- Emas 1 gram: Rp 2.940.000
- Emas 2 gram: Rp 5.830.000
- Emas 3 gram: Rp 8.727.000
- Emas 5 gram: Rp 14.515.000
- Emas 10 gram: Rp 28.950.000
- Emas 25 gram: Rp 72.210.000
- Emas 50 gram: Rp 144.255.000
- Emas 100 gram: Rp 288.360.000
- Emas 250 gram: Rp 720.950.000
- Emas 500 gram: Rp 1.440.900.000
- Emas 1.000 gram: Rp 2.880.600.000
Melihat daftar harga di atas, terlihat bahwa semakin besar denominasi berat emas yang dibeli, maka harga per gramnya cenderung menjadi lebih efisien. Hal ini dikarenakan biaya cetak dan biaya overhead lainnya terbagi ke dalam volume emas yang lebih besar. Sebagai contoh, pembelian emas batangan seberat 1.000 gram atau 1 kilogram menawarkan nilai investasi yang sangat besar bagi investor institusi atau individu dengan modal kuat, di mana harga total mencapai lebih dari Rp 2,88 miliar.
Perbandingan dengan Harga Emas Galeri24 dan Strategi Investasi
Tidak hanya Antam, pergerakan harga emas di Galeri24, anak perusahaan PT Pegadaian, juga menunjukkan tren penurunan pada hari yang sama. Berdasarkan data dari situs resminya per Senin (16/2), harga emas Galeri24 terpantau berada di angka Rp 2.981.000 per gram. Meskipun secara nominal lebih tinggi dibandingkan harga dasar Antam di Pulo Gadung, Galeri24 sering kali menjadi pilihan karena aksesibilitasnya yang luas melalui jaringan Pegadaian di seluruh pelosok negeri. Sementara itu, untuk harga buyback di Galeri24 hari ini dipatok pada angka Rp 2.796.000 per gram. Menariknya, harga Galeri24 sempat mengalami kenaikan pada 12 Februari menjadi Rp 2.987.000 sebelum akhirnya terkoreksi tipis menjadi Rp 2.981.000 pada awal pekan ini.
Berikut adalah rincian harga emas di Galeri24 yang dapat dijadikan perbandingan bagi para investor:
- 1 gram: Rp 2.981.000
- 2 gram: Rp 5.890.000
- 5 gram: Rp 14.618.000
- 10 gram: Rp 29.159.000
- 25 gram: Rp 72.505.000
- 50 gram: Rp 144.894.000
- 100 gram: Rp 289.645.000
- 250 gram: Rp 722.334.000
- 500 gram: Rp 1.444.667.000
- 1.000 gram: Rp 2.889.334.000
Perbedaan harga antara Antam dan Galeri24 ini memberikan fleksibilitas bagi masyarakat untuk memilih instrumen investasi yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Penurunan harga emas saat ini sering kali dipandang oleh para pakar finansial sebagai peluang “buy on weakness” atau membeli di saat harga sedang melemah, dengan harapan nilai aset akan kembali melonjak di masa depan. Mengingat emas adalah aset yang sangat dipengaruhi oleh nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS serta kondisi geopolitik dunia, menjaga porsi emas dalam portofolio investasi tetap menjadi strategi yang relevan untuk memitigasi risiko inflasi jangka panjang.

















