Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional dengan meraih penghargaan prestisius Universal Health Coverage (UHC) Award sebagai bentuk nyata komitmen dalam menjamin akses kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Keberhasilan ini diraih setelah kabupaten yang terletak di Provinsi Kalimantan Selatan tersebut mencatatkan angka kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang sangat impresif, yakni mencapai lebih dari 98 persen dari total populasi penduduk. Penghargaan ini diserahkan langsung dalam sebuah seremoni megah yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran pada Selasa (27/1/2026), yang menegaskan posisi HSU sebagai salah satu daerah terdepan dalam implementasi sistem jaminan kesehatan semesta di Indonesia. Dengan capaian ini, Pemerintah Kabupaten HSU membuktikan bahwa kendala geografis maupun administratif bukan menjadi penghalang untuk memberikan perlindungan finansial dan layanan medis yang berkualitas bagi ratusan ribu warganya.
Capaian luar biasa ini bukanlah hasil dari kerja semalam, melainkan buah dari konsistensi kebijakan yang telah dirintis sejak tahun 2023. Sejak tahun tersebut, Kabupaten Hulu Sungai Utara telah secara resmi menyandang status Universal Health Coverage (UHC), sebuah predikat yang hanya diberikan kepada daerah dengan tingkat kepesertaan jaminan kesehatan di atas ambang batas minimal yang ditetapkan secara nasional. Data terbaru menunjukkan bahwa pertumbuhan kepesertaan terus mengalami tren positif secara berkelanjutan. Hingga saat ini, lebih dari 200 ribu jiwa warga HSU telah terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), yang iurannya sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah melalui alokasi anggaran khusus. Hal ini menunjukkan betapa besarnya peran negara dan pemerintah daerah dalam hadir di tengah masyarakat, khususnya bagi kelompok rentan yang membutuhkan kepastian layanan kesehatan tanpa harus terbebani oleh biaya yang seringkali menjadi momok menakutkan bagi ekonomi keluarga.
Transformasi Layanan Kesehatan Melalui Jaminan Kesehatan Nasional
Penerapan program JKN-KIS di Kabupaten Hulu Sungai Utara telah membawa transformasi signifikan pada pola interaksi masyarakat dengan fasilitas kesehatan. Dengan kepemilikan kartu JKN-KIS, warga kini memiliki akses yang lebih luas dan terorganisir di berbagai tingkatan fasilitas kesehatan, mulai dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) sebagai garda terdepan, hingga rumah sakit rujukan di tingkat lanjutan. Pemerintah daerah secara sadar mengalokasikan porsi anggaran yang signifikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk memastikan bahwa program ini berjalan tanpa hambatan. Alokasi dana ini difungsikan untuk menutup iuran masyarakat yang tidak mampu secara finansial, sehingga slogan “kesehatan gratis yang berkualitas” bukan sekadar janji politik, melainkan realitas yang dirasakan langsung oleh masyarakat di desa-desa maupun di wilayah perkotaan Amuntai.
Keberhasilan menembus angka kepesertaan di atas 98 persen merupakan indikator kuat bahwa sistem pendataan dan sosialisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten HSU bekerja dengan sangat efektif. Sinergi antara Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menjadi kunci utama dalam memvalidasi data penduduk agar tepat sasaran dalam penyaluran bantuan iuran. Penghargaan UHC Award 2024 ini juga menempatkan HSU di antara 135 Kabupaten/Kota se-Indonesia yang dinilai memiliki dedikasi luar biasa dalam mendukung program strategis nasional di bidang kesehatan. Dengan status UHC ini, masyarakat HSU mendapatkan keistimewaan berupa kepastian layanan kesehatan yang aktif seketika saat mereka mendaftar, tanpa harus menunggu masa aktivasi yang lama, terutama dalam kondisi darurat medis yang memerlukan penanganan cepat.
