Memasuki Jumat, 13 Februari 2026, langit Lhokseumawe, Provinsi Aceh, diselimuti awan tebal sejak pagi, namun seiring berjalannya waktu, terik matahari mulai terasa menyengat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Malikussaleh Aceh Utara merilis prakiraan rinci yang menggambarkan dinamika cuaca di wilayah tersebut, termasuk prediksi hujan ringan di beberapa daerah tetangga hingga awal pekan depan. Laporan ini merangkum kondisi cuaca Lhokseumawe pada Jumat pagi, siang, dan malam, serta memberikan pandangan jangka pendek untuk enam kabupaten/kota di Aceh, meliputi Bener Meriah, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Langsa, dari Sabtu hingga Senin mendatang.

Kondisi cuaca di Lhokseumawe pada pagi hari Jumat, 13 Februari 2026, dilaporkan berawan oleh BMKG Stasiun Meteorologi Malikussaleh Aceh Utara. Namun, pengamatan langsung di lapangan oleh wartawan Serambinews.com, Saiful Bahri, menunjukkan bahwa langit Lhokseumawe justru tampak cerah di awal hari. Perbedaan ini mungkin mencerminkan perbedaan skala observasi atau perkembangan cuaca yang cepat. Seiring berjalannya waktu, tepatnya memasuki pukul 09.00 WIB, intensitas panas mulai meningkat secara signifikan, menandakan perubahan kondisi atmosfer. Keadaan ini berlanjut hingga tengah hari, di mana pada pukul 12.00 WIB, cuaca di Lhokseumawe dilaporkan masih terik, dengan suhu udara yang diperkirakan berkisar antara 23 hingga 34 derajat Celcius. Rentang suhu ini menunjukkan adanya variasi yang cukup lebar, di mana suhu terendah kemungkinan terjadi pada dini hari atau malam hari, sementara suhu tertinggi mencapai puncaknya di siang hari, sejalan dengan intensitas radiasi matahari.
Perluasan Prediksi Cuaca untuk Sebagian Aceh
Lebih lanjut, BMKG Stasiun Meteorologi Malikussaleh Aceh Utara tidak hanya memberikan gambaran cuaca untuk Lhokseumawe pada hari Jumat, tetapi juga merilis prediksi yang lebih luas mencakup sebagian wilayah Aceh untuk periode tiga hari ke depan. Prediksi ini, yang dibagikan melalui grup WhatsApp Info BMKG Malikussaleh, mencakup enam kabupaten/kota, yaitu Bener Meriah, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Langsa. Periode prediksi ini dimulai dari Sabtu, 14 Februari 2026, hingga Senin, 16 Februari 2026. Fokus utama prediksi ini adalah kemungkinan terjadinya hujan dan kondisi berawan di wilayah-wilayah tersebut, memberikan gambaran awal bagi masyarakat mengenai potensi perubahan cuaca yang mungkin terjadi dalam beberapa hari mendatang.
Rincian Prediksi Cuaca Harian per Wilayah
Analisis mendalam terhadap prediksi BMKG menunjukkan pola cuaca yang berbeda antar wilayah dalam periode tiga hari tersebut. Pada hari Sabtu, 14 Februari 2026, wilayah Bener Meriah diprediksi akan dilanda hujan ringan. Sementara itu, wilayah Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Langsa diperkirakan akan memiliki cuaca berawan. Pergeseran pola cuaca terjadi pada hari Minggu, 15 Februari 2026, di mana keenam wilayah yang diprediksi, yaitu Bener Meriah, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Langsa, semuanya diprediksi akan mengalami hujan ringan. Tren serupa berlanjut hingga hari terakhir periode prediksi, Senin, 16 Februari 2026, di mana Bener Meriah, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, Aceh Timur, dan Langsa kembali diprediksi akan dilanda hujan ringan. Informasi ini sangat krusial bagi perencanaan aktivitas masyarakat, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan atau bergantung pada kondisi cuaca untuk kelancaran pekerjaan.
Selain prediksi curah hujan, BMKG juga memberikan informasi mengenai rentang suhu udara untuk wilayah-wilayah tersebut. Khusus untuk Bener Meriah, suhu udara diprediksi akan berkisar antara 16 hingga 28 derajat Celcius. Rentang suhu ini menunjukkan adanya perbedaan yang cukup signifikan antara suhu terendah di pagi atau malam hari dengan suhu tertinggi di siang hari, yang umum terjadi di daerah pegunungan atau dataran tinggi. Sementara itu, untuk wilayah Langsa, Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, dan Bireuen, rentang suhu udara diprediksi lebih sempit dan cenderung lebih hangat, yaitu berkisar antara 24 hingga 34 derajat Celcius. Perbedaan suhu ini mencerminkan variasi geografis dan ketinggian dari masing-masing wilayah, yang memengaruhi karakteristik iklim lokal.
Prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh BMKG ini merupakan hasil dari analisis data meteorologi yang kompleks, melibatkan pemantauan satelit, radar cuaca, dan stasiun pengamatan darat. BMKG, sebagai lembaga pemerintah yang bertanggung jawab atas penyediaan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika di Indonesia, terus berupaya memberikan prediksi yang akurat untuk membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai kondisi cuaca. Informasi ini dapat diakses melalui berbagai kanal, termasuk situs web resmi BMKG, aplikasi mobile, serta melalui rilis pers dan media sosial. Dengan memahami prediksi cuaca ini, masyarakat di Lhokseumawe dan sekitarnya dapat lebih siap dalam merencanakan aktivitas sehari-hari, mengantisipasi potensi dampak dari perubahan cuaca, dan menjaga keselamatan.
Sebagai tambahan, data dari sumber lain seperti AccuWeather juga menunjukkan bahwa Lhokseumawe dapat mengalami variasi cuaca yang signifikan, dengan potensi prediksi hingga 90 hari ke depan yang mencakup perkiraan suhu tertinggi, terendah, dan peluang curah hujan. Hal ini menegaskan pentingnya untuk terus memantau informasi cuaca terkini dari sumber yang terpercaya. BMKG Aceh secara rutin memberikan informasi cuaca terkini, termasuk suhu, kelembaban, dan kecepatan angin untuk seluruh wilayah Aceh, yang dapat diakses untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi atmosfer.
Secara keseluruhan, prediksi cuaca untuk Lhokseumawe pada Jumat, 13 Februari 2026, menunjukkan adanya kondisi berawan di pagi hari yang kemudian berkembang menjadi cuaca terik di siang hari, dengan rentang suhu yang cukup lebar. Sementara itu, untuk periode 14-16 Februari 2026, sebagian besar wilayah Aceh, termasuk Lhokseumawe dan sekitarnya, diprediksi akan mengalami hujan ringan, dengan Bener Meriah menjadi salah satu wilayah yang paling sering diprediksi hujan. Informasi ini sangat berharga bagi masyarakat untuk melakukan adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan cuaca yang dinamis.

















