Sebuah pertemuan maraton yang berlangsung lebih dari empat setengah jam di kediaman pribadi Presiden terpilih Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, pada Selasa (10/2) malam, menjadi sorotan utama dalam agenda ekonomi nasional. Dalam audiensi strategis ini, Prabowo menerima lima pengusaha nasional terkemuka, termasuk nama-nama besar seperti Sugianto Kusuma (Aguan), Prajogo Pangestu, dan Boy Thohir. Diskusi mendalam yang dimulai sejak pukul 19.00 WIB hingga menjelang tengah malam, tepatnya sekitar pukul 23.30 WIB, ini berfokus pada penguatan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta guna mengakselerasi pembangunan ekonomi Indonesia serta menciptakan lapangan kerja yang luas. Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya, melalui unggahan di akun Instagram resmi @sekretariat.kabinet, menjadi sumber informasi utama yang menguraikan detail dan substansi penting dari pertemuan bersejarah ini, menandai dimulainya era baru sinergi antara kepemimpinan negara dan kekuatan ekonomi nasional.
Pertemuan yang berlangsung di kediaman pribadi Prabowo di Hambalang, Bogor, ini mengindikasikan suasana yang lebih informal namun tetap sarat makna dan substansi. Kehadiran para konglomerat yang mewakili berbagai sektor industri vital di Indonesia menunjukkan komitmen serius dari kedua belah pihak untuk merumuskan strategi ekonomi ke depan. Letkol Teddy Indra Wijaya, yang merupakan juru bicara resmi dari Sekretariat Kabinet, menjelaskan bahwa inti dari diskusi tersebut adalah penekanan Prabowo terhadap pentingnya kolaborasi lintas sektor. Prabowo secara eksplisit mendorong agar para pengusaha dapat bersinergi tidak hanya dengan pemerintah, tetapi juga dengan berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk mencapai tujuan pembangunan ekonomi yang ambisius.
Memperkuat Semangat “Indonesia Incorporated”
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara tegas mengusung konsep “Indonesia Incorporated” sebagai fondasi utama bagi kemajuan ekonomi bangsa. Konsep ini bukan sekadar jargon, melainkan sebuah filosofi yang menekankan bahwa pembangunan ekonomi harus menjadi tanggung jawab kolektif. “Indonesia Incorporated” mengartikan bahwa seluruh elemen bangsa, mulai dari pemerintah sebagai regulator dan fasilitator, dunia usaha sebagai motor penggerak investasi dan inovasi, hingga seluruh pemangku kepentingan lainnya seperti akademisi, masyarakat sipil, dan UMKM, harus bersatu padu dalam satu visi dan misi. Tujuan utama dari semangat kolaborasi erat ini adalah untuk memperkuat daya saing nasional di kancah global dan mempercepat laju pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan sinergi yang kuat, diharapkan Indonesia mampu menghadapi tantangan ekonomi global dan memanfaatkan peluang yang ada untuk kesejahteraan rakyat.
Para pengusaha yang hadir, termasuk tokoh-tokoh berpengaruh seperti Sugianto Kusuma (Aguan) yang dikenal dengan kontribusinya di sektor properti dan investasi, Prajogo Pangestu yang merupakan salah satu taipan terbesar di Indonesia dengan portofolio di energi dan petrokimia, serta Boy Thohir yang memiliki rekam jejak kuat di sektor pertambangan dan investasi, menyambut baik gagasan tersebut. Mereka secara bulat menyatakan komitmen solid untuk mendukung penuh program dan visi pemerintah yang akan datang. Dukungan ini bukan hanya sekadar retorika, melainkan janji untuk mengalokasikan sumber daya, keahlian, dan jaringan mereka demi tercapainya tujuan-tujuan strategis nasional. Ini mencerminkan kesadaran bahwa pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kemitraan yang kuat antara sektor publik dan swasta.
Komitmen Pengusaha dan Prioritas Pembangunan Nasional
Komitmen para pengusaha nasional tersebut secara spesifik diarahkan pada dukungan terhadap visi misi pemerintah di beberapa sektor yang dianggap paling strategis dan fundamental bagi kemajuan bangsa. Sektor-sektor ini mencakup:
- Pemenuhan Makan Bergizi: Ini adalah pilar utama dalam upaya pengentasan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dini. Investasi di sektor pertanian, perikanan, dan industri pangan akan sangat krusial untuk memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan bergizi bagi seluruh lapisan masyarakat.
- Sekolah dan Pendidikan Tinggi: Peningkatan kualitas pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa. Dukungan dapat berupa pembangunan fasilitas, beasiswa, program pelatihan vokasi, hingga kemitraan dengan institusi pendidikan untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri.
- Kesehatan: Akses terhadap layanan kesehatan yang berkualitas adalah hak setiap warga negara. Kontribusi pengusaha dapat berupa investasi di fasilitas kesehatan, pengembangan teknologi medis, atau program kesehatan masyarakat.
- Rumah Subsidi: Program penyediaan perumahan layak dan terjangkau, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah, menjadi fokus penting. Para pengusaha properti dapat berperan aktif dalam skema ini.
- Koperasi dan Kampung Nelayan: Penguatan ekonomi kerakyatan melalui koperasi dan pengembangan sektor perikanan di kampung nelayan adalah upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput dan mendorong pemerataan ekonomi.
- Kedaulatan Pangan dan Energi: Ini adalah aspek krusial untuk kemandirian dan ketahanan nasional. Investasi di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, serta pengembangan energi terbarukan akan sangat vital untuk mengurangi ketergantungan pada impor dan menjaga stabilitas ekonomi.
Dukungan di sektor-sektor ini mencerminkan pemahaman mendalam tentang prioritas pembangunan yang menyeluruh, dari hulu ke hilir, mulai dari kebutuhan dasar hingga infrastruktur strategis.
Lebih lanjut, Presiden Prabowo Subianto secara khusus mengajak para pengusaha untuk bersinergi dengan pemerintah dalam menciptakan lapangan pekerjaan. Penekanan diberikan pada sektor riil, yang memiliki dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat dan penyerapan tenaga kerja. Prabowo mendorong pengembangan dan pembesaran industri-industri padat karya seperti tekstil, garmen, sepatu, dan mebel. Selain itu, sektor-sektor strategis lainnya seperti industri makanan dan minuman, perikanan, serta peternakan juga menjadi fokus untuk didorong pengembangannya. Tak kalah penting, penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi agenda prioritas, mengingat UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional yang mampu menciptakan jutaan lapangan kerja dan mendorong inovasi di tingkat lokal. Dengan dorongan investasi dan pengembangan di sektor-sektor ini, diharapkan akan tercipta ekosistem ekonomi yang lebih kuat, mandiri, dan inklusif.
Pertemuan intensif antara Presiden terpilih Prabowo Subianto dan para pengusaha nasional ini bukan hanya sekadar audiensi biasa, melainkan sebuah deklarasi awal dari visi ekonomi pemerintah yang akan datang. Ini menandakan komitmen kuat untuk membangun kemitraan strategis dengan sektor swasta sebagai kunci utama dalam mencapai tujuan pembangunan yang ambisius. Sehari sebelumnya, pada Senin, 9 Februari 2026, Presiden Prabowo juga telah menerima audiensi dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) di lokasi yang sama, menunjukkan pola konsisten dalam melibatkan dunia usaha. Melalui semangat “Indonesia Incorporated” dan fokus pada penciptaan lapangan kerja di sektor riil serta penguatan UMKM, pemerintahan Prabowo Subianto bertekad untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing tinggi, demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

















