Dunia hiburan tanah air kembali diselimuti awan mendung yang sangat pekat menyusul kabar duka yang datang dari keluarga besar musisi ternama, Rizal Adi Pradana, atau yang lebih akrab dikenal sebagai Rizal Armada. Kabar yang menggetarkan hati ini menyangkut kepergian calon buah hati keempatnya yang meninggal dunia saat masih berada di dalam kandungan. Kehilangan ini menjadi pukulan batin yang sangat mendalam bagi Rizal dan sang istri, Monica Imas, mengingat janin tersebut telah memasuki usia tujuh bulan, sebuah fase di mana harapan untuk segera menimang buah hati sudah sangat dekat di depan mata. Melalui unggahan emosional di akun Instagram pribadinya pada Selasa, 20 Januari 2026, Rizal membagikan kabar duka ini kepada publik, memicu gelombang simpati dan doa dari rekan sesama artis serta para penggemar setianya di seluruh penjuru negeri.
Meskipun belum sempat menghirup udara dunia, Rizal Armada dan Monica Imas telah memberikan identitas yang indah bagi putri kecil mereka sebagai bentuk penghormatan dan kasih sayang yang abadi. Bayi perempuan tersebut diberi nama Gameela Az Zahra Putri Pradana binti Tsandy Rizal Adi Pradana. Dalam unggahan tersebut, Rizal menuliskan kalimat-kalimat penuh ketabahan yang mencerminkan keikhlasan seorang ayah dalam melepas kepergian darah dagingnya. Dengan mengutip kalimat istirja dan doa untuk jenazah, Rizal mengungkapkan rasa cintanya yang tak bertepi, sembari menitipkan pesan haru agar sang putri menunggu kedua orang tuanya di surga kelak. Ungkapan “Sampai ketemu di atas sana ya Cantik, Mama Papa Love You” menjadi penutup pesan yang menyayat hati bagi siapa pun yang membacanya, menggambarkan betapa besarnya ikatan batin yang telah terjalin selama tujuh bulan masa kehamilan tersebut.
Kronologi Kehamilan dan Harapan yang Pupus di Trimester Ketiga
Kabar duka ini terasa sangat mengejutkan karena hanya berselang dua hari sebelumnya, tepatnya pada Minggu, 18 Januari 2026, Monica Imas masih sempat membagikan momen kebahagiaannya melalui media sosial. Saat itu, Monica mengungkapkan rasa syukur yang luar biasa karena telah berhasil memasuki fase trimester ketiga kehamilan. Dalam dunia medis, trimester ketiga merupakan periode krusial yang berlangsung dari minggu ke-28 hingga minggu ke-40, di mana perkembangan janin mengalami akselerasi yang sangat pesat. Pada fase ini, organ-organ vital janin mulai mencapai kematangan sempurna dan berat badannya meningkat secara signifikan sebagai persiapan menuju proses persalinan. Monica dengan sangat detail menceritakan bagaimana ia menikmati setiap proses fisik yang melelahkan sebagai bagian dari perjuangan seorang ibu demi menyambut kehadiran sang buah hati yang ia sapa dengan sebutan “Baby 4G”.
Dalam narasi yang ditulisnya sebelum musibah terjadi, Monica Imas memaparkan berbagai tantangan fisik yang ia hadapi dengan penuh kesabaran. Ia menyebutkan mulai merasakan sakit pinggang yang intens, kram pada area punggung, hingga gangguan pencernaan berupa heartburn atau sensasi panas di dada yang sering kali membuatnya terjaga di tengah malam. Kondisi sesak napas dan perasaan lelah yang luar biasa saat bangun tidur, yang ia ibaratkan seperti badan yang “dikeroyok”, dianggapnya sebagai wasilah atau perantara untuk mendapatkan anak yang salehah dalam perlindungan Tuhan. Semangat yang ia tularkan kepada para ibu hamil lainnya menunjukkan betapa besarnya dedikasi Monica dalam menjaga kehamilannya, yang membuat kenyataan pahit kehilangan ini menjadi semakin memilukan bagi keluarga dan publik yang mengikuti perkembangannya.
