Rp 8.102.000 per mayam. Angka ini tidak bergeser sedikit pun dari harga penutupan hari Sabtu. Perlu diketahui bahwa satuan “mayam” adalah unit pengukuran tradisional yang sangat spesifik digunakan di wilayah Aceh, di mana satu mayam setara dengan kurang lebih 3,33 gram emas murni.
Sementara itu, untuk kategori emas London, yang biasanya memiliki tingkat kemurnian sedikit di bawah emas murni namun tetap menjadi primadona bagi kolektor perhiasan, harganya juga terpantau stabil. Pada hari Minggu ini, emas London dibanderol dengan harga Rp 7.601.000 per mayam, sama persis dengan harga pada hari Sabtu kemarin. Stabilitas harga ini memberikan kepastian bagi konsumen, meskipun di sisi lain, tingginya angka tersebut menjadi pertimbangan berat bagi masyarakat yang ingin menambah aset investasi mereka dalam bentuk fisik.
| Jenis Emas | Harga per Mayam (21 Feb 2026) | Harga per Mayam (22 Feb 2026) | Status Perubahan |
|---|---|---|---|
| Emas Murni (99%) | Rp 8.102.000 | Rp 8.102.000 | Stagnan |
| Emas London (97%) | Rp 7.601.000 | Rp 7.601.000 | Stagnan |
Selain emas murni dan emas London, terdapat pula kategori emas 22 atau yang sering disebut oleh masyarakat lokal sebagai emas paon. Berbeda dengan emas murni yang harganya sangat fluktuatif mengikuti pasar global, emas paon cenderung memiliki mekanisme harga yang lebih fleksibel namun tetap dipengaruhi oleh kerumitan desain dan karakteristik fisik perhiasan tersebut. Untuk emas jenis ini, harganya berada di kisaran Rp 1.200.000 hingga Rp 1.400.000 per gram untuk kadar tertentu, namun secara umum di Toko London Lhokseumawe, harga per gramnya bisa mencapai rentang Rp 2.200.000 sampai Rp 3.000.000 tergantung pada kualitas pengerjaan dan keunikan bentuknya. Emas paon biasanya lebih diminati oleh kalangan yang mengedepankan fungsi estetika atau perhiasan untuk penggunaan sehari-hari dibandingkan sebagai instrumen lindung nilai murni.
Analisis Sentimen Pasar: Mengapa Warga Lebih Memilih Jual Emas?
Meskipun harga emas berada pada level yang cukup tinggi dan stabil, Mori mencatat adanya pergeseran perilaku konsumen yang cukup signifikan dalam sepekan terakhir. Tren transaksi di pasar emas Lhokseumawe saat ini didominasi oleh aksi jual oleh masyarakat. “Dalam sepekan ini, tingkat daya beli emas menurun, lebih banyak warga yang datang untuk menjual kembali emas mereka daripada yang membeli,” ungkap Mori. Fenomena ini menarik untuk dicermati karena biasanya kenaikan atau stabilitas harga tinggi memicu minat investasi, namun dalam konteks saat ini, tampaknya masyarakat sedang melakukan aksi ambil untung atau profit taking.
Ada beberapa faktor yang disinyalir menjadi pemicu tingginya angka penjualan emas oleh warga. Pertama, harga emas yang menyentuh angka di atas Rp 8 juta per mayam dianggap sudah sangat tinggi oleh sebagian besar masyarakat, sehingga mereka merasa ini adalah waktu yang tepat untuk mencairkan aset guna mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli di masa lalu. Kedua, faktor kebutuhan ekonomi menjelang periode tertentu seringkali memaksa masyarakat untuk melepas simpanan emas mereka demi memenuhi kebutuhan likuiditas mendesak. Kondisi ini juga sejalan dengan laporan dari daerah lain seperti Semarang, di mana harga emas Antam dilaporkan tetap stabil di level tertingginya, sementara harga buyback















