Pada Kamis, 22 Januari, pasar keuangan global menunjukkan dinamika yang kompleks, di mana sentimen investor bergeser dari kekhawatiran geopolitik ke fundamental ekonomi yang mendasari, meskipun ada komentar yang berpotensi memicu ketidakpastian. Kepala strategi dan riset investasi di Glenmede, Jason Pride, memberikan perspektif yang menenangkan terkait isu akuisisi Greenland, menyatakan bahwa kepemilikan Greenland secara langsung tidak akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan. “Saya rasa siapa pun yang memiliki Greenland tidak memiliki dampak langsung pada apa pun, dalam hal ekonomi,” ujar Pride, sebagaimana dikutip dari Reuters. Namun, ia dengan cepat menambahkan peringatan penting: “Dampak ekonominya adalah apakah kita semua akan mulai memberlakukan tarif satu sama lain.” Pernyataan ini menyoroti kekhawatiran yang lebih besar di balik isu geopolitik, yaitu potensi eskalasi perang dagang dan proteksionisme yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi global secara menyeluruh. Pasar Wall Street, sebelum pengumuman yang kurang detail mengenai Greenland pada pertengahan hari, sebenarnya telah menunjukkan momentum positif, merespons aksi jual besar-besaran yang terjadi pada hari Selasa sebelumnya. Investor memanfaatkan koreksi pasar untuk melakukan pembelian, mendorong indeks acuan naik lebih dari 1 persen di awal sesi perdagangan. Namun, seiring berjalannya siang hari, energi positif ini mulai mereda, mengindikasikan bahwa para pelaku pasar masih mencari kejelasan di tengah ketidakpastian.
Divergensi Pasar: Kekuatan Fundamental AS Melawan Geopolitik Global


















