Aksara Lokal
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    5 Zodiak Paling Hoki 30 Januari 2026, Virgo-Aquarius Banjir Cuan

    5 Zodiak Paling Hoki 30 Januari 2026, Virgo-Aquarius Banjir Cuan

    Onadio Leonardo: Rehab Ubah Selektivitas Pertemanan

    Onadio Leonardo: Rehab Ubah Selektivitas Pertemanan

    Nikita Willy: Rahasia Gaya Sederhana Paling Nyaman

    Nikita Willy: Rahasia Gaya Sederhana Paling Nyaman

    Lisa BLACKPINK Duta Nike: Suarakan Kekuatan Perempuan!

    Lisa BLACKPINK Duta Nike: Suarakan Kekuatan Perempuan!

    Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    Rahasia Kulit Daffa Ariq: Perawatan Wajah Jadi Prioritas

    Rahasia Kulit Daffa Ariq: Perawatan Wajah Jadi Prioritas

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    5 Zodiak Paling Hoki 30 Januari 2026, Virgo-Aquarius Banjir Cuan

    5 Zodiak Paling Hoki 30 Januari 2026, Virgo-Aquarius Banjir Cuan

    Onadio Leonardo: Rehab Ubah Selektivitas Pertemanan

    Onadio Leonardo: Rehab Ubah Selektivitas Pertemanan

    Nikita Willy: Rahasia Gaya Sederhana Paling Nyaman

    Nikita Willy: Rahasia Gaya Sederhana Paling Nyaman

    Lisa BLACKPINK Duta Nike: Suarakan Kekuatan Perempuan!

    Lisa BLACKPINK Duta Nike: Suarakan Kekuatan Perempuan!

    Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    Rahasia Kulit Daffa Ariq: Perawatan Wajah Jadi Prioritas

    Rahasia Kulit Daffa Ariq: Perawatan Wajah Jadi Prioritas

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
No Result
View All Result
Aksara Lokal
No Result
View All Result
Home Health

IDAI ingatkan anak berisiko tertular virus Nipah

Oki Wijaya by Oki Wijaya
February 4, 2026
Reading Time: 5 mins read
0
IDAI ingatkan anak berisiko tertular virus Nipah

#image_title

RELATED POSTS

Bali Waspada Ancaman Virus Nipah, 3 RS Rujukan Disiagakan

Virus Nipah India: Ancaman Maut yang Wajib Anda Tahu!

Pakar: Kemenkes Tiru SG Tangkal Nipah, Ini Caranya

Ancaman krisis kesehatan global kembali membayangi dengan munculnya peringatan serius mengenai risiko penyebaran Virus Nipah (NiV) yang kini menjadi perhatian utama para pakar kesehatan di tanah air. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) secara resmi mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat luas untuk mewaspadai potensi penularan virus mematikan ini, terutama pada kelompok usia anak yang dinilai memiliki kerentanan signifikan meskipun hingga saat ini belum ditemukan laporan kasus infeksi pada manusia di wilayah kedaulatan Republik Indonesia. Langkah antisipatif ini diambil menyusul adanya laporan perkembangan epidemiologi global di sejumlah negara tetangga serta temuan ilmiah yang mengonfirmasi keberadaan virus tersebut pada populasi kelelawar buah (genus Pteropodidae) yang tersebar di berbagai wilayah nusantara. Sebagai penyakit zoonosis yang memiliki tingkat fatalitas atau angka kematian yang sangat ekstrem, yakni berkisar antara 40 hingga 75 persen, Virus Nipah menuntut kesiapsiagaan kolektif dari orang tua, tenaga medis, hingga otoritas pemerintah guna mencegah terjadinya wabah yang dapat melumpuhkan sistem kesehatan nasional.