Seremoni Penghargaan dan Sinergi Lintas Sektoral di Ibu Kota
Dalam prosesi penyerahan penghargaan di Jakarta, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara diwakili oleh Drs. H. Sugeng Riyadi, M.AP, yang menjabat sebagai Staf Ahli Bupati HSU Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik. Kehadiran beliau mewakili Bupati HSU, Sahrujani, merupakan representasi dari dukungan penuh eksekutif terhadap penguatan regulasi dan kebijakan di bidang kesehatan. Tidak sendirian, Sugeng Riyadi didampingi oleh Plh. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten HSU, H. Muhammad Yotawijaya. Kehadiran kedua pejabat teras ini mencerminkan betapa pentingnya sinergi lintas perangkat daerah dalam menyukseskan program pembangunan manusia. Penghargaan ini menjadi simbol apresiasi pemerintah pusat terhadap kerja keras birokrasi di daerah yang mampu menerjemahkan visi nasional menjadi aksi nyata di lapangan.
Dalam pernyataan resminya setelah menerima penghargaan, Sugeng Riyadi menekankan bahwa pencapaian ini adalah milik seluruh elemen masyarakat Hulu Sungai Utara. Ia menggarisbawahi bahwa dedikasi para tenaga kesehatan, mulai dari dokter, perawat, hingga bidan desa yang bekerja di pelosok, memiliki andil besar dalam memberikan kepercayaan kepada masyarakat untuk masuk ke dalam sistem jaminan kesehatan nasional. “Penghargaan UHC Award ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara, tetapi juga bagi seluruh masyarakat. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjamin hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang layak,” tegas Sugeng dengan nada optimis. Ia juga menambahkan bahwa pemerintah tidak akan berpuas diri dengan penghargaan ini, melainkan akan menjadikannya sebagai batu loncatan untuk memperbaiki kualitas layanan di setiap puskesmas dan rumah sakit daerah.
Komitmen Keberlanjutan dan Inovasi Layanan Publik
Ke depan, tantangan yang dihadapi oleh Pemerintah Kabupaten HSU adalah bagaimana mempertahankan status UHC ini di tengah dinamika kependudukan dan tantangan ekonomi. Oleh karena itu, penguatan sistem kesehatan yang responsif menjadi prioritas utama dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah. Pemerintah berkomitmen untuk terus mendorong inovasi dalam pelayanan dasar, termasuk digitalisasi layanan kesehatan agar antrean di fasilitas kesehatan dapat diminimalisir dan akses informasi mengenai ketersediaan kamar atau obat dapat diakses secara transparan oleh peserta JKN-KIS. Fokus utama ke depan adalah memastikan bahwa tingginya angka kuantitas kepesertaan berbanding lurus dengan kualitas layanan yang diterima oleh pasien di lapangan.
Selain aspek pembiayaan, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Utara juga menyadari bahwa infrastruktur kesehatan harus terus ditingkatkan. Pembangunan dan rehabilitasi fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) terus dilakukan secara bertahap untuk memastikan kenyamanan pasien. Dengan diraihnya UHC Award ini, Kabupaten HSU kini dipandang sebagai salah satu daerah percontohan di Indonesia dalam hal penyelenggaraan jaminan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan. Visi besar untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, sejahtera, dan berkeadilan kini selangkah lebih dekat untuk dicapai, menjadikan kesehatan bukan lagi sebagai beban biaya yang mahal, melainkan hak dasar yang dijamin sepenuhnya oleh negara melalui tata kelola pemerintah daerah yang amanah dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Dampak Sosial dan Penguatan Ekonomi Masyarakat
Secara lebih mendalam, keberhasilan program UHC di Hulu Sungai Utara memiliki dampak domino yang positif terhadap ketahanan ekonomi keluarga. Dengan terjaminnya biaya kesehatan, masyarakat dapat mengalokasikan pendapatan mereka untuk kebutuhan produktif lainnya, seperti pendidikan anak dan pengembangan usaha kecil, tanpa harus khawatir jatuh ke jurang kemiskinan akibat biaya pengobatan yang tak terduga (catastrophic spending). Inilah esensi dari perlindungan sosial yang sebenarnya, di mana pemerintah daerah berperan sebagai pelindung bagi warganya dari risiko finansial yang disebabkan oleh masalah kesehatan. Keberlanjutan program ini akan terus dikawal dengan pengawasan ketat terhadap penggunaan anggaran agar setiap rupiah yang dikeluarkan dari APBD benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga yang membutuhkan, demi mewujudkan HSU yang lebih kuat dan sehat di masa depan.

















