus dijaga. Kondisi cerah berawan ini merupakan anomali positif di tengah kepungan awan hujan yang menyelimuti sebagian besar wilayah Benua Etam pada tanggal tersebut.
Mitigasi Risiko dan Panduan Keselamatan Masyarakat
Menanggapi prakiraan cuaca yang menunjukkan dominasi hujan petir dan kelembapan tinggi ini, BMKG memberikan sejumlah imbauan strategis guna meminimalisir risiko bencana hidrometeorologi. Masyarakat sangat disarankan untuk tidak berteduh di bawah pohon besar, papan reklame, atau di dekat tiang listrik saat hujan mulai turun disertai petir, karena objek-objek tersebut memiliki risiko tinggi tersambar atau tumbang. Bagi para pengendara, terutama roda dua, penggunaan jas hujan yang aman dan tidak menghalangi gerak sangat dianjurkan, serta menghindari genangan air yang tidak diketahui kedalamannya untuk mencegah terjadinya kecelakaan akibat lubang yang tertutup air atau risiko aquaplaning bagi kendaraan roda empat.
Selain keselamatan fisik, perlindungan terhadap aset dan kesehatan juga menjadi prioritas. Warga diimbau untuk memastikan saluran drainase di sekitar tempat tinggal tidak tersumbat oleh sampah guna mencegah luapan air. Mengingat tingginya tingkat kelembapan, penting bagi masyarakat untuk menjaga daya tahan tubuh dengan konsumsi vitamin dan air putih yang cukup, serta memastikan barang-barang elektronik terlindungi dari lonjakan arus listrik yang mungkin terjadi akibat sambaran petir di jaringan PLN. Pantauan secara berkala terhadap kanal informasi resmi BMKG, baik melalui aplikasi mobile, media sosial, maupun siaran berita lokal, menjadi kunci utama dalam mendapatkan peringatan dini (nowcasting) yang lebih akurat dan terkini mengenai pergerakan awan hujan di wilayah masing-masing.
| Kabupaten/Kota | Prediksi Cuaca | Suhu (°C) | Kelembapan (%) |
|---|---|---|---|
| Samarinda | Hujan Ringan | 24 – 29 | 74 – 98 |
| Balikpapan | Hujan Petir | 24 – 28 | 76 – 98 |
| Bontang | Hujan Petir | 23 – 29 | 74 – 97 |
| Penajam Paser Utara | Hujan Petir | 23 – 28 | 81 – 98 |
| Kutai Kartanegara | Hujan Ringan | 23 – 29 | 71 – 99 |
| Paser | Hujan Ringan |


















