Menjelang momentum sakral bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, PT Pertamina Patra Niaga secara proaktif mengambil langkah strategis dengan mengguyur tambahan pasokan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bersubsidi ukuran 3 kilogram sebanyak 1,1 juta tabung ke wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai 17 Februari 2026. Penambahan masif yang setara dengan 3.544 metrik ton ini dilakukan guna menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat ekonomi menengah ke bawah serta sektor usaha mikro di tengah potensi lonjakan permintaan kebutuhan pokok saat bulan puasa. Langkah antisipatif ini tidak hanya bertujuan untuk mengamankan stok di tingkat pangkalan, tetapi juga menjadi instrumen krusial dalam menjaga stabilitas harga di pasar sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18.000, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mengendalikan laju inflasi daerah yang kerap berfluktuasi menjelang hari besar keagamaan nasional.
Penyaluran tambahan yang bersifat fakultatif ini merupakan respon cepat Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah (JBT) terhadap dinamika konsumsi energi masyarakat yang biasanya meningkat tajam saat memasuki masa persiapan Ramadan. Area Manager Communication, Relations, dan Corporate Social Responsibility (CSR) Jawa Bagian Tengah PT Pertamina Patra Niaga, Taufiq Kurniawan, menegaskan bahwa kebijakan ini diambil untuk memberikan rasa tenang kepada masyarakat (sense of security) sehingga tidak terjadi fenomena panic buying atau aksi borong yang tidak perlu. Dengan dimulainya pendistribusian pada pertengahan Februari, Pertamina memastikan bahwa rantai pasok dari Depot LPG hingga ke pangkalan-pangkalan resmi telah terisi penuh sebelum aktivitas dapur rumah tangga dan pelaku UMKM kuliner meningkat drastis untuk keperluan sahur dan berbuka puasa.
Distribusi Masif di Jawa Tengah dan DIY: Menjaga Ketahanan Energi Regional
Secara terperinci, alokasi tambahan 1,1 juta tabung elpiji “Melon” ini dibagi menjadi dua fokus wilayah utama dengan porsi yang disesuaikan berdasarkan kepadatan penduduk dan tingkat konsumsi historis. Wilayah Jawa Tengah mendapatkan alokasi terbesar, yakni lebih dari 1 juta tabung, mengingat luasnya cakupan administratif dan banyaknya jumlah pelaku usaha mikro di provinsi tersebut. Sementara itu, untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Pertamina mengalokasikan sebanyak 144 ribu tabung tambahan. Jika dikalkulasi secara persentase, total tambahan pasokan ini mencapai angka yang sangat signifikan, yakni sekitar 75 persen lebih tinggi dibandingkan dengan volume penyaluran normal harian. Angka ini menunjukkan komitmen luar biasa dari Pertamina untuk memastikan bahwa tidak ada satu pun wilayah di Jateng-DIY yang mengalami kekosongan stok di tingkat pangkalan resmi.
Langkah masif ini juga dipandang sebagai strategi preventif dalam mendukung pengendalian inflasi daerah (TPID). Ketersediaan LPG 3 kg yang melimpah di pasar akan secara otomatis menekan potensi spekulasi harga yang seringkali dimanfaatkan oleh oknum pengecer tidak resmi untuk menaikkan harga di atas ketentuan pemerintah. Taufiq Kurniawan menambahkan bahwa stabilitas pasokan energi adalah fondasi utama dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama bagi kelompok rentan yang sangat bergantung pada subsidi pemerintah untuk menjalankan roda ekonomi rumah tangga maupun usaha kecil mereka selama bulan suci Ramadan.
Optimalisasi Pangkalan Resmi dan Digitalisasi Melalui MyPertamina
Dalam upaya memastikan distribusi yang tepat sasaran dan transparan, Pertamina kembali mengimbau masyarakat untuk senantiasa melakukan pembelian elpiji 3 kg langsung di pangkalan resmi Pertamina. Keuntungan utama membeli di pangkalan bukan hanya soal jaminan ketersediaan stok, melainkan juga kepastian harga yang sesuai dengan regulasi pemerintah, yakni paling murah di Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp18.000 per tabung. Berbeda dengan pengecer atau toko kelontong yang harganya tidak terkontrol, pangkalan resmi berada di bawah pengawasan ketat Pertamina dan pemerintah daerah, sehingga risiko penyelewengan harga dapat diminimalisir secara efektif. Untuk memudahkan konsumen, Pertamina telah menyediakan platform digital melalui situs subsiditepatlpg.mypertamina.id yang memungkinkan masyarakat mencari lokasi pangkalan terdekat dengan cepat dan akurat.
