| Bulan di Tahun 2025 | Pertumbuhan Kredit (yoy) |
|---|---|
| Juni | 7,77 persen |
| Agustus | 7,56 persen |
| September | 7,70 persen |
| Oktober | 7,36 persen |
| November | 7,74 persen |
| Desember (Penutupan) | 9,69 persen |
Data di atas menunjukkan bahwa terjadi akselerasi yang sangat masif pada bulan Desember 2025, di mana pertumbuhan melonjak dari kisaran 7 persen menjadi hampir 10 persen. Lonjakan di penghujung tahun ini biasanya dipicu oleh pola musiman belanja pemerintah dan korporasi, serta penyelesaian target-target tahunan perbankan. Berdasarkan performa tersebut, Bank Indonesia memprakirakan bahwa tren positif ini akan berlanjut ke tahun 2026 dengan target pertumbuhan kredit yang lebih optimis, yakni di kisaran 8 hingga 12 persen. Proyeksi ini didasarkan pada asumsi bahwa suku bunga global akan mulai melandai dan permintaan domestik akan tetap kuat. Namun, keberhasilan mencapai target tersebut akan sangat bergantung pada kemampuan perbankan dalam mengelola risiko di segmen UMKM serta keberanian pelaku usaha dalam mengeksekusi rencana bisnis mereka menggunakan fasilitas kredit yang telah tersedia.
Secara keseluruhan, laporan Bank Indonesia ini memberikan gambaran tentang sistem perbankan yang sehat, likuid, dan siap mendukung pertumbuhan ekonomi. Fokus utama ke depan adalah bagaimana memastikan bahwa likuiditas yang melimpah tersebut dapat terdistribusi secara merata ke seluruh lapisan ekonomi, termasuk segmen yang saat ini masih dianggap berisiko tinggi. Sinergi antara kebijakan moneter BI, kebijakan fiskal pemerintah, dan strategi bisnis perbankan akan menjadi penentu apakah target ekspansi kredit di tahun 2026 dapat tercapai guna mendorong Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkualitas.


