Eskalasi Risiko dan Karakteristik Patogen Virus Nipah di Indonesia

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Piprim Basarah Yanuarso, dalam keterangannya menekankan bahwa ketiadaan kasus pada manusia saat ini sama sekali tidak boleh diartikan sebagai kondisi yang aman atau membuat masyarakat menjadi lengah. Keberadaan Virus Nipah pada inang alami, yaitu kelelawar buah lokal, merupakan sebuah indikator biologis bahwa bom waktu penularan tetap ada dan dapat meledak sewaktu-waktu jika protokol pencegahan tidak ditegakkan secara disiplin. Dalam Seminar Media IDAI yang diselenggarakan pada Kamis, 29 Januari 2026, Piprim menjelaskan bahwa Virus Nipah bukan sekadar infeksi biasa, melainkan ancaman kesehatan masyarakat yang sangat serius karena spektrum penyakit yang ditimbulkannya sangat luas dan berbahaya. Pasien yang terinfeksi dapat mengalami kondisi asimtomatik atau tanpa gejala pada tahap awal, namun dengan cepat dapat memburuk menjadi gangguan pernapasan akut yang berat hingga berkembang menjadi ensefalitis atau peradangan otak yang bersifat mematikan. Kondisi neurologis ini sering kali meninggalkan sekuele atau dampak kesehatan jangka panjang bagi penyintasnya, sehingga upaya antisipasi harus dilakukan secara komprehensif sejak dini.

Mekanisme penularan Virus Nipah ke manusia tergolong sangat kompleks dan bersifat multifaktorial, yang melibatkan interaksi antara hewan, lingkungan, dan manusia itu sendiri. Penularan primer biasanya terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan yang telah terinfeksi, seperti air liur, urine, atau darah, terutama dari kelelawar buah atau hewan ternak seperti babi yang bertindak sebagai inang perantara. Namun, risiko yang paling sering terabaikan oleh masyarakat adalah konsumsi bahan pangan yang terkontaminasi. Buah-buahan yang telah tergigit atau terkena percikan cairan tubuh kelelawar, serta konsumsi nira mentah yang sering kali menjadi tempat singgah kelelawar saat malam hari, menjadi media transmisi yang sangat efektif. Selain transmisi dari hewan ke manusia, dunia medis juga sangat mengkhawatirkan adanya penularan antarmanusia (human-to-human transmission) yang terjadi melalui droplet pernapasan atau kontak erat dengan cairan tubuh pasien yang terinfeksi, yang menjadikan virus ini memiliki potensi untuk memicu klaster penularan di lingkungan keluarga maupun fasilitas pelayanan kesehatan.

Vulnerabilitas Anak dan Urgensi Proteksi di Lingkungan Keluarga

Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik IDAI, Dominicus Husada, memberikan penegasan krusial bahwa anak-anak bukanlah kelompok yang memiliki imunitas alami atau kebal terhadap serangan Virus Nipah. Berdasarkan data epidemiologi dari berbagai wabah yang pernah terjadi secara internasional, rentang usia korban yang terinfeksi mencakup seluruh spektrum umur, mulai dari bayi yang baru lahir hingga kelompok lanjut usia. Sebagai referensi nyata, pada wabah yang melanda negara bagian Kerala, India, pada tahun 2023 silam, tercatat adanya kasus infeksi yang menyerang anak berusia 9 tahun, yang membuktikan bahwa virus ini tidak memandang usia dalam mencari inangnya. Dominicus menjelaskan bahwa meskipun dalam beberapa skenario wabah anak-anak jarang menjadi korban utama secara kuantitas, mekanisme penularan yang bersifat acak melalui makanan atau lingkungan membuat mereka tetap berada dalam zona risiko tinggi. Anak-anak sering kali memiliki kebiasaan mengeksplorasi lingkungan dan mengonsumsi makanan tanpa pengawasan ketat, yang meningkatkan peluang mereka terpapar virus di daerah yang memiliki populasi kelelawar buah yang tinggi.

