Dinamika Strategis Mutasi Polri Januari 2026: Restrukturisasi Kepemimpinan di Tingkat Kewilayahan
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan langkah penyegaran organisasi yang signifikan pada awal tahun 2026. Melalui Surat Telegram (ST) Kapolri dengan nomor registrasi ST/99/I/KEP./2026 yang diterbitkan tepat pada tanggal 15 Januari 2026, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo secara resmi melakukan rotasi jabatan terhadap sejumlah perwira tinggi dan menengah. Mutasi ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan sebuah langkah strategis untuk memperkuat stabilitas keamanan di berbagai wilayah hukum Kepolisian Daerah (Polda) di seluruh penjuru tanah air. Dalam dekrit terbaru ini, perhatian publik tertuju pada pergeseran tongkat komando di tiga wilayah krusial, yang melibatkan perwira-perwira berprestasi dari berbagai angkatan Akademi Kepolisian (Akpol).
Fokus utama dari mutasi pertengahan Januari ini terletak pada pergantian tiga Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda). Nama pertama yang menjadi sorotan adalah Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Sandi Nugroho. Lulusan terbaik Akpol 1995 peraih penghargaan Adhi Makayasa ini mendapatkan amanah baru sebagai Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel). Sebelumnya, Irjen Sandi Nugroho menjabat sebagai Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadivhumas) Polri, sebuah posisi yang menjadikannya “wajah” institusi kepolisian di mata publik. Perpindahannya ke Sumatera Selatan menandai kembalinya sang jenderal ke penugasan teritorial dengan tantangan geografis dan demografis yang kompleks. Irjen Sandi menggantikan posisi yang ditinggalkan oleh Irjen Andi Rian Ryacudu Djajadi, alumni Akpol 1991 yang kini dipromosikan menjabat sebagai Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Wakale Lemdiklat) Polri.
Pergeseran Kepemimpinan di Wilayah Timur dan Struktur Organisasi Polda
Selain di Pulau Sumatera, dinamika mutasi juga menyentuh wilayah paling timur Indonesia, khususnya di tanah Papua yang tengah mengalami pemekaran wilayah administratif. Irjen Polisi Alfred Papare, yang juga merupakan rekan satu angkatan Irjen Sandi di Akpol 1995, dipercaya untuk mengemban jabatan sebagai Kapolda Papua Barat. Alfred sebelumnya menjabat sebagai Kapolda Papua Tengah, sehingga mutasi ini dipandang sebagai langkah penguatan kepemimpinan oleh putra daerah yang memiliki pemahaman mendalam terhadap karakteristik sosial di Papua. Sementara itu, kekosongan kursi pimpinan di Polda Papua Tengah diisi oleh Kombes Polisi Jeremias Rontini. Lulusan Akpol 1996 ini sebelumnya menjabat sebagai Inspektur Pengawasan Daerah (Irwasda) Polda Papua. Kenaikan jabatan Jeremias Rontini menjadi Kapolda Papua Tengah merupakan promosi penting, mengingat wilayah tersebut memiliki dinamika keamanan yang sangat dinamis.
Secara institusional, Kepolisian Daerah merupakan perpanjangan tangan langsung dari Markas Besar (Mabes) Polri yang berkedudukan di tingkat provinsi. Saat ini, Indonesia memiliki total 36 Polda yang masing-masing dipimpin oleh seorang Kapolda yang bertanggung jawab langsung kepada Kapolri. Struktur kepemimpinan ini dibagi berdasarkan tipologi wilayah. Polda Tipe A-Khusus (seperti Polda Metro Jaya) dan Polda Tipe A dipimpin oleh jenderal bintang dua atau Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol). Di sisi lain, terdapat pula Polda Tipe B yang dipimpin oleh perwira tinggi berpangkat Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol) atau perwira menengah berpangkat Komisaris Besar (Kombes). Berdasarkan data terbaru Januari 2026, terdapat dua Polda yang masih masuk dalam kategori Tipe B, yakni Polda Papua Barat Daya dan Polda Papua Tengah, yang mencerminkan status wilayah tersebut sebagai daerah otonomi baru yang masih dalam tahap pengembangan infrastruktur kepolisian.
