Pasar komoditas logam mulia di Indonesia mencatatkan rekor volatilitas yang signifikan sepanjang pekan ketiga Januari 2026. Berdasarkan data pergerakan harga harian, dua raksasa penyedia emas batangan di tanah air, PT Aneka Tambang Tbk (Antam) dan Galeri24, menunjukkan tren penguatan yang sangat agresif. Dalam kurun waktu tujuh hari, tepatnya mulai tanggal 19 hingga 25 Januari 2026, harga emas tidak hanya sekadar bergerak naik, namun mengalami lonjakan akumulatif yang cukup fantastis bagi para investor. Secara kumulatif, harga emas batangan produksi Antam tercatat meroket hingga Rp 184.000 per gram. Di sisi lain, emas yang dipasarkan melalui Galeri24, anak perusahaan PT Pegadaian, mencatatkan performa yang jauh lebih impresif dengan kenaikan mencapai Rp 238.000 per gram dalam periode sepekan yang sama. Fenomena ini mempertegas posisi emas sebagai instrumen safe-haven utama di tengah dinamika ekonomi global yang kian tidak menentu pada awal tahun 2026.
Membuka perdagangan pada Senin, 19 Januari 2026, sentimen positif langsung menyergap pasar emas domestik. Harga emas Antam terpantau langsung tancap gas dengan kenaikan sebesar Rp 40.000, yang membawa harganya bertengger di level Rp 2.703.000 per gram. Kenaikan ini juga diikuti secara proporsional oleh harga jual kembali atau buyback yang merangkak naik ke posisi Rp 2.545.000 per gram. Sementara itu, Galeri24 memilih langkah yang lebih konservatif pada awal pekan dengan mempertahankan harga di angka Rp 2.688.000 per gram, dengan nilai buyback yang dipatok pada Rp 2.521.000 per gram. Memasuki hari Selasa, 20 Januari 2026, momentum bullish masih terjaga meski dengan intensitas yang lebih rendah. Antam kembali menguat tipis Rp 2.000 menjadi Rp 2.705.000 per gram, sementara Galeri24 justru mulai menunjukkan taringnya dengan melompat ke level Rp 2.731.000 per gram, didukung oleh harga buyback yang ikut terkerek ke Rp 2.561.000 per gram.
Dinamika Volatilitas Menengah Pekan: Lonjakan dan Koreksi Teknis
Puncak eskalasi harga mulai terlihat pada Rabu, 21 Januari 2026, di mana pasar menyaksikan lonjakan harga yang cukup masif. Harga emas Antam melonjak drastis sebesar Rp 35.000 dalam satu hari perdagangan, sehingga mencapai level Rp 2.772.000 per gram. Kenaikan ini memberikan angin segar bagi para pemegang aset emas karena harga buyback pun ikut terdorong ke angka Rp 2.614.000 per gram. Tidak mau ketinggalan, Galeri24 juga mencatatkan kenaikan signifikan ke posisi Rp 2.766.000 per gram dengan harga buyback di level Rp 2.593.000 per gram. Kondisi ini mencerminkan tingginya permintaan pasar terhadap logam mulia di tengah spekulasi inflasi dan kebijakan moneter yang berkembang di pasar internasional.
Namun, sebagaimana hukum pasar yang berlaku, reli panjang seringkali diikuti oleh fase koreksi. Pada Kamis, 22 Januari 2026, harga emas Antam dilaporkan mengalami penyesuaian atau koreksi teknis. Meskipun terdapat dinamika angka, harga tercatat berada di level Rp 2.790.000 per gram dengan posisi buyback yang terkoreksi ke Rp 2.635.000 per gram. Menariknya, terjadi anomali pada perdagangan Galeri24 di hari yang sama; di saat Antam mengalami tekanan, harga emas Galeri24 justru melonjak tajam ke angka Rp 2.854.000 per gram dengan harga buyback mencapai Rp 2.677.000 per gram. Perbedaan arah pergerakan antara dua penyedia emas utama ini menunjukkan adanya perbedaan strategi penetapan harga dan respon terhadap suplai fisik di masing-masing gerai penjualan.
Memasuki akhir pekan, tepatnya pada Jumat, 23 Januari 2026, emas Antam kembali menunjukkan dominasinya dengan lonjakan harga yang luar biasa besar. Harga emas Antam melesat Rp 90.000 hanya dalam waktu 24 jam, yang membawa nilai per gramnya ke angka Rp 2.880.000. Kenaikan ini merupakan salah satu lompatan harian tertinggi sepanjang bulan tersebut. Harga buyback pun tidak tanggung-tanggung ikut melonjak Rp 80.000 ke level Rp 2.715.000 per gram. Sebaliknya, Galeri24 justru mengalami koreksi pada hari Jumat ke level Rp 2.833.000 per gram, dengan harga buyback yang terpantau stagnan di posisi Rp 2.657.000 per gram. Pergerakan yang berlawanan arah ini memberikan ruang bagi para investor untuk melakukan strategi arbitrase atau sekadar memilih platform pembelian dengan harga yang lebih kompetitif.
Analisis Penutupan Pekan dan Implikasi Kebijakan Perpajakan PMK 48/2023
Tren penguatan terus berlanjut hingga Sabtu, 24 Januari 2026. Emas Antam kembali menambah pundi-pundi kenaikannya sebesar Rp 7.000, sehingga menetap di harga Rp 2.887.000 per gram dengan nilai buyback Rp 2.722.000 per gram. Galeri24 pun kembali bergairah dengan mencatatkan harga di angka Rp 2.915.000 per gram dan harga buyback sebesar Rp 2.733.000 per gram. Pada hari terakhir pemantauan, Minggu, 25 Januari 2026, harga emas Antam terpantau stabil dan bertahan di level penutupan hari Sabtu. Sementara itu, Galeri24 masih mencatatkan kenaikan tipis menjadi Rp 2.925.000 per gram dengan harga buyback


















