Kabar bahagia yang menyelimuti pasangan selebritas El Rumi dan Syifa Hadju kini semakin menemukan titik terang setelah musikus kenamaan Maia Estianty secara terbuka membagikan perkembangan rencana pernikahan putra keduanya tersebut yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan tahun 2026. Dalam sebuah pengungkapan yang dinanti-nantikan publik di Jakarta, Maia memberikan gambaran mengenai konsep besar yang akan diusung, yakni sebuah perayaan megah berbalut adat Jawa yang kental sebagai penghormatan terhadap garis keturunan dan nilai budaya keluarga. Keputusan ini diambil sebagai langkah serius pasangan tersebut untuk meresmikan ikatan cinta mereka ke jenjang pernikahan, sebuah momen yang diprediksi akan menjadi salah satu acara paling fenomenal di jagat hiburan Indonesia dalam beberapa tahun ke depan, mengingat popularitas keduanya yang sangat masif di kalangan generasi muda.
Maia Estianty, yang juga merupakan istri dari pengusaha sukses Irwan Mussry, mengungkapkan bahwa pilihan untuk menggunakan adat Jawa bukan tanpa alasan. Meskipun detail teknis mengenai prosesi tersebut masih dalam tahap pematangan, Maia memberikan bocoran bahwa nuansa tradisional akan mendominasi rangkaian acara, mulai dari prosesi sakral hingga resepsi. “Pastinya seperti apa aku enggak tahu, namun yang aku dengar seperti itu,” ujar Maia saat memberikan keterangan di kanal Intens Investigasi. Penggunaan adat Jawa ini mencerminkan keinginan keluarga untuk mempertahankan nilai-nilai luhur di tengah modernitas kehidupan mereka sebagai figur publik. Kendati demikian, Maia mengakui bahwa dirinya belum mengetahui secara mendalam mengenai palet warna atau elemen estetika spesifik yang akan dipilih oleh El Rumi dan Syifa Hadju untuk menghiasi hari istimewa mereka nantinya.
Sentuhan Adat Jawa: Menelusuri Akar Budaya dalam Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju
Pilihan adat Jawa dalam pernikahan artis sering kali menjadi sorotan karena kerumitan dan keindahan ritualnya. Bagi El Rumi dan Syifa Hadju, penggunaan adat ini kemungkinan besar akan melibatkan berbagai prosesi adat seperti siraman, midodareni, hingga panggih yang sarat akan makna filosofis. Maia Estianty menegaskan bahwa meskipun ia adalah sang ibunda, ia memilih untuk tidak mendikte setiap keputusan artistik yang diambil oleh calon mempelai. Ia menyadari bahwa setiap pasangan memiliki visi tersendiri mengenai bagaimana mereka ingin dikenang dalam hari bersejarah tersebut. Maia menambahkan bahwa dirinya masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai detail dekorasi dan busana, karena hingga saat ini, fokus utama masih tertuju pada penyelarasan jadwal dan kesiapan mental kedua belah pihak.
Sebagai seorang ibu yang telah berpengalaman dalam menata kehidupan rumah tangga dan karier, Maia Estianty menunjukkan sikap yang sangat demokratis. Ia secara tegas menyatakan bahwa dirinya enggan terlalu ikut campur dalam urusan teknis persiapan pernikahan anak-anaknya. Bagi Maia, pernikahan adalah momen kedaulatan bagi pasangan yang menjalaninya, sehingga intervensi orang tua yang berlebihan justru dikhawatirkan akan mengurangi esensi kebahagiaan mereka. “Kalau kita sebagai orang tua ikut mengatur, tentu bukan pernikahan mereka,” ucap Maia dengan nada bijaksana. Sikap ini menunjukkan kedewasaan Maia dalam memberikan ruang bagi El Rumi dan Syifa Hadju untuk mengeksplorasi impian mereka, sekaligus memberikan dukungan moral yang tak terputus dari balik layar.
