Di tengah pusaran kontroversi hukum yang melibatkan Ressa Rizky Rossano dan penyanyi Denada Tambunan terkait dugaan penelantaran anak, sebuah narasi baru yang tak kalah mengejutkan justru mencuat dari masa lalu Ressa sendiri. Pernyataannya yang membantah pernah menikah dengan pedangdut Dini Kurnia, yang notabene adalah mantan istrinya, memicu reaksi keras dari Dini dan membuka tabir mengenai kehidupan pribadi Ressa yang ternyata pernah membina rumah tangga dan dikaruniai seorang anak. Kasus ini, yang bermula dari gugatan Ressa ke Pengadilan Negeri Banyuwangi setelah mengetahui bahwa ibu yang merawatnya bukanlah ibu kandungnya, kini semakin kompleks dengan terungkapnya fakta pernikahan Ressa yang sebelumnya ia bantah, serta tudingan mencari panggung dari pihak Ressa sendiri terhadap kemunculan Dini.
Gugatan Penelantaran Anak dan Bantahan Pernikahan
Kisah ini bermula ketika Ressa Rizky Rossano, seorang pemuda asal Banyuwangi, Jawa Timur, memutuskan untuk menempuh jalur hukum dengan menggugat Denada Tambunan ke Pengadilan Negeri Banyuwangi. Pemicu gugatan ini adalah pengakuan Ressa bahwa ia baru mengetahui ibu yang selama ini merawatnya, Ratih Puspita Dewi, bukanlah ibu kandungnya. Melalui informasi yang beredar di lingkungan keluarganya, Ressa kemudian mengetahui bahwa Denada, putri dari mendiang aktris Emilia Contessa, adalah ibu kandungnya. Setelah namanya menjadi viral, Ressa pun menyampaikan keinginannya untuk diakui sebagai anak kandung oleh Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan, yang kemudian dijawab oleh Denada melalui sebuah video di akun Instagramnya pada Senin, 2 Februari 2026.
Seiring dengan semakin dikenalnya nama Ressa, publik mulai penasaran dengan latar belakangnya, terutama setelah muncul kabar angin bahwa Ressa pernah menikah dan memiliki seorang anak dari pedangdut Dini Kurnia. Namun, secara mengejutkan, Ressa justru membantah kabar pernikahan tersebut. Dalam sebuah wawancara dengan Seleb Oncamnews, Ressa dengan tegas menyatakan, “Nggak, hoax (berita pernikahan dengan Dini).” Pernyataan ini sontak menimbulkan reaksi dari Dini Kurnia, yang merasa dirugikan atas bantahan tersebut. Melalui kuasa hukumnya, Charisma Adilaga, Dini mengungkapkan kekagetannya atas pernyataan mantan suaminya itu. Ia mengaku awalnya merasa sedih ketika Ressa meminta pengakuan dari Denada sebagai ibu kandungnya. Namun, situasi berubah drastis setelah Ressa membantah pernikahan mereka.
Reaksi Keras Dini Kurnia dan Sindiran Pedas
Dini Kurnia, didampingi kuasa hukumnya, menyatakan rasa kagetnya mendengar bantahan Ressa mengenai pernikahan mereka. “Saya sendiri sempat kaget dengan statement yang dikeluarkan oleh Ressa,” ujar Dini, dikutip dari kanal YouTube Cumi-cumi pada Kamis, 5 Februari 2026. Ia menambahkan bahwa awalnya ia turut merasa sedih atas apa yang menimpa Ressa. Namun, setelah Ressa membantah pernikahan mereka, Dini merasa geram. Ia menilai bahwa apa yang dilakukan oleh Denada kepada Ressa, yaitu upaya pengakuan sebagai anak, justru mirip dengan perlakuan Ressa terhadap anak kandung Dini.
