Pemerintah Indonesia mengumumkan langkah strategis untuk menggerakkan roda perekonomian menjelang momen Lebaran 2026, dengan menggelontorkan stimulus ekonomi senilai Rp 911,16 miliar. Dana besar ini dialokasikan secara khusus untuk memberikan diskon signifikan pada berbagai moda transportasi, mencakup tiket kereta api, kapal laut, dan pesawat terbang. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, pada Selasa, 10 Februari 2026, di Stasiun Gambir, Jakarta. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya meringankan beban masyarakat dalam merayakan hari besar keagamaan, tetapi juga menjadi katalisator penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional melalui peningkatan mobilitas dan aktivitas pariwisata.
Stimulus Ekonomi Rp 911 Miliar: Mendorong Mobilitas dan Perekonomian
Dalam rangka menyambut Hari Besar Keagamaan dan Idul Fitri 1447 Hijriah, pemerintah Indonesia mengambil inisiatif proaktif dengan mengucurkan anggaran sebesar Rp 911,16 miliar sebagai stimulus ekonomi. Alokasi dana ini difokuskan pada sektor transportasi, sebuah komponen vital yang mendukung pergerakan masyarakat dan aktivitas ekonomi, terutama pada periode libur panjang. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, dalam konferensi pers yang digelar di Stasiun Gambir, Jakarta, pada Selasa, 10 Februari 2026, menjelaskan bahwa anggaran ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta sumber non-APBN. Langkah ini merupakan respons pemerintah terhadap pentingnya mobilitas masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, sebagaimana terbukti dari data-data sebelumnya.
Rincian Diskon Transportasi untuk Lebaran 2026
Stimulus ekonomi yang diumumkan oleh Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mencakup berbagai jenis transportasi dengan rincian diskon yang spesifik untuk setiap moda, periode pelaksanaannya, serta target penumpang atau kendaraan. Kebijakan ini dirancang untuk memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat yang berencana melakukan perjalanan mudik, balik, maupun berwisata selama periode libur Lebaran 2026.
Diskon Tiket Kereta Api
Bagi para pengguna kereta api, pemerintah memberikan potongan harga sebesar 30 persen dari harga tiket. Diskon ini berlaku untuk perjalanan yang dilaksanakan pada periode 14 hingga 29 Maret 2026. Pemberian diskon tiket kereta api ini disalurkan melalui PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan ditargetkan untuk menjangkau sebanyak 1,2 juta penumpang. Tujuannya adalah untuk mendorong masyarakat memilih moda transportasi kereta api yang dianggap lebih aman, nyaman, dan ramah lingkungan, sekaligus mengurangi kepadatan pada moda transportasi lain.
Diskon Tiket Kapal Laut
Sektor transportasi laut juga mendapatkan perhatian khusus dalam stimulus ini. Diskon sebesar 30 persen dari tarif dasar tiket kapal laut akan diberikan kepada masyarakat. Periode berlakunya diskon ini adalah mulai dari 11 Maret hingga 5 April 2026. Namun, kuota penumpang yang mendapatkan potongan harga ini dibatasi hanya untuk 445.000 penumpang. Hal ini menunjukkan adanya pertimbangan dalam alokasi anggaran agar dapat menjangkau lebih banyak segmen masyarakat atau moda transportasi lainnya.
Diskon Tiket Penyeberangan ASDP
Untuk mendukung kelancaran arus kendaraan dan penumpang yang menggunakan jasa penyeberangan, khususnya yang dikelola oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), pemerintah memberikan diskon yang sangat menarik. Tiket penyeberangan akan mendapatkan potongan harga 100 persen dari jasa ke pelabuhan. Kebijakan ini berlaku mulai tanggal 12 hingga 31 Maret 2026. Diskon fantastis ini ditujukan untuk 945.000 unit kendaraan dan 2,4 juta penumpang, yang secara signifikan akan meringankan biaya perjalanan bagi pemilik kendaraan pribadi dan penumpang yang menggunakan kapal ferry.
Diskon Tiket Pesawat
Transportasi udara, yang seringkali menjadi pilihan utama bagi perjalanan jarak jauh, juga tidak luput dari stimulus. Tiket pesawat untuk penerbangan domestik kelas ekonomi akan mendapatkan diskon tarif antara 17 hingga 18 persen. Periode diskon ini ditetapkan mulai 14 hingga 29 Maret 2026. Stimulus ini ditujukan untuk 3,3 juta penumpang, menjadikannya sebagai alokasi terbesar dalam hal jumlah penumpang yang ditargetkan. Pemberian diskon tiket pesawat ini diharapkan dapat mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi di dalam negeri.
Dampak Stimulus terhadap Pertumbuhan Ekonomi
Airlangga Hartarto menekankan bahwa libur hari besar keagamaan, seperti Lebaran, secara konsisten terbukti mampu meningkatkan mobilitas masyarakat secara signifikan. Peningkatan mobilitas ini, pada gilirannya, akan memicu peningkatan kegiatan pariwisata dan konsumsi, yang merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Sebagai contoh, pada kuartal keempat tahun 2025, perekonomian Indonesia tercatat tumbuh sebesar 5,39 persen, yang sebagian besar dipengaruhi oleh aktivitas ekonomi pada periode libur akhir tahun. Oleh karena itu, stimulus perekonomian yang diberikan menjelang Lebaran 2026 ini sangat diharapkan dapat memberikan dorongan serupa atau bahkan lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi.
Lebih lanjut, Airlangga memaparkan data historis yang memperkuat argumennya. Pada periode Lebaran dan Idul Fitri tahun 2025, mobilitas masyarakat mencapai angka impresif yaitu 154,62 juta orang. Sementara itu, pada periode libur Natal dan Tahun Baru 2025, tercatat sebanyak 110,43 juta orang melakukan perjalanan. Angka mobilitas yang tinggi ini berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2025 yang mencapai 5,11 persen secara tahunan. Dengan mempertimbangkan data ini, stimulus transportasi senilai Rp 911,16 miliar untuk Lebaran 2026 diproyeksikan akan memiliki dampak positif yang substansial, tidak hanya dalam hal peningkatan mobilitas tetapi juga dalam menggerakkan sektor-sektor ekonomi terkait, seperti akomodasi, makanan dan minuman, serta industri kreatif.

















