Dunia perfilman global kembali bergelora menyambut pengumuman daftar nominasi Academy Awards ke-98, atau yang lebih dikenal sebagai Oscar 2026. Pengumuman ini menjadi penanda dimulainya musim penghargaan yang paling prestisius, di mana para sineas terbaik dari seluruh dunia akan bersaing memperebutkan pengakuan tertinggi. Dari drama epik hingga fiksi ilmiah yang menggugah pikiran, daftar nominasi tahun ini mencerminkan keberagaman narasi, inovasi visual, dan kedalaman emosional yang telah mewarnai layar lebar sepanjang tahun. Sorotan tertuju pada beberapa judul yang dominan, menunjukkan kekuatan sinematik yang luar biasa dan potensi untuk menjadi pemenang besar di malam penganugerahan.
Dominasi Sinematik: Persaingan Sengit untuk Film Terbaik dan Sutradara Terbaik
Kategori Film Terbaik selalu menjadi sorotan utama dalam setiap perhelatan Academy Awards, merefleksikan karya sinematik paling menonjol yang berhasil memukau kritikus dan penonton. Untuk Oscar 2026, daftar nominasinya menampilkan spektrum genre dan narasi yang luar biasa, menjanjikan persaingan yang ketat.
Best Picture (Film Terbaik)
-
Bugonia: Sebuah karya fiksi ilmiah yang mendalam, “Bugonia” digadang-gadang sebagai film yang menantang pemahaman kita tentang ekologi dan interaksi manusia dengan alam. Dengan visual yang memukau dan narasi yang kompleks, film ini mengeksplorasi tema-tema kelangsungan hidup dan adaptasi dalam lingkungan yang asing. Para kritikus memuji ambisiusitasnya dalam menciptakan dunia yang sepenuhnya baru dan karakter yang berlapis.
-
F1: Mengambil latar belakang dunia balap Formula 1 yang penuh adrenalin, film ini menjanjikan pengalaman sinematik yang mendebarkan. Dengan kecepatan tinggi, drama di balik layar, dan ketegangan di setiap tikungan, “F1” berpotensi menjadi favorit penonton yang mencari tontonan yang memacu jantung. Nominasi ini menyoroti kemampuan film untuk menggabungkan aksi spektakuler dengan kisah karakter yang kuat.
-
Frankenstein: Adaptasi baru dari kisah klasik Mary Shelley, film ini diinterpretasikan ulang dengan sentuhan modern yang gelap dan filosofis. Dengan arahan visual yang kuat dan eksplorasi tema-tema penciptaan, moralitas, dan kemanusiaan, “Frankenstein” diharapkan mampu menghadirkan kembali teror dan refleksi yang melekat pada karya aslinya. Nominasi ini menunjukkan daya tarik abadi dari cerita horor gotik.
-
Hamnet: Sebuah drama sejarah yang memukau, “Hamnet” membawa penonton kembali ke era Shakespeare, mengisahkan kehidupan pribadi sang dramawan melalui lensa istrinya, Agnes Hathaway. Film ini dipuji karena keindahan sinematografinya, akting yang mendalam, dan kemampuannya menghidupkan kembali periode waktu yang kaya dengan detail. Kisah cinta, kehilangan, dan inspirasi menjadi inti dari narasi yang menyentuh ini.
-
Marty Supreme: Film yang berani dan penuh gaya, “Marty Supreme” dikenal karena penceritaan yang tidak konvensional dan energi sinematik yang tak tertandingi. Dengan karakter-karakter yang kompleks dan alur cerita yang unpredictable, film ini berhasil menarik perhatian dengan pendekatan yang segar dan inovatif terhadap genre drama kriminal atau thriller. Kritikus menyoroti keberanian sutradara dalam mengambil risiko artistik.
-
One Battle After Another: Sebuah epik perang yang intens dan visceral, “One Battle After Another” menampilkan potret brutal dan realistis dari konflik. Film ini menonjol berkat sinematografi yang imersif, penyuntingan yang tajam, dan penampilan aktor yang luar biasa, yang secara kolektif menciptakan pengalaman yang tak terlupakan tentang dampak perang pada jiwa manusia. Film ini menjadi salah satu kandidat kuat dengan jumlah nominasi terbanyak.
-
The Secret Agent: Film spionase yang cerdas dan penuh intrik, “The Secret Agent” menawarkan ketegangan yang konstan dan plot yang berliku. Dengan narasi yang berlapis dan karakter yang ambigu, film ini berhasil memikat penonton dalam dunia mata-mata yang penuh bahaya dan pengkhianatan. Nominasi ini menunjukkan apresiasi terhadap film yang mampu mempertahankan misteri dan ketegangan hingga akhir.
-
Sentimental Value: Sebuah drama intim yang menyentuh hati, “Sentimental Value” mengeksplorasi kompleksitas hubungan manusia dan makna di balik benda-benda yang kita hargai. Dengan narasi yang puitis dan penampilan yang sangat emosional, film ini berhasil menciptakan resonansi mendalam dengan penonton melalui ceritanya yang universal tentang cinta, kehilangan, dan memori. Film ini juga menjadi salah satu favorit dengan banyak nominasi.
-
Sinners: Thriller psikologis yang gelap dan menggugah, “Sinners” menyelami sisi tergelap kemanusiaan dengan gaya yang provokatif. Film ini dipuji karena atmosfernya yang mencekam, alur cerita yang tak terduga, dan penampilan aktor yang memukau. Dengan tema-tema moralitas, penebusan, dan konsekuensi, “Sinners” menawarkan pengalaman sinematik yang intens dan tak terlupakan, menjadi salah satu film yang paling banyak disebut dalam nominasi.
-
Train Dreams: Berdasarkan novel populer, “Train Dreams” adalah sebuah drama sejarah yang melankolis dan reflektif, berlatar belakang Amerika Serikat awal abad ke-20. Film ini memukau dengan visualnya yang indah, penceritaan yang lambat namun kuat, dan eksplorasi tema-tema isolasi, ketahanan, dan perubahan lanskap Amerika. Ini adalah film yang mengundang penonton untuk merenung dan merasakan kedalaman emosi.
Di kategori Sutradara Terbaik, nama-nama besar dan talenta baru bersaing untuk penghargaan yang mengakui visi artistik dan kemampuan memimpin sebuah produksi film. Kategori ini seringkali menjadi indikator kuat untuk pemenang Film Terbaik.
Best Director (Sutradara Terbaik)
-
Paul Thomas Anderson – One Battle After Another: Dikenal dengan gaya penceritaan yang kuat dan karakter yang kompleks, Paul Thomas Anderson sekali lagi menunjukkan kehebatannya dalam mengarahkan epik perang “One Battle After Another”. Nominasi ini menggarisbawahi kemampuannya untuk mengelola skala besar sambil mempertahankan fokus pada detail emosional.
-
Ryan Coogler – Sinners


