“Saya sebenarnya tidak ingin menjadikan permasalahan ini besar, tapi setelah statement itu muncul, saya sebagai ibunya A (anak Dini dan Ressa) dan sebagai orang yang bertanggung jawab penuh terhadap anak saya bertanya, kenapa? Kenapa yang kamu lakukan seperti ini,” ungkap Dini dengan nada kecewa. Ia melanjutkan, “Kamu mati-matian meminta pernyataan, pengakuan kepada Ibu kamu, kamu ingin diakui oleh Ibu kamu, tapi kamu sendiri melakukan hal yang sama.” Di momen tersebut, Dini, yang lahir pada tahun 2001, juga melayangkan sindiran tajam kepada Ressa. Ia berharap agar anaknya kelak tidak merasakan kekecewaan yang sama seperti yang mungkin dirasakan Ressa saat ini. “Mungkin saat ini anak saya tidak merasakan seperti apa yang kamu rasakan, tapi mungkin nanti ketika A sudah dewasa, dia bisa mengetahui, jejak digital kan tidak akan hilang. Mengetahui Bapaknya mengatakan seperti itu apakah kecewanya A tidak sama seperti yang dia (Ressa) rasakan saat ini,” tegas Dini.
Fakta Pernikahan Siri dan Anak
Di tengah memanasnya perseteruan ini, kuasa hukum sekaligus kakak angkat Ressa, Ronald Armada, akhirnya angkat bicara dan mengungkap fakta yang sebenarnya. Ronald membenarkan bahwa Ressa memang pernah menikah dengan Dini Kurnia. “Ressa pernah menikah memang iya, sekitar 20 tahun, sudah ada (anak),” kata Ronald Armada, dikutip dari kanal YouTube Sambel Lalap. Ia menambahkan bahwa Dini Kurnia awalnya tidak ingin dilibatkan dalam permasalahan antara Ressa dan Denada. “Yang bersangkutan sebenarnya tidak mau melibatkan diri,” jelas Ronald.
Lebih lanjut, Ronald Armada secara terang-terangan menuding kemunculan Dini Kurnia di tengah kasus ini sebagai upaya mencari panggung atau yang populer disebut sebagai “pansos” (panjat sosial). “Dia di sini mau cari panggung pansos,” pungkasnya. Pernyataan Ronald ini semakin memperkeruh suasana dan menambah dimensi baru pada konflik yang melibatkan Ressa, Denada, dan kini Dini Kurnia, yang sebelumnya sempat membina rumah tangga dan memiliki seorang anak bersama Ressa.
Konsekuensi Pernyataan dan Harapan Dini
Pernyataan Ressa yang membantah pernikahannya dengan Dini Kurnia membawa konsekuensi emosional yang mendalam, tidak hanya bagi Dini, tetapi juga berpotensi bagi anak mereka. Dini Kurnia, sebagai ibu yang bertanggung jawab penuh atas anak mereka, merasa terpanggil untuk angkat bicara demi melindungi masa depan buah hatinya. Ia menekankan pentingnya jejak digital yang akan selalu terekam dan dapat diakses oleh anaknya kelak. Pesan Dini kepada Ressa sangat jelas: jangan sampai apa yang ia rasakan sebagai anak yang tidak diakui oleh ibu kandungnya, justru dirasakan oleh anak mereka sendiri dari ayahnya.
“Pesan saya kepada Ressa, jangan apa yang kamu rasakan bisa dirasakan sama anak kamu,” tegas Dini. Ia berharap Ressa dapat membangun komunikasi yang lebih baik, tidak hanya dengannya, tetapi juga dengan keluarga besarnya, serta meluruskan segala kesalahpahaman yang terjadi. Harapan Dini adalah agar Ressa dapat belajar dari pengalamannya sendiri dan tidak mengulanginya dalam hubungannya dengan anak mereka. Kasus ini menjadi pengingat akan kompleksitas hubungan keluarga, konsekuensi dari pernyataan publik, dan pentingnya integritas dalam pengakuan serta tanggung jawab terhadap anak.


















