- 1 gram: Rp 3.120.000
- 2 gram: Rp 6.180.000
- 3 gram: Rp 9.245.000
- 5 gram: Rp 15.375.000
- 10 gram: Rp 30.695.000
- 25 gram: Rp 76.612.000
- 50 gram: Rp 153.145.000
- 100 gram: Rp 306.212.000
- 250 gram: Rp 765.265.000
- 500 gram: Rp 1.530.320.000
- 1.000 gram: Rp 3.060.600.000
Tabel ini menunjukkan bagaimana harga per gram cenderung menurun untuk ukuran batangan yang lebih besar, sebuah fenomena yang umum terjadi dalam pasar emas karena efisiensi produksi dan biaya pengemasan yang lebih rendah untuk unit yang lebih besar.
Perbandingan dengan Emas Galeri24: Dinamika Pasar yang Berbeda
Di sisi lain pasar logam mulia, emas dari Galeri24 menunjukkan tren pergerakan harga yang berbeda pada hari yang sama. Berdasarkan informasi dari situs resminya, harga emas Galeri24 tercatat mengalami lonjakan signifikan sebesar Rp 192.000 per gram, menempatkannya pada level Rp 3.260.000 per gram. Kenaikan ini kontras dengan penurunan yang dialami emas Antam, mengindikasikan adanya faktor-faktor pasar yang spesifik memengaruhi kedua produk ini secara berbeda.
Harga jual kembali atau buyback emas Galeri24 pada hari yang sama berada di angka Rp 3.058.000 per gram. Perbedaan harga jual dan beli kembali ini, yang dikenal sebagai spread, merupakan salah satu indikator penting bagi investor untuk mengevaluasi potensi keuntungan dan biaya transaksi. Meskipun harga beli emas Galeri24 lebih tinggi dibandingkan emas Antam, perbedaan spread antara kedua produk ini juga perlu dipertimbangkan dalam analisis investasi jangka panjang.
Rincian Harga Emas Galeri24 Berdasarkan Ukuran
Berikut adalah rincian harga emas Galeri24 di situs resminya per Jumat, 30 Januari 2026:
- 1 gram: Rp 3.260.000
- 2 gram: Rp 6.423.000
- 5 gram: Rp 15.939.000
- 10 gram: Rp 31.793.000
- 25 gram: Rp 79.287.000
- 50 gram: Rp 158.450.000
- 100 gram: Rp 316.743.000
- 250 gram: Rp 789.914.000
- 500 gram: Rp 1.579.826.000
- 1.000 gram: Rp 3.159.650.000
Perbandingan antara harga emas Antam dan Galeri24 menyoroti kompleksitas pasar emas. Faktor-faktor seperti permintaan pasar, kebijakan perusahaan, biaya produksi, dan bahkan sentimen investor dapat menciptakan divergensi harga antar produk yang serupa. Bagi investor, pemahaman mendalam mengenai dinamika ini sangat krusial untuk membuat keputusan investasi yang tepat dan mengoptimalkan portofolio mereka di tengah fluktuasi harga yang terus terjadi.


