Analisis Demografi Kepemimpinan: Persaingan Sehat Alumni Akpol 1990 hingga 1996
Jika menilik lebih dalam pada daftar 36 Kapolda yang menjabat per Januari 2026, terlihat sebuah peta kekuatan yang menarik berdasarkan tahun kelulusan Akademi Kepolisian. Terjadi keseimbangan kekuatan antara alumni Akpol 1991, yang merupakan angkatan dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dengan alumni Akpol 1990. Masing-masing angkatan tersebut kini menempatkan 10 orang kadernya di posisi Kapolda. Sebelumnya, Akpol 1991 mendominasi dengan 11 Kapolda, namun jumlah tersebut berkurang satu setelah Irjen Andi Rian Ryacudu Djajadi ditarik ke Mabes Polri untuk menjabat Wakale Lemdiklat. Fenomena ini menunjukkan bahwa regenerasi di tubuh Polri berjalan sangat dinamis, di mana angkatan yang lebih senior (1990) tetap memiliki pengaruh kuat, sementara angkatan di bawahnya terus menunjukkan performa gemilang.
Selain dua angkatan dominan tersebut, Akpol 1994 juga menunjukkan taringnya dengan menempatkan 10 orang alumni di kursi Kapolda, menyamai pencapaian Akpol 1991 dan 1990. Sementara itu, angkatan yang lebih muda seperti Akpol 1995 dan Akpol 1996 mulai merangkak naik. Pasca mutasi 15 Januari, jumlah Kapolda dari Akpol 1995 kini menjadi 3 orang, bertambah satu dengan masuknya Irjen Sandi Nugroho ke Sumatera Selatan. Begitu pula dengan Akpol 1996 yang kini memiliki 3 perwakilan di tingkat Kapolda setelah promosi Kombes Jeremias Rontini. Distribusi kepemimpinan yang merata dari berbagai angkatan ini diharapkan mampu menciptakan sinergi antara pengalaman para senior dan inovasi dari para perwira yang lebih muda dalam menghadapi tantangan kriminalitas modern dan pelayanan masyarakat.
Daftar Lengkap 36 Kapolda di Seluruh Indonesia Per Januari 2026
Berikut adalah rincian lengkap daftar perwira tinggi dan menengah yang memimpin 36 Kepolisian Daerah di Indonesia berdasarkan klasifikasi angkatan kelulusan Akademi Kepolisian pasca mutasi terbaru:
| No | Nama Kapolda | Wilayah Penugasan | Angkatan Akpol |
|---|---|---|---|
| 1 | Irjen Nanang Avianto | Jawa Timur | 1990 |
| 2 | Irjen Didik Agung Widjanarko | Sulawesi Tenggara | 1990 |
| 3 | Irjen Waris Agono | Maluku Utara | 1990 |
| 4 | Irjen Endi Sutendi | Sulawesi Tengah | 1990 |
| 5 | Irjen Marzuki Ali Basyah | Aceh | 1991 |
| 6 | Irjen Gatot Tri Suryanta | Sumatera Barat | 1991 |
| 7 | Irjen Krisno Halomoan Siregar | Jambi | 1991 |
| 8 | Irjen Mardiyono | Bengkulu | 1991 |
| 9 | Irjen Daniel Adityajaya | Bali | 1991 |
| 10 | Irjen Hadi Gunawan | Nusa Tenggara Barat | 1991 |
| 11 | Irjen Djati Wiyoto Abadhy | Kalimantan Utara | 1991 |
| 12 | Irjen Djuhaandhani Rahardjo Puro | Sulawesi Selatan | 1991 |
| 13 | Brigjen Gatot Haribowo | Papua Barat Daya | 1991 |
| 14 | Irjen Petrus Patrige Rudolf Renwarin | Papua | 1991 |


















