- Kesepakatan Bersama: Segala tindakan yang terjadi di dalam set podcast tersebut merupakan bagian dari improvisasi komedi yang bertujuan untuk memancing tawa penonton, bukan untuk menyakiti perasaan salah satu pihak.
- Tidak Ada Rasa Sakit Hati: Fajar menegaskan bahwa dirinya tidak merasa tersinggung, marah, apalagi trauma akibat kejadian tersebut karena ia memahami karakter komedi absurd yang menjadi ciri khas Indra Frimawan.
- Hubungan Baik di Balik Layar: Setelah proses syuting selesai, seluruh kru dan pengisi acara tetap berinteraksi dengan hangat, membuktikan bahwa tidak ada konflik personal yang tersisa.
- Edukasi Konten: Fajar berharap penonton bisa lebih bijak dalam membedakan mana yang merupakan konten akting/komedi dan mana yang merupakan perilaku nyata di kehidupan sehari-hari.
Respons Amanda Manopo dan Spekulasi Publik yang Meluas
Meskipun Fajar telah memberikan klarifikasi yang menenangkan, keterlibatan Amanda Manopo dalam pusaran isu ini menambah dimensi lain pada polemik tersebut. Amanda, yang dikenal memiliki hubungan dekat dan sering bekerja sama dengan Fajar, sempat mengunggah komentar singkat berupa kata “Hmmm” di media sosialnya saat video tersebut pertama kali viral. Komentar singkat namun ambigu ini langsung ditafsirkan oleh banyak netizen sebagai bentuk sindiran halus atau ekspresi ketidaksukaan Amanda terhadap perlakuan yang diterima Fajar. Publik menilai bahwa Amanda, sebagai sosok yang lebih senior, merasa perlu memberikan perlindungan moral kepada Fajar yang dianggapnya seperti adik sendiri.
Spekulasi ini semakin berkembang ketika netizen mulai membandingkan gaya komedi yang diusung oleh Indra Frimawan dengan standar etika penyiaran di Indonesia. Beberapa pengamat media sosial berpendapat bahwa meskipun Fajar telah memberikan lampu hijau atau merasa tidak keberatan, seorang komedian tetap memiliki tanggung jawab sosial untuk tidak mempertontonkan aksi yang bisa dianggap sebagai normalisasi terhadap perundungan fisik. Namun, di sisi lain, para pendukung Indra Frimawan berargumen bahwa gaya komedi “Logic Kah?” memang dirancang untuk mendobrak batas-batas konvensional dan seringkali menggunakan satire serta physical comedy yang tidak seharusnya ditelan mentah-mentah oleh penonton yang tidak mengikuti perkembangan genre komedi tersebut.
Fenomena ini pada akhirnya membuka diskusi yang lebih luas mengenai etika konten digital di era podcast. Di mana garis pemisah antara kebebasan berekspresi seorang komedian dengan kewajiban untuk menjaga martabat narasumber? Bagi Fajar Sadboy, pengalaman ini merupakan bagian dari proses pendewasaannya di industri hiburan tanah air. Ia menunjukkan ketahanan mental yang luar biasa dengan tetap tenang di tengah badai kritik yang sebenarnya ditujukan untuk membelanya. Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan ketegangan antara penggemar Fajar dan pihak Indra Frimawan dapat mereda, sembari memberikan pelajaran berharga bagi para kreator konten untuk selalu mempertimbangkan dampak psikologis dan sosial dari setiap adegan yang mereka produksi, terlepas dari apakah itu sebuah candaan atau bukan.
Hingga saat ini, video klarifikasi Fajar bersama Amanda Manopo tersebut telah ditonton oleh jutaan orang, dengan mayoritas netizen mulai memahami posisi Fajar. Meski demikian, perdebatan mengenai batas-batas komedi yang sehat diprediksi akan terus berlanjut, mengingat selera humor masyarakat yang sangat beragam. Fajar Sadboy sendiri memilih untuk terus melangkah maju, fokus pada proyek-proyek terbarunya, dan membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar remaja yang viral karena kesedihan, melainkan seorang penghibur yang mampu mengelola konflik dengan kepala dingin dan profesionalisme tinggi di tengah kerasnya persaingan industri hiburan modern.

