Selain aspek harga, Pertamina juga terus memperkuat implementasi program “Subsidi Tepat LPG” yang mewajibkan pendataan konsumen menggunakan KTP saat bertransaksi di pangkalan. Hal ini dilakukan agar kuota tambahan yang telah disiapkan benar-benar dinikmati oleh mereka yang berhak, yakni rumah tangga miskin, usaha mikro, nelayan sasaran, dan petani sasaran. Dengan sistem digitalisasi yang semakin matang, setiap tabung yang keluar dari pangkalan dapat terpantau secara real-time, meminimalisir potensi penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan pribadi dari barang subsidi tersebut di tengah tingginya permintaan menjelang Ramadan.
Edukasi Konsumsi: Mendorong Masyarakat Mampu Beralih ke Bright Gas
Di sisi lain, Pertamina Patra Niaga tidak henti-hentinya melakukan edukasi dan himbauan moral kepada masyarakat kategori mampu, aparatur sipil negara (ASN), serta pelaku usaha non-mikro agar tidak menggunakan LPG bersubsidi 3 kg. Taufiq Kurniawan menekankan bahwa kesadaran kolektif dari masyarakat yang secara ekonomi lebih mapan sangat diperlukan agar beban subsidi negara tidak membengkak dan tepat sasaran. Sebagai solusi bagi masyarakat kelas menengah ke atas, Pertamina menyediakan lini produk LPG non-subsidi unggulan, yaitu Bright Gas, yang hadir dalam dua varian ukuran praktis, yakni 5,5 kg dan 12 kg. Bright Gas dilengkapi dengan teknologi Double Spindle Valve System (DSVS) yang memberikan keamanan ekstra serta segel hologram untuk menjamin keaslian dan isi tabung.
Dengan adanya tambahan 1,1 juta tabung LPG 3 kg di Jawa Tengah dan DIY, diharapkan suasana Ramadan 1447 Hijriah dapat berlangsung dengan khidmat tanpa diwarnai kesulitan akses terhadap energi. Pertamina menjamin bahwa seluruh fasilitas operasional, mulai dari Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE), agen, hingga pangkalan akan beroperasi secara optimal selama masa satgas Ramadan dan Idul Fitri nantinya. Sinergi antara penyaluran tambahan yang masif, pengawasan harga di tingkat pangkalan, serta kesadaran masyarakat dalam memilih produk sesuai peruntukannya diharapkan menjadi kunci sukses dalam menjaga ketahanan energi nasional di wilayah Jawa Bagian Tengah.
| Kategori Informasi | Detail Penyaluran |
|---|---|
| Total Tambahan Pasokan | 1,1 Juta Tabung (3.544 Metrik Ton) |
| Wilayah Distribusi | Jawa Tengah & Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) |
| Alokasi Khusus DIY | 144.000 Tabung |
| Alokasi Khusus Jawa Tengah | Lebih dari 1.000.000 Tabung |
| Tanggal Mulai Distribusi | 17 Februari 2026 |
| Harga Eceran Tertinggi (HET) | Rp18.000 (di Pangkalan Resmi) |
| Persentase Kenaikan | 75% di atas rata-rata harian normal |
Sebagai penutup, Pertamina juga mengingatkan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran serta masyarakat dalam melaporkan jika ditemukan adanya indikasi penyimpangan distribusi atau harga yang melambung tidak wajar di lapangan. Melalui layanan Pertamina Call Center 135, masyarakat dapat memberikan pengaduan atau sekadar mencari informasi terkait ketersediaan LPG di wilayah mereka. Dengan komitmen penuh dari PT Pertamina Patra Niaga dan dukungan pengawasan dari publik, diharapkan stabilitas energi di Jawa Tengah dan DIY tetap terjaga kokoh sepanjang bulan suci hingga hari kemenangan tiba.

















