Menjelang momentum krusial arus mudik dan balik dalam masa Satuan Tugas Ramadan dan Idulfitri (Satgas RAFI) 2026, PT Pertamina Patra Niaga secara proaktif memperkuat komitmennya dalam menjamin ketersediaan pasokan serta integritas kualitas produk avtur di Aviation Fuel Terminal (AFT) Halim Perdanakusuma, Jakarta. Langkah strategis ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan trafik penerbangan nasional sekaligus memastikan seluruh operasional maskapai komersial, penerbangan khusus VVIP, hingga kebutuhan militer TNI Angkatan Udara berjalan tanpa hambatan teknis terkait bahan bakar. Dengan mengedepankan standar keamanan internasional yang sangat ketat, Pertamina melakukan pengawasan komprehensif mulai dari titik penerimaan produk hingga proses pengisian ke dalam tangki pesawat (into-plane). Upaya ini bertujuan memberikan jaminan rasa aman dan kenyamanan maksimal bagi jutaan masyarakat yang diprediksi akan menggunakan jalur udara sebagai moda transportasi utama untuk kembali ke kampung halaman pada periode lebaran mendatang.
Integritas Kualitas dan Standar Operasional Berlapis di AFT Halim
AFT Halim Perdanakusuma memegang peranan yang sangat vital sebagai salah satu simpul strategis dalam jaringan distribusi avtur nasional. Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, menegaskan bahwa peran terminal ini tidak hanya terbatas pada layanan komersial, tetapi juga menjadi tulang punggung bagi kelancaran mobilitas udara di ibu kota, terutama saat frekuensi penerbangan meningkat tajam selama masa mudik Lebaran. Dalam keterangannya pada Jumat (27/2), Arya menjelaskan bahwa Pertamina telah mengimplementasikan protokol pemeriksaan kualitas yang sangat ketat dan sistematis. Pemeriksaan ini merupakan proses berkelanjutan yang dimulai sejak produk avtur diterima di terminal, selama masa penimbunan di tangki penyimpanan, hingga detik-detik sebelum avtur disalurkan ke pesawat udara. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap tetes bahan bakar yang masuk ke mesin pesawat memenuhi spesifikasi teknis yang dipersyaratkan oleh regulasi internasional, guna memitigasi risiko sekecil apa pun di udara.
Lebih lanjut, pengelolaan AFT Halim Perdanakusuma menuntut standar keselamatan dan pengamanan yang jauh lebih tinggi dibandingkan terminal bahan bakar biasa. Hal ini dikarenakan karakteristik konsumennya yang sangat beragam dan bersifat strategis. Selain melayani maskapai komersial berjadwal, terminal ini bertanggung jawab penuh dalam mendukung kebutuhan operasional operasional TNI Angkatan Udara yang menjaga kedaulatan wilayah udara nasional, serta melayani penerbangan khusus kepresidenan dan tamu negara (VVIP/VIP). Arya menekankan bahwa seluruh rangkaian proses dalam rantai pasok (supply chain) di AFT Halim dijalankan dengan disiplin tinggi, mengikuti prosedur operasi standar (SOP) yang telah tersertifikasi secara global. Dengan demikian, kepercayaan konsumen terhadap kualitas layanan Pertamina tetap terjaga, baik untuk kebutuhan sipil maupun militer.
Ekspansi Distribusi dan Dukungan Terhadap Stabilitas Harga Tiket
Dari sisi skala operasional, Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, memaparkan fakta bahwa AFT Halim Perdanakusuma merupakan unit terbesar kedua di wilayah Jawa Bagian Barat dalam hal volume penyaluran avtur. Terminal ini merupakan bagian dari jaringan raksasa 72 Aviation Fuel Terminal yang dikelola oleh Pertamina di seluruh penjuru Indonesia. Roberth menggarisbawahi bahwa aspek kualitas adalah prioritas yang tidak dapat ditawar (zero tolerance). Pemeriksaan berlapis dilakukan untuk mendeteksi keberadaan kontaminan seperti air atau partikel asing yang dapat membahayakan keselamatan penerbangan. Melalui pengujian laboratorium yang rutin dan pemantauan real-time, Pertamina memastikan bahwa avtur yang disalurkan tetap berada dalam kondisi prima sesuai dengan standar internasional yang ditetapkan oleh organisasi penerbangan dunia.
