Duka mendalam menyelimuti keluarga besar musisi ternama Erdian Aji Prihartanto, atau yang akrab disapa Anji Manji. Pada akhir Maret 2026, sang ibunda tercinta, Sundari Hartiyo, berpulang ke pangkuan Sang Pencipta. Kepergian sosok ibu yang begitu dicintai ini meninggalkan kesedihan mendalam, namun Anji dan keluarga besar berusaha melepasnya dengan ketegaran dan keikhlasan yang luar biasa.
Momen Haru di TPU Mangun Jaya: Melepas Sang Bunda dengan Doa
Prosesi pemakaman Sundari Hartiyo berlangsung khidmat di TPU Mangun Jaya, Kabupaten Bekasi, pada Jumat, 27 Maret 2026. Di bawah cuaca yang teduh, keluarga besar berkumpul untuk memberikan penghormatan terakhir bagi mendiang yang dikenal sebagai sosok lembut dan penuh kasih sayang.
Dalam suasana yang menyayat hati, Erie, kakak dari Anji, turun langsung ke liang lahat untuk memakamkan sang ibunda. Momen ini menjadi titik paling emosional bagi keluarga. Melihat sang kakak yang tampak terpukul, Anji menunjukkan kedewasaannya dengan berusaha menguatkan. “Jangan nangis ya,” bisik Anji singkat, sebuah kalimat sederhana namun bermakna dalam untuk saling menguatkan di tengah badai duka.
Menahan Tangis sebagai Bentuk Keikhlasan
Bagi Anji, sosok ibunya bukan sekadar orang tua, melainkan “rumah” tempat ia pulang. Dalam sebuah pernyataan kepada media, pelantun lagu “Dia” ini mengungkapkan bahwa ia sengaja menahan tangis selama prosesi pemakaman. Ia percaya bahwa keikhlasan adalah kado terakhir terbaik yang bisa ia berikan untuk mendiang ibunya.
- Kenangan Sang Ibu: Anji mengenang mendiang Sundari Hartiyo sebagai sosok yang sangat perasa dan memiliki kelembutan hati yang luar biasa.
- Pesan Mendalam: Kepergian sang ibu mengajarkan Anji tentang arti kehilangan yang sesungguhnya, di mana “rumah” tempat ia berlabuh kini harus ia lepas selamanya.
- Dukungan Keluarga: Kekompakan Anji dan saudaranya menjadi bukti nyata didikan sang ibu yang selalu menanamkan nilai kekeluargaan yang erat.
Kehilangan Sosok “Rumah”: Analisis Kedekatan Emosional
Kehilangan orang tua, terutama ibu, adalah salah satu fase kehidupan yang paling berat bagi siapa pun, termasuk publik figur. Fenomena duka yang dialami Anji mencerminkan bagaimana sosok ibu menjadi jangkar emosional bagi seorang anak. Dalam psikologi, ibu sering kali dianggap sebagai secure base atau tempat aman bagi seorang anak untuk kembali setelah menghadapi kerasnya dunia luar.

Mengapa Keikhlasan Menjadi Kunci dalam Berduka?
Banyak orang bertanya-tanya bagaimana Anji bisa begitu tegar. Keikhlasan bukanlah berarti tidak sedih atau tidak kehilangan. Sebaliknya, keikhlasan adalah proses menerima kenyataan bahwa setiap pertemuan pasti memiliki perpisahan.
- Penerimaan Diri: Anji memilih untuk fokus pada kenangan indah daripada tenggelam dalam penyesalan.
- Menghargai Proses: Dengan turun langsung ke liang lahat, keluarga memberikan penghormatan terakhir yang maksimal, sebuah bentuk kasih sayang hingga akhir hayat.
- Dukungan Sosial: Kehadiran kerabat dan doa dari para penggemar menjadi energi positif bagi Anji untuk tetap berdiri tegak di tengah duka.
Refleksi Kehidupan di Balik Duka Musisi
Kisah Anji melepas ibunda ke peristirahatan terakhir pada Maret 2026 ini memberikan pelajaran berharga bagi kita semua. Bahwa di balik kesuksesan seorang musisi, ada sosok ibu yang menjadi fondasi utama. Kepergian Sundari Hartiyo bukan menjadi akhir dari segalanya, melainkan pengingat bagi Anji untuk terus membawa nilai-nilai kebaikan yang telah diajarkan sang ibu semasa hidupnya.

Pelajaran Penting untuk Kita Semua
- Manfaatkan Waktu: Selagi orang tua masih ada, berikanlah perhatian dan waktu terbaik.
- Kekuatan Doa: Doa dari anak yang saleh adalah amalan yang tidak akan terputus bagi orang tua yang telah tiada.
- Ketegaran dalam Duka: Menangis adalah manusiawi, namun tetap berdiri tegar untuk menghormati mendiang adalah bentuk cinta yang lebih tinggi.
Kesimpulan
Kepergian ibunda Anji Manji, Sundari Hartiyo, memang menyisakan luka yang mendalam. Namun, cara Anji melepas kepergian sang ibu dengan keikhlasan dan ketegaran menjadi inspirasi banyak orang. Di tengah duka yang menghimpit, ia tetap menunjukkan sikap dewasa dan rasa hormat yang mendalam kepada sosok yang telah membesarkannya.
Semoga mendiang Sundari Hartiyo mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, dan semoga Anji serta keluarga besar diberikan ketabahan dalam melewati masa sulit ini. Keikhlasan yang ditunjukkan Anji adalah bukti bahwa cinta sejati tidak pernah benar-benar hilang, ia hanya berpindah bentuk menjadi doa yang akan terus mengalir.

