Oleh karena itu, peran orang tua dan pengasuh menjadi garda terdepan dalam memutus mata rantai penularan di tingkat domestik. IDAI mengeluarkan serangkaian rekomendasi ketat yang harus dipatuhi oleh setiap keluarga guna meminimalisir risiko paparan. Pertama, orang tua sangat dilarang memberikan nira mentah atau produk cairan pohon yang tidak melalui proses pemanasan kepada anak-anak, karena cairan ini sangat rentan terkontaminasi oleh kelelawar. Kedua, setiap buah-buahan yang akan dikonsumsi wajib dicuci bersih di bawah air mengalir, dikupas kulitnya, dan yang paling penting adalah segera membuang buah yang menunjukkan tanda-tanda bekas gigitan atau goresan hewan. Ketiga, pengolahan produk hewani, terutama daging babi yang dalam sejarah medis sering menjadi inang perantara Virus Nipah, harus dimasak hingga benar-benar matang sempurna pada suhu tinggi guna memastikan seluruh patogen mati. Terakhir, interaksi fisik anak dengan hewan ternak yang menunjukkan gejala sakit harus dihindari sepenuhnya, mengingat hewan ternak dapat menjadi jembatan transmisi virus dari alam liar ke lingkungan pemukiman manusia.

Tantangan Medis: Absensi Vaksin dan Pentingnya Deteksi Dini

Hingga saat ini, tantangan terbesar dalam menghadapi Virus Nipah adalah belum tersedianya vaksin spesifik maupun obat antivirus yang terbukti efektif untuk mengobati infeksi ini pada manusia. Strategi medis saat ini masih sangat bergantung pada perawatan suportif untuk meredakan gejala dan menjaga fungsi organ vital pasien. Mengingat ketiadaan intervensi farmakologis tersebut, IDAI sangat menekankan pentingnya deteksi dini terhadap gejala-gejala klinis yang muncul. Orang tua diminta untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan atau rumah sakit terdekat apabila anak mengalami demam tinggi yang disertai dengan gejala neurologis seperti penurunan kesadaran, kejang, atau disorientasi, serta adanya gangguan pernapasan yang muncul secara mendadak. Kewaspadaan ini harus ditingkatkan berkali-kali lipat terutama jika anak memiliki riwayat kontak dengan hewan berisiko atau baru saja mengonsumsi makanan yang diragukan kebersihannya di daerah yang diketahui menjadi habitat kelelawar buah.

Selain tanggung jawab individu dan keluarga, IDAI juga mendorong pemerintah untuk mengambil langkah-langkah strategis dalam memperkuat pertahanan kesehatan nasional di pintu-pintu masuk negara. Protokol kewaspadaan di bandara, pelabuhan, dan perbatasan darat harus diperketat melalui sistem skrining kesehatan yang ketat bagi pelaku perjalanan dari wilayah yang sedang mengalami wabah. Pemerintah juga diharapkan dapat membangun sistem pelacakan kontak (contact tracing) yang responsif serta mekanisme pelaporan cepat yang terintegrasi antara dinas kesehatan daerah dan pusat. Sinergi antara pengawasan lingkungan terhadap populasi hewan liar dengan kesiapan sistem medis di rumah sakit menjadi kunci utama dalam memitigasi risiko. “Kewaspadaan dini dan edukasi yang masif kepada masyarakat merupakan instrumen paling ampuh yang kita miliki saat ini untuk melindungi anak-anak kita dan seluruh rakyat Indonesia dari ancaman mematikan Virus Nipah,” tutup Piprim Basarah Yanuarso dalam pernyataan resminya.

Aspek Risiko Detail Informasi
Tingkat Kematian Sangat tinggi, berkisar antara 40% hingga 75% dari total kasus terkonfirmasi.
Inang Alami Kelelawar buah dari genus Pteropodidae (sering ditemukan di Indonesia).
Gejala Utama Demam, gangguan pernapasan akut, hingga ensefalitis (radang otak mematikan).
Metode Penularan Kontak cairan tubuh hewan, konsumsi buah/nira terkontaminasi, dan transmisi antarmanusia.
Status Vaksin Belum ada vaksin atau antivirus spesifik yang tersedia secara global.
Tags: IDAIkesehatan anakpenyakit menularVirus Nipah
ShareTweetPin
Oki Wijaya

Oki Wijaya

Related Posts

Bali Waspada Ancaman Virus Nipah, 3 RS Rujukan Disiagakan
Health

Bali Waspada Ancaman Virus Nipah, 3 RS Rujukan Disiagakan

February 3, 2026
Virus Nipah India: Ancaman Maut yang Wajib Anda Tahu!
Health

Virus Nipah India: Ancaman Maut yang Wajib Anda Tahu!