Menyambut Satgas RAFI 2026, Pertamina Patra Niaga tidak hanya fokus pada aspek teknis avtur, tetapi juga memastikan kesiapan stok energi secara nasional, termasuk BBM dan LPG. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat, perusahaan juga mengambil langkah strategis terkait kebijakan harga. Pertamina menerapkan skema harga khusus avtur selama periode libur Idulfitri sebagai upaya untuk membantu menekan biaya operasional maskapai, yang diharapkan dapat berkontribusi pada stabilitas harga tiket pesawat. Langkah ini menjadi sangat krusial mengingat tingginya permintaan tiket pesawat saat lebaran seringkali memicu inflasi di sektor transportasi. Dengan menjaga harga avtur tetap kompetitif dan pasokan yang melimpah, Pertamina berperan aktif dalam menjaga ekosistem penerbangan nasional tetap sehat selama masa puncak arus mudik.
Proyeksi Kebutuhan dan Keandalan Fasilitas Penerbangan
VP Aviation Fuel Business Pertamina Patra Niaga, Yosep Iswadi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan analisis mendalam dan proyeksi kebutuhan avtur berdasarkan tren historis serta data reservasi penerbangan tahun 2026. Berdasarkan proyeksi tersebut, Pertamina telah menyiagakan seluruh sarana dan fasilitas (sarfas) di seluruh Aviation Fuel Terminal, dengan fokus khusus pada bandara-bandara yang menjadi titik keberangkatan dan kedatangan utama (hub) yang berpotensi mengalami lonjakan permintaan signifikan. Kesiapan ini mencakup penambahan armada mobil tangki pengisi (refueller), optimalisasi kapasitas tangki timbun, hingga pengaturan jadwal personel di lapangan agar layanan pengisian bahan bakar dapat dilakukan dengan cepat dan presisi tanpa mengganggu jadwal keberangkatan pesawat.
Komitmen Pertamina dalam menjaga keandalan pasokan ini juga ditunjukkan melalui transparansi operasional kepada publik dan pemangku kepentingan. Pada Rabu (25/2), Pertamina mengundang jajaran pemimpin redaksi media massa nasional serta Badan Komunikasi Pemerintah untuk meninjau langsung operasional di AFT Halim Perdanakusuma. Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan gambaran nyata mengenai kompleksitas distribusi dan ketatnya kendali mutu (quality control) yang dilakukan perusahaan. Para praktisi media diajak melihat langsung proses uji sampling produk, sistem filtrasi, hingga prosedur pengisian avtur ke pesawat. Transparansi ini diharapkan dapat membangun kepercayaan masyarakat bahwa Pertamina telah bekerja keras di balik layar demi memastikan setiap penerbangan mudik berlangsung aman, lancar, dan sesuai dengan standar keselamatan tertinggi.
Apresiasi terhadap keterbukaan informasi ini disampaikan oleh Kepala Pusat Pemberitaan RRI, Muhammad Yusri Darto, yang turut serta dalam kunjungan tersebut. Menurutnya, pemahaman yang utuh mengenai tahapan penyaluran dan prosedur keselamatan sangat penting untuk disampaikan kepada publik agar tidak ada keraguan mengenai kesiapan energi nasional. Dengan sinergi antara kesiapan teknis, manajemen stok yang mumpuni, serta pengawasan kualitas yang tidak terputus, Pertamina Patra Niaga optimistis dapat mengawal kelancaran transportasi udara selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026. Perusahaan terus berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam mendukung mobilitas masyarakat Indonesia, memastikan bahwa setiap perjalanan pulang ke kampung halaman menjadi momen yang berkesan dan penuh rasa aman.

















