Fenomena Lisa BLACKPINK di Jakarta: Diplomasi Film Internasional dan Transformasi Kota Tua Menjadi Set Sinematik Global
Ibu Kota Jakarta saat ini tengah menjadi pusat perhatian dunia perfilman internasional seiring dengan kehadiran Lalisa Manobal, atau yang lebih dikenal sebagai Lisa BLACKPINK, untuk menjalani proses syuting film orisinal Netflix berjudul Extraction: Tygo. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengungkapkan berbagai detail mengejutkan mengenai proyek raksasa ini yang berlangsung di kawasan bersejarah Kota Tua mulai 28 Januari hingga 7 Februari 2026. Kehadiran bintang K-pop global tersebut tidak hanya menandai debut akting layar lebarnya di tanah air, tetapi juga menjadi bukti keberhasilan diplomasi kebudayaan Jakarta di kancah internasional. Melalui koordinasi yang sangat ketat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berupaya memastikan bahwa produksi film yang melibatkan aktor kawakan Korea Selatan, Ma Dong Seok, ini berjalan lancar sekaligus memberikan dampak promosi pariwisata yang masif bagi wajah kota Jakarta di mata dunia.
Rano Karno, yang juga merupakan sosok legendaris dalam industri perfilman Indonesia melalui karya ikonik Si Doel Anak Sekolahan, mengakui bahwa dirinya sempat merasa tidak percaya saat pertama kali mendengar kabar keterlibatan Lisa BLACKPINK dalam proyek film di Jakarta. Dalam sebuah pertemuan di kawasan Jakarta Pusat pada Selasa, 3 Februari 2026, Rano secara jujur mengungkapkan pandangan awalnya terhadap sang bintang. Ia mengenal Lisa sebagai seorang penyanyi papan atas dengan pengaruh luar biasa di industri musik, namun tidak menyangka sang idola akan merambah dunia seni peran melalui film laga internasional. “Tapi saya minta maaf, saya tidak kenal Lisa BLACKPINK dalam kapasitasnya sebagai pemain film. Saya tahu dia, tapi karena kan dia bukan pemain, dia penyanyi, masa main film?” ungkap Rano dengan nada terkejut namun penuh apresiasi. Ketidakyakinan awal ini justru berubah menjadi kekaguman ketika ia melihat profesionalisme tim produksi dalam mengelola proyek berskala global tersebut.
Strategi Kerahasiaan Tingkat Tinggi dan Tantangan Logistik di Kota Tua
Sebagai seorang veteran di dunia hiburan yang kini menjabat di pemerintahan, Rano Karno sangat memahami bahwa kerahasiaan atau confidentiality adalah hukum tertinggi dalam produksi film internasional. Ia menyadari bahwa informasi mengenai kehadiran bintang sebesar Lisa BLACKPINK dapat memicu kerumunan massa yang tidak terkendali jika tidak dikelola dengan bijak. Oleh karena itu, Rano sempat mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajaran dinas di lingkungan Pemprov DKI Jakarta untuk merahasiakan detail syuting. “Saya sudah bilang ke dinas, tidak boleh satu orang pun bicara, akan ada syuting Korea, bintangnya siapa,” tegasnya. Menurut Rano, Jakarta memiliki hak eksklusif untuk mengontrol momentum promosi kehadiran Lisa agar memberikan keuntungan maksimal bagi citra kota, bukan sekadar menjadi konsumsi publik yang prematur.
Meskipun upaya menjaga kerahasiaan telah dilakukan secara maksimal, informasi mengenai syuting Extraction: Tygo akhirnya mulai terendus publik pada akhir Januari 2026. Hal ini tidak terlepas dari kebutuhan logistik produksi yang sangat besar, terutama terkait pengalihan arus lalu lintas di kawasan Kota Tua Jakarta. Dinas Perhubungan DKI Jakarta harus melakukan penutupan dan pengalihan jalan di titik-titik krusial seperti Jalan Cengkeh, Jalan Kunir, dan Jalan Teh di Jakarta Barat. Jadwal pengalihan ini diumumkan secara resmi pada tanggal 28–29 Januari serta berlanjut pada 1–7 Februari 2026. Penutupan akses publik demi kepentingan pengambilan gambar film laga ini menjadi sinyal kuat bagi masyarakat bahwa ada proyek istimewa yang sedang berlangsung di jantung sejarah Jakarta tersebut.
Visi Estetika 8K dan Keunggulan Visual Jakarta sebagai Destinasi Syuting
Produksi film Extraction: Tygo tidak hanya menonjolkan nama besar pemerannya, tetapi juga kualitas visual yang diharapkan mencapai standar tertinggi. Dengan penggunaan teknologi kamera mutakhir, setiap sudut Kota Tua diabadikan dalam resolusi 8K yang menawarkan kejernihan luar biasa dan akurasi warna yang tajam. Pendekatan sinematografi ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman visual yang setara dengan koleksi foto profesional berkualitas tinggi. Bayangkan sebuah lanskap klasik yang dipadukan dengan komposisi warna yang cerah dan dinamis, menciptakan estetika yang mampu menginspirasi siapa pun yang melihatnya. Penggunaan latar Kota Tua yang memiliki arsitektur vintage memberikan dimensi artistik yang mendalam, mengubah jalanan Jakarta menjadi sebuah galeri visual yang memukau bagi penonton global.
















