Dunia hiburan Tanah Air sempat diguncang kabar duka yang mendalam atas meninggalnya Lula Lahfah, seorang influencer, selebgram, sekaligus aktris muda yang dikenal luas. Tragedi ini terungkap setelah jasadnya ditemukan tak bernyawa di unit apartemen pribadinya, Apartemen Essence Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Jumat sore, 23 Januari. Penemuan yang mengejutkan ini memicu penyelidikan intensif dari pihak kepolisian, yang kemudian membeberkan kronologi lengkap kejadian, mulai dari aktivitas terakhir Lula hingga detik-detik penemuan jasadnya, dalam sebuah konferensi pers pada Jumat, 30 Januari. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Mukhamad Iskandarsyah, memimpin konferensi pers tersebut, merinci setiap pergerakan Lula dan orang-orang di sekitarnya, serta memastikan tidak adanya unsur pidana dalam insiden tragis ini, yang diduga kuat berkaitan dengan masalah kesehatan dan kehabisan napas.
Penyelidikan mendalam yang dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan berhasil merekonstruksi jejak-jejak terakhir kehidupan Lula Lahfah. Dari rekaman CCTV apartemen dan keterangan saksi-saksi kunci, kepolisian mampu menyusun gambaran kronologis yang komprehensif, mulai dari sehari sebelum penemuan jasad, yakni Kamis, 22 Januari, hingga momen-momen krusial pada Jumat, 23 Januari, yang berujung pada penemuan jasad di unitnya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Detail-detail ini tidak hanya mengungkap aktivitas sosial Lula, tetapi juga mengindikasikan adanya riwayat kondisi kesehatan yang patut menjadi perhatian, yang pada akhirnya menjadi dugaan kuat penyebab meninggalnya sang influencer.
Jejak Terakhir Sang Influencer: Kamis, 22 Januari
Kronologi dimulai pada Kamis, 22 Januari, pukul 15.19 WIB. Lula Lahfah terekam kamera CCTV lift saat meninggalkan apartemennya bersama seorang teman, yang diidentifikasi sebagai saudari VA. Keduanya terlihat keluar dari area hunian, mengindikasikan dimulainya aktivitas di luar. AKBP Iskandarsyah menjelaskan, “Aktivitas itu dimulai pada awalnya di mana saudari LL bersama rekannya di sini, saudari VA. Kita melihatnya dari CCTV dari lift, di dalam lift yang dalam lingkaran adalah saudari LL bersama rekannya saudari VA. Aktivitas keluar dari apartemen.” Penelusuran lebih lanjut oleh polisi, tidak hanya mengandalkan rekaman internal apartemen, berhasil melacak pergerakan mereka. “Selain dari CCTV apartemen, kami mencoba untuk menelusuri ke mana dari saudari LL berpergian pada saat itu beraktivitas. Akhirnya kita menemukan di suatu kafe di wilayah Jakarta Selatan juga di Jalan Gunawarman,” tambah Iskandarsyah, menegaskan detail lokasi pertemuan mereka di sebuah kafe di kawasan elit Jakarta Selatan.
Beberapa jam kemudian, tepatnya pada pukul 17.41 WIB, Lula Lahfah dan saudari VA terekam meninggalkan kafe tersebut. Mereka kemudian menaiki sebuah kendaraan pribadi berwarna hitam yang diketahui milik Lula, untuk kembali menuju apartemen. “Sampai dengan akhirnya saudari LL dengan saudari VA ini selesai, lalu keluar menuju ke kendaraan pribadi saudari LL. Kita lihat di kendaraannya menggunakan kendaraan hitam, masih sama dengan dua orang,” terang Iskandarsyah. Setibanya di apartemen, mereka berdua kembali terlihat memasuki unit hunian Lula. “Hingga saudari LL tiba kembali di unit apartemen miliknya dan masih bersama orang yang sama, saudari VA di sini menuju ke lantai tempat saudari LL tinggal,” tambahnya, menunjukkan bahwa aktivitas mereka pada sore hari itu berakhir dengan kembali ke apartemen.
Namun, aktivitas Lula tidak berhenti di situ. Pada pukul 19.37 WIB, Lula kembali meninggalkan unitnya, kali ini bersama dengan orang yang berbeda, yaitu saudari C. Keduanya terekam menuju area basement apartemen. “Aktivitas berikutnya dari lantai tempat saudari LL tinggal, terlihat orang yang berbeda yaitu saudari C. Di sini sebagai saksi sudah kita ambil keterangannya juga, turun dari lantai tempat saudari LL tinggal menuju ke basement,” ujar Iskandarsyah. Berdasarkan penyelidikan, terungkap bahwa Lula dan C pergi menuju sebuah rumah sakit di wilayah Jakarta Selatan. “Berdasarkan bukti-bukti yang ada, kita sudah melihat rekam medis dan bukti pembayaran rumah sakit, saudari LL melaksanakan atau melakukan pengobatan di sebuah rumah sakit di wilayah Jakarta Selatan juga. Dengan keterangan dari saudari C diperkuat,” jelas Iskandarsyah, mengindikasikan adanya riwayat masalah kesehatan yang mungkin sedang ditangani Lula. Informasi tambahan dari referensi juga menyebutkan bahwa di lokasi penemuan jasad, ditemukan obat-obatan dan surat rawat jalan, yang semakin memperkuat dugaan adanya kondisi medis tertentu yang dialami Lula.
Bersamaan dengan itu, asisten rumah tangga (ART) Lula, saudari A, juga terekam kamera CCTV di lobi apartemen. Saudari A terlihat mengambil sebuah bungkusan titipan. “Dari CCTV di lobi ini kita lihat ke atas saudari A ini, asisten rumah tangga, membawa satu bungkusan yang sudah bisa kita identifikasi pada nantinya,” ucap Iskandarsyah. Malam itu, pada

















