Ringkasan Berita:
- Dimana bahan pokok yang terdampak mengalami kenaikan yakni bawang, minyak goreng, dan daging ayam.
- Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskumdag) Landak, Gusti Agus Kurniawan.
Menjelang tiga perayaan besar keagamaan dan nasional, yakni Imlek, Bulan Ramadhan, dan Idul Fitri 2026, masyarakat di Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, kembali dihadapkan pada tantangan klasik: gejolak harga bahan pokok. Fenomena kenaikan harga ini, yang seringkali menjadi bayang-bayang setiap kali hari raya tiba, kini mulai terdeteksi lebih awal, memicu kekhawatiran di kalangan rumah tangga. Komoditas vital seperti bawang, minyak goreng, dan daging ayam menjadi sorotan utama karena telah menunjukkan tren kenaikan yang signifikan. Situasi ini mendorong Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskumdag) Kabupaten Landak, Gusti Agus Kurniawan, untuk angkat bicara, mengonfirmasi adanya lonjakan harga dan sekaligus menguraikan langkah-langkah antisipatif yang akan diambil pemerintah daerah guna menjaga stabilitas ekonomi dan ketersediaan pasokan bagi masyarakat.
Analisis mendalam menunjukkan bahwa kenaikan harga ini tidak terjadi secara merata, namun terfokus pada beberapa komoditas strategis yang permintaannya melonjak drastis menjelang perayaan. Bawang, sebagai salah satu bumbu dapur esensial, tercatat mengalami lonjakan harga paling substansial, mencapai sekitar Rp 5.000 per kilogram. Gusti Agus Kurniawan menjelaskan bahwa kenaikan harga bawang ini dipengaruhi oleh dinamika distribusi pasokan yang mayoritas berasal dari Pontianak, mengindikasikan adanya kerentanan dalam rantai pasok lokal. Sementara itu, minyak goreng dan daging ayam, dua komoditas lain yang sangat dibutuhkan, masing-masing juga mengalami kenaikan harga sekitar Rp 2.000. Pola kenaikan ini selaras dengan laporan dari berbagai daerah lain di Indonesia, di mana menjelang Ramadhan dan hari raya besar, harga bahan pokok lain seperti cabai rawit bisa melonjak drastis dari Rp 30-45 ribu menjadi Rp 60 ribu bahkan hingga Rp 100 ribu per kilogram, atau telur, daging sapi, beras premium, dan sayuran yang juga ikut merangkak naik, seringkali memicu keluhan dari warga.

















