Dalam sebuah pengumuman yang menggemparkan jagat musik global, bintang pop ikonik asal Inggris, Harry Styles, dipastikan akan mengambil peran sebagai salah satu presenter dalam perhelatan akbar Grammy Awards ke-68. Acara penghargaan musik paling bergengsi di dunia ini dijadwalkan berlangsung pada Ahad, 1 Februari 2026, bertempat di Crypto.com Arena yang megah di Los Angeles, California. Penunjukan ini bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah sinyal kuat akan kembali bersinarnya Styles di panggung global menjelang perilisan album terbarunya yang sangat dinantikan, menandai sebuah era baru yang penuh antisipasi bagi karier musisi multitalenta ini.
Sorotan Kembali Harry Styles di Panggung Grammy: Sebuah Evolusi Bintang Global
Meskipun Harry Styles tidak masuk dalam daftar nomine utama untuk Grammy Awards tahun ini, perannya sebagai presenter justru menempatkannya di pusat perhatian, menggarisbawahi statusnya sebagai salah satu figur paling berpengaruh dalam industri musik kontemporer. Dilansir dari laporan eksklusif The Hollywood Reporter, kabar mengenai keterlibatannya ini pertama kali diumumkan melalui akun Instagram resmi Grammy, bersama dengan konfirmasi kehadiran rapper Doechii sebagai presenter lainnya. Pengumuman tersebut secara implisit mengakui daya tarik Styles yang tak terbantahkan, serta kemampuannya untuk memikat audiens global, bahkan di luar kategori kompetisi.
Unggahan Instagram resmi Grammy pada Senin, 26 Januari 2026, secara jenaka menyambut Styles dengan kalimat, “Harry memasuki era baru. Kami hanya berharap dia memberi kami beberapa sinyal rahasia saat dia sedang presentasi. Kami fasih berbahasa Stylenese, lho.” Pernyataan ini tidak hanya mencerminkan kedekatan antara Styles dan institusi Grammy, tetapi juga menyoroti fenomena budaya “Stylenese” – sebuah bahasa isyarat dan kode rahasia yang hanya dipahami oleh basis penggemarnya yang sangat setia. Ini menunjukkan bagaimana Styles telah membangun koneksi yang mendalam dan unik dengan para pendengarnya, sebuah aset tak ternilai yang turut memperkuat posisinya sebagai ikon pop global.
Penampilan Styles sebagai presenter ini bukanlah debutnya di panggung Grammy. Sebelumnya, ia telah mencicipi puncak kejayaan dengan meraih penghargaan bergengsi untuk Album Terbaik Tahun Ini pada tahun 2023 melalui karyanya yang monumental, “Harry’s House.” Kemenangan tersebut bukan hanya sekadar trofi, melainkan validasi atas eksperimen artistiknya yang berani, perpaduan genre pop, rock, dan folk yang disajikan dengan lirik introspektif dan melodi yang memikat. Album ini tidak hanya memecahkan rekor penjualan dan streaming, tetapi juga mendefinisikan ulang batas-batas pop modern, menjadikannya salah satu karya paling berpengaruh di dekade ini. Keberhasilan “Harry’s House” semakin mengukuhkan Styles sebagai seniman yang tidak hanya sukses secara komersial tetapi juga diakui secara kritis, membuka jalan bagi eksplorasi musikalnya di masa depan.
Grammy Awards 2026 dipastikan akan menjadi ajang yang bertabur bintang dengan daftar penampil yang telah diumumkan sebelumnya. Dilansir dari Variety, panggung megah ini akan dimeriahkan oleh musisi-musisi papan atas seperti Sabrina Carpenter, yang tengah menikmati puncak popularitasnya; duo hip-hop legendaris Clipse yang akan tampil bersama maestro produser Pharrell Williams; serta kedelapan nomine untuk kategori Artis Pendatang Baru Terbaik, termasuk nama-nama yang sedang naik daun seperti Sombr, Addison Rae, The Marias, Alex Warren, Katseye, Olivia Dean, Lola Young, dan Leon Thomas. Keberagaman daftar penampil ini menjanjikan malam yang dinamis dan perayaan yang komprehensif atas berbagai genre dan talenta musik. Trevor Noah, komedian dan pembawa acara kawakan, akan kembali memandu acara untuk tahun keenamnya, yang sekaligus menjadi tahun terakhirnya, menambah sentuhan humor dan kehangatan khasnya pada malam penghargaan tersebut.
Seiring dengan dinamika industri musik global, Grammy Awards sendiri terus beradaptasi. Sebuah catatan menarik dari “Pilihan Editor” menyebutkan bahwa Bos Grammy Awards Buka Kemungkinan Tambah Kategori Khusus K-pop. Hal ini mencerminkan pengakuan atas pengaruh masif musik K-pop yang telah mendominasi tangga lagu dan budaya pop di seluruh dunia. Potensi penambahan kategori ini mengindikasikan upaya Grammy untuk tetap relevan dan inklusif terhadap fenomena musik global, sebuah langkah yang dapat membuka pintu bagi lebih banyak seniman internasional untuk mendapatkan pengakuan di panggung paling prestisius ini.
Era Baru Musik Harry Styles: Album “Kiss All the Time. Disco, Occasionally” dan Tur Dunia “The Together, Together”
Puncak antisipasi bagi para penggemar Harry Styles adalah pengumuman mengenai album barunya yang sangat dinantikan, berjudul “Kiss All the Time. Disco, Occasionally,” yang dijadwalkan rilis pada 6 Maret 2026. Judul yang unik dan provokatif ini mengisyaratkan sebuah karya yang mungkin akan mengeksplorasi spektrum emosi yang luas, dengan sentuhan disko yang mungkin hanya muncul sesekali, menunjukkan keberanian Styles dalam bereksperimen dengan nuansa musikal. Sebagai pembuka tirai era baru ini, Styles telah merilis single pertamanya, “Aperture,”

