Filosofi Kebebasan: Alasan Maia Estianty Enggan Mendikte Persiapan Pernikahan Sang Putra
Lebih lanjut, Maia Estianty menjelaskan bahwa keputusannya untuk “lepas tangan” dalam urusan konsep bukan berarti ia tidak peduli. Sebaliknya, ia memberikan kepercayaan penuh kepada El dan Syifa untuk mengelola segala sesuatunya sesuai dengan selera mereka masing-masing. Ia tidak ingin memaksakan kehendak atau selera pribadinya kepada anak-anaknya yang akan memulai babak baru dalam hidup. Meski begitu, El Rumi tetap menunjukkan baktinya dengan sering meminta pendapat sang bunda, terutama terkait hal-hal sederhana namun krusial dalam persiapan tersebut. Maia merasa sangat dihargai dan senang karena tetap dilibatkan dalam proses diskusi, meskipun keputusan akhir tetap berada di tangan El dan Syifa. Hubungan yang harmonis ini menjadi fondasi kuat bagi persiapan pernikahan yang tenang dan terencana dengan matang.
Mengenai tanggal pasti pelaksanaan pernikahan, Maia Estianty memilih untuk tetap menutup rapat informasi tersebut dari konsumsi publik. Ia mengakui bahwa jadwal tersebut sudah ada dan telah dibicarakan secara internal di lingkungan keluarga besar, namun ia merasa memiliki amanah untuk menjaga rahasia tersebut hingga waktu yang dianggap tepat oleh pasangan yang bersangkutan. Alasan di balik kerahasiaan ini adalah untuk menjaga privasi dan ketenangan proses persiapan agar tidak terganggu oleh hiruk-pikuk pemberitaan yang terlalu prematur. “Aku sudah tahu jadwalnya, namun memilih untuk menyimpannya sesuai amanah keluarga,” tegasnya. Hal ini menambah rasa penasaran publik, namun di sisi lain menunjukkan profesionalisme keluarga dalam mengelola isu-isu pribadi di ranah media sosial.
Menjaga Privasi di Tengah Sorotan: Misteri Tanggal dan Detail Teknis yang Masih Dirahasiakan
Menariknya, ketenangan Maia Estianty dalam menghadapi rencana pernikahan El Rumi juga dipengaruhi oleh pengalaman sebelumnya. Ia mengaku tidak lagi merasa gugup atau terbebani dengan persiapan besar ini karena sebelumnya ia sudah lebih dulu mempersiapkan mental untuk pernikahan putra sulungnya, Al Ghazali, yang dijadwalkan akan berlangsung pada 16 Juni 2025. Dengan adanya jeda waktu sekitar satu tahun antara pernikahan Al dan El, Maia merasa memiliki waktu yang cukup untuk memberikan perhatian yang adil bagi setiap anaknya. Publik pun kini mulai membandingkan dan menantikan bagaimana kemeriahan pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju nantinya, yang diperkirakan tidak akan kalah megah dari pernikahan sang kakak.
Syifa Hadju sendiri dalam berbagai kesempatan telah mengungkapkan kebahagiaan yang luar biasa setelah dilamar secara resmi oleh El Rumi. Dukungan penuh dari keluarga besar, termasuk dari Maia Estianty dan Irwan Mussry, menjadi energi positif bagi Syifa dalam menyongsong hari bahagianya. Sebagai calon menantu, Syifa tampaknya telah mendapatkan tempat yang istimewa di hati Maia, yang terlihat dari cara Maia berbicara mengenai masa depan mereka. Dengan segala persiapan yang mulai dicicil sejak dini, pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju di pertengahan tahun 2026 mendatang dipastikan akan menjadi magnet bagi perhatian masyarakat luas, menyatukan dua kepribadian yang dicintai publik dalam sebuah ikatan suci yang berakar pada tradisi dan cinta yang tulus.

