Kesedihan semakin mendalam ketika Monica mengungkap fakta mengenai pemeriksaan medis terakhir yang dilakukan pada Sabtu, 10 Januari 2026. Berdasarkan hasil kontrol rutin tersebut, kondisi Gameela Az Zahra dinyatakan dalam keadaan yang sangat sehat dan aktif di dalam rahim. Monica bahkan sempat mengenang momen manis saat melihat hasil ultrasonografi (USG) yang memperlihatkan detail wajah sang putri. Ia menceritakan dengan penuh haru bagaimana bibir sang bayi tampak memiliki belahan yang menggemaskan, serta sebuah foto yang menangkap momen seolah-olah sang bayi sedang tersenyum kepada orang tuanya. Kenangan visual terakhir inilah yang kini menjadi pelipur lara sekaligus luka bagi Monica, yang terus berterima kasih kepada sang putri karena telah menemaninya selama tujuh bulan penuh perjuangan di dalam kandungan.
Perjuangan Medis dan Ketegaran Monica Imas dalam Proses Persalinan
Kehilangan janin di dalam kandungan atau yang dalam istilah medis sering disebut sebagai Intrauterine Fetal Death (IUFD) membawa konsekuensi medis yang tidak mudah bagi sang ibu. Hingga Selasa malam setelah pengumuman duka tersebut, jenazah bayi Gameela dikabarkan masih berada di dalam kandungan Monica. Situasi ini menuntut kekuatan fisik dan mental yang luar biasa, karena Monica harus tetap menjalani proses persalinan meskipun sang buah hati sudah tidak lagi bernyawa. Manajer band Armada, Gandjar, memberikan keterangan bahwa saat ini pihak medis bersama pihak keluarga sedang mengupayakan agar proses pengeluaran jenazah bayi dilakukan melalui persalinan normal. Prosedur ini sering kali menjadi pilihan medis utama untuk meminimalisir risiko jangka panjang bagi kesehatan reproduksi ibu, meskipun secara emosional proses ini sangat berat untuk dijalani.
Kondisi terkini Monica Imas terus dipantau secara intensif oleh tim dokter untuk memastikan tidak terjadi komplikasi medis yang membahayakan keselamatannya. Dukungan penuh dari Rizal Armada yang terus mendampingi di sisi sang istri menjadi pilar kekuatan utama dalam menghadapi cobaan berat ini. Publik dan rekan sejawat terus mengalirkan doa agar Monica diberikan kekuatan fisik untuk melewati proses persalinan tersebut dan kesembuhan batin yang mumpuni. Tragedi ini menjadi pengingat akan betapa besarnya pengorbanan seorang ibu dalam setiap fase kehamilan, di mana batas antara hidup dan mati sering kali begitu tipis, namun cinta yang diberikan tetap abadi melampaui keberadaan fisik di dunia.
Kepergian Gameela Az Zahra Putri Pradana meninggalkan duka yang mendalam namun juga menyisakan pesan tentang ketegaran iman bagi keluarga Rizal Armada. Di tengah kesedihan yang melanda, Rizal dan Monica memilih untuk berserah diri pada takdir dan meyakini bahwa putri mereka kini telah berada di tempat terbaik. Dukungan yang mengalir dari berbagai pihak diharapkan dapat meringankan beban emosional yang tengah dipikul oleh pasangan ini. Sebagai seorang figur publik, keberanian Rizal dan Monica dalam membagikan kisah duka ini juga memberikan ruang bagi banyak orang untuk lebih menghargai setiap momen dalam perjalanan kehamilan dan memberikan simpati bagi mereka yang juga pernah mengalami kehilangan serupa di masa lalu.


