February 3, 2026
Pakar: Kemenkes Tiru SG Tangkal Nipah, Ini Caranya
Health

Pakar: Kemenkes Tiru SG Tangkal Nipah, Ini Caranya

February 3, 2026
Waspada Virus Nipah India Mematikan Tanpa Obat, Bagaimana di Indonesia?
Health

Waspada Virus Nipah India Mematikan Tanpa Obat, Bagaimana di Indonesia?

February 2, 2026
Pemkab HSS Juara UHC Award: Kesehatan Terjamin untuk Semua!
Health

Pemkab HSS Juara UHC Award: Kesehatan Terjamin untuk Semua!

February 2, 2026
Kunci Menyusui Lancar: Ibu Tenang, ASI Melimpah.
Health

Kunci Menyusui Lancar: Ibu Tenang, ASI Melimpah.

February 2, 2026
Next Post
3 Fakta Gol Debut Bruno Paraiba: Persebaya Langsung Heboh!

3 Fakta Gol Debut Bruno Paraiba: Persebaya Langsung Heboh!

Menlu Iran Murka: UE Tetapkan IRGC Organisasi Teroris

Menlu Iran Murka: UE Tetapkan IRGC Organisasi Teroris

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended Stories

Gempa Bantul M4,4 Guncang, Warga Panik Keluar Rumah

Gempa Bantul M4,4 Guncang, Warga Panik Keluar Rumah

January 31, 2026
Belum Ditemukan, Masa Pencarian Pendaki Hilang di Gunung Lawu Diperpanjang

Belum Ditemukan, Masa Pencarian Pendaki Hilang di Gunung Lawu Diperpanjang

January 29, 2026
Kejagung Buka Suara: 3 Jaksa Padang Lawas Diperiksa

Kejagung Buka Suara: 3 Jaksa Padang Lawas Diperiksa

January 29, 2026

Popular Stories

  • POCARI SWEAT Run 2026 siap digelar: Indonesia membiru lewat sport tourism

    POCARI SWEAT Run 2026 siap digelar: Indonesia membiru lewat sport tourism

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor Cisarua: Lumpur Maut Mengubur Desa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 ABK WNI Jadi Korban Pembajakan Kapal Ikan di Somalia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sukses Berdayakan Desa, BNI Sabet Penghargaan Hari Desa Nasional 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transjakarta Banjir: Ini Penjelasan Terbaru!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aksara Lokal

Rangkuman berita yang dikemas oleh penulis profesional dengan bantuan AI seperti yang dibicarakan oleh wapres

Recent Posts

  • Penting! Batas Aktivasi Rekening PIP Diperpanjang Hingga 28 Februari
  • Drawing Playoff Liga Champions Sore Ini: Link Nonton & Daftar Tim
  • Boiyen & Rully Akbar: Kisah Cinta Instagram Terbongkar

Categories

  • Agama Spiritual
  • Arkeologi
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Business
  • Cuaca
  • Culture
  • Economy
  • Edukasi Ketenagakerjaan
  • Energi
  • Health
  • Hiburan
  • Hukum
  • Kebakaran Industri
  • Kecelakaan Lalu Lintas
  • Kecelakaan Maritim
  • Kecelakaan Pesawat
  • Keluarga
  • Keruntuhan Struktur
  • Keselamatan Penerbangan
  • Kriminal
  • Kripto
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Mitigasi Bencana
  • News
  • Opinion
  • Paleontologi
  • Pangan dan Gizi
  • Pemulihan Bencana
  • Pencarian Orang Hilang
  • Pendidikan
  • Pertahanan Nasional
  • Politics
  • Resiliensi Masyarakat
  • Sains
  • Sports
  • Tech
  • Travel
  • World

© 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Business
    • Culture
    • Economy
    • Lifestyle
    • Travel
    • Opinion
    • Politics
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026