Pasar emas Indonesia menyaksikan pergerakan harga yang dramatis sepanjang pekan ini, dengan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan signifikan setelah sempat menyentuh rekor tertinggi, sementara pesaingnya, Galeri24, justru mencatatkan kenaikan impresif. Fluktuasi harga emas Antam yang tercatat turun Rp 57.000 per gram dalam sepekan, berbanding terbalik dengan lonjakan Rp 246.000 per gram yang diraih emas Galeri24, menunjukkan dinamika pasar yang kompleks dan dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi makro dan sentimen investor. Analisis mendalam terhadap pergerakan harian kedua produsen emas ini mengungkap pola perdagangan yang menarik, mulai dari rekor tertinggi yang memecahkan batas psikologis Rp 3 juta per gram hingga koreksi tajam yang menguji ketahanan investor.
Perjalanan harga emas Antam selama sepekan ini diwarnai oleh volatilitas yang cukup tinggi. Dimulai dari Senin (26/1), harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk tercatat melonjak Rp 30.000, mencapai angka Rp 2.917.000 per gram. Pada hari yang sama, harga emas Galeri24 dilaporkan stagnan di Rp 2.925.000 per gram, sementara harga beli kembali (buyback) emas Antam berada di Rp 2.743.000 per gram. Tren penurunan mulai terlihat pada Selasa (27/1), di mana harga emas Antam terkoreksi tipis Rp 1.000 menjadi Rp 2.916.000 per gram. Harga buyback Antam pada hari itu tercatat sedikit meningkat menjadi Rp 2.749.000 per gram. Berbeda dengan Antam, Galeri24 justru menunjukkan performa positif di hari yang sama, dengan kenaikan harga emas sebesar Rp 40.000 menjadi Rp 2.965.000 per gram, dan harga buyback-nya mencapai Rp 2.781.000 per gram.
Rekor Tertinggi dan Koreksi Tajam Emas Antam
Puncak performa harga emas Antam terjadi pada Rabu (28/1) dan Kamis (29/1). Pada hari Rabu, harga emas Antam kembali mencetak rekor baru dengan menyentuh angka Rp 2.968.000 per gram, sementara harga buyback-nya mencapai Rp 2.799.000 per gram. Di sisi lain, Galeri24 pada hari yang sama belum menunjukkan perubahan signifikan, tetap berada di Rp 2.965.000 per gram untuk harga emas dan Rp 2.781.000 per gram untuk harga buyback. Namun, keesokan harinya, Kamis (29/1), harga emas Antam mengalami lonjakan tajam yang luar biasa, melesat hingga mencapai Rp 3.168.000 per gram. Lonjakan ini menandai rekor tertinggi baru yang signifikan. Pada hari yang sama, Galeri24 juga mencatatkan kenaikan harga emas menjadi Rp 3.068.000 per gram, dengan harga buyback di level Rp 2.878.000 per gram. Pergerakan harga yang eksplosif ini mencerminkan sentimen pasar yang kuat terhadap aset safe-haven di tengah ketidakpastian ekonomi atau peristiwa global yang relevan pada saat itu.
Memasuki akhir pekan, tren harga mulai berbalik arah, terutama untuk emas Antam. Pada Jumat (30/1), harga emas Antam mengalami penurunan menjadi Rp 3.120.000 per gram, meskipun harga buyback-nya terus meningkat menjadi Rp 2.939.000 per gram. Sementara itu, emas Galeri24 justru menunjukkan penguatan signifikan sebesar Rp 192.000, mencapai Rp 3.260.000 per gram, dengan harga buyback di Rp 3.058.000 per gram. Puncak koreksi tajam terjadi pada Sabtu (31/1), di mana harga emas Antam anjlok sebesar Rp 260.000, jatuh ke level Rp 2.860.000 per gram. Harga buyback Antam pada hari itu juga mengalami penurunan drastis menjadi Rp 2.654.000 per gram. Di sisi lain, emas Galeri24 juga mengalami koreksi, namun posisinya masih bertahan di level yang relatif tinggi, yaitu Rp 3.171.000 per gram, dengan harga buyback Rp 2.975.000 per gram. Perbedaan signifikan dalam tingkat koreksi ini menunjukkan bahwa sentimen pasar terhadap kedua produk emas tersebut memiliki dinamika yang berbeda.
Perbandingan Kinerja dan Implikasi Pasar
Data pergerakan harga selama sepekan ini menyoroti perbedaan kinerja antara emas Antam dan Galeri24. Meskipun Antam sempat mencetak rekor tertinggi di atas Rp 3 juta per gram, penurunan tajam di akhir pekan menyebabkan harga keseluruhannya dalam sepekan tertekan. Penurunan Rp 57.000 per gram dari harga pembukaan Rp 2.917.000 menjadi Rp 2.860.000 per gram adalah bukti nyata dari volatilitas tersebut. Sebaliknya, Galeri24 berhasil mempertahankan momentum positifnya, dengan kenaikan total Rp 246.000 per gram dari Rp 2.925.000 menjadi Rp 3.171.000 per gram. Kenaikan ini, meskipun tipis jika dibandingkan dengan lonjakan sesaat Antam, menunjukkan ketahanan dan daya tarik yang lebih stabil di mata investor dalam periode yang sama. Kinerja Galeri24 yang positif ini dapat dikaitkan dengan berbagai faktor, termasuk mungkin ketersediaan pasokan, permintaan domestik yang kuat, atau persepsi pasar terhadap kualitas dan keandalan produknya.
Pada Minggu (1/2), pasar emas menunjukkan jeda dari volatilitas sebelumnya. Baik harga emas Antam maupun Galeri24 tercatat stagnan, masing-masing berada di Rp 2.860.000 per gram dan Rp 3.171.000 per gram. Tidak ada perubahan yang dilaporkan dari hari sebelumnya, dan harga buyback juga tetap stabil. Stagnasi ini bisa menjadi indikasi pasar yang sedang mencerna pergerakan harga sebelumnya, menunggu katalis baru, atau mencapai keseimbangan sementara sebelum pergerakan selanjutnya. Analisis mendalam terhadap pergerakan harga emas, baik dari produsen besar seperti Antam maupun pemain lain seperti Galeri24, sangat penting bagi investor untuk membuat keputusan yang tepat. Faktor-faktor seperti kebijakan moneter bank sentral, inflasi, ketegangan geopolitik, dan permintaan industri dapat memengaruhi pergerakan harga emas di masa depan. Pemantauan berkelanjutan terhadap tren harga dan berita ekonomi terkait akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai prospek pasar emas di Indonesia.

















