Tragedi di Ketinggian: Meninggalnya Lula Lahfah Menggemparkan Jagat Maya dan Industri Hiburan
Dunia hiburan dan jagat maya Indonesia berduka atas kepergian mendadak Lula Lahfah, seorang aktris, selebgram, dan influencer yang dikenal luas oleh jutaan pengikutnya. Perempuan muda berusia 26 tahun ini ditemukan meninggal dunia pada Jumat, 23 Januari 2026, di kediamannya yang mewah di lantai 5 Apartemen Essence, sebuah kompleks hunian prestisius yang berlokasi di Jalan Dharmawangsa, Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kepergiannya yang tak terduga ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, serta para penggemarnya yang telah lama mengagumi karya dan pesonanya.
Penemuan jenazah Lula Lahfah dilakukan oleh asisten pribadinya, yang menjadi saksi pertama kali atas tragedi ini. Menurut keterangan resmi yang disampaikan oleh Kapolres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar I Putu Yuni Setiawan, Lula ditemukan dalam posisi telentang, dengan kondisi mulut terbuka dan bibir yang telah membiru. Gambaran ini tentu saja menimbulkan keprihatinan dan pertanyaan besar mengenai penyebab pasti dari kepergiannya. Detail penemuan ini menggarisbawahi urgensi penyelidikan yang mendalam untuk mengungkap fakta di balik peristiwa pilu tersebut.
Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 18.44 WIB. Asisten pribadi Lula Lahfah mulai merasa cemas ketika mendapati pintu kamar sang idola terkunci dari dalam, sementara Lula sendiri diketahui sedang dalam kondisi sakit. Kekhawatiran yang memuncak mendorong asistennya untuk segera meminta bantuan dari petugas pengelola gedung apartemen. Dengan upaya bersama, pintu kamar akhirnya berhasil dibuka, namun pemandangan yang menyambut mereka sungguh mengejutkan dan menyedihkan. Lula Lahfah telah ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa, tanpa denyut nadi yang terdeteksi, menandakan akhir dari kehidupannya.
Proses Penyelidikan Awal dan Temuan Kunci
Kapolres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar I Putu Yuni Setiawan, memberikan keterangan lebih lanjut mengenai temuan awal di lokasi kejadian. Ia menegaskan bahwa berdasarkan pemeriksaan visual awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan fisik pada tubuh almarhumah. Namun, yang cukup menarik perhatian adalah ditemukannya sejumlah obat-obatan dan surat keterangan rawat jalan yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) di sekitar lokasi penemuan. Keberadaan bukti-bukti medis ini mengindikasikan bahwa Lula Lahfah kemungkinan besar sedang dalam proses pengobatan atau pemulihan sebelum peristiwa tragis ini terjadi.
Lebih lanjut, Yuni Setiawan mengungkapkan bahwa Lula Lahfah diketahui baru saja pulang dari menjalani pengobatan pada malam sebelum ia ditemukan meninggal dunia. Informasi ini menjadi salah satu titik krusial dalam penyelidikan, yang mengarahkan fokus pada riwayat kesehatan dan perawatan medis yang sedang dijalani oleh almarhumah. Namun, meskipun ada temuan awal ini, pihak kepolisian masih sangat berhati-hati dalam menarik kesimpulan.
Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Murodih, dalam pernyataannya kepada media pada Sabtu, 24 Januari 2026, menekankan bahwa pihak kepolisian masih berada dalam tahap penyelidikan intensif. “Masih penyelidikan, mohon waktu,” ujarnya, mengindikasikan bahwa investigasi masih terus berjalan dan membutuhkan waktu untuk mengumpulkan semua bukti serta informasi yang relevan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa penyebab kematian Lula Lahfah dapat ditentukan secara akurat dan komprehensif.
Upaya penyelidikan yang lebih luas juga melibatkan koordinasi dengan tingkat kepolisian yang lebih tinggi. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Budhi Hermanto, pada hari yang sama, Sabtu, 24 Januari 2026, mengkonfirmasi bahwa tim kepolisian masih aktif melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di apartemen Lula Lahfah. Selain itu, pemeriksaan terhadap para saksi, termasuk orang-orang terdekat dan staf apartemen, juga terus dilakukan. “Untuk mendalami peristiwa tersebut,” tutur Budhi Hermanto, menegaskan komitmen kepolisian untuk mengungkap segala aspek yang berkaitan dengan kematian Lula Lahfah.
Lula Lahfah, yang memiliki nama asli Lula Lahfah, lahir di Jakarta pada tanggal 17 Juli 1999. Ia berhasil membangun persona publik yang kuat sebagai seorang selebgram dengan basis penggemar yang sangat besar, mencapai lebih dari 2,7 juta pengikut di platform media sosial. Popularitasnya tidak hanya terbatas pada dunia maya; ia juga merambah ke dunia seni peran. Pada akhir tahun lalu, Lula baru saja menyelesaikan proses syuting untuk perannya dalam film “Harusnya Horror”, sebuah proyek debut penyutradaraan dari musisi ternama, Reza Arap. Film bergenre komedi horor ini dijadwalkan untuk tayang di bioskop pada tahun 2026, namun kini perilisan tersebut menjadi sorotan yang berbeda mengingat kepergian mendadak salah satu bintangnya.


















