Dalam sebuah langkah ambisius yang menegaskan komitmen Indonesia terhadap keberlanjutan global, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian menargetkan pencapaian nol emisi karbon pada sektor manufaktur pada tahun 2050. Target ini, 10 tahun lebih cepat dari komitmen nasional di bawah Perjanjian Paris, menjadi sorotan utama saat Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengumumkan strategi krusialnya: akselerasi ekosistem kendaraan listrik (EV) yang ramah lingkungan. Di tengah geliat pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) pada Kamis, 5 Februari 2026, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, terungkap bagaimana strategi ini, didukung oleh pertumbuhan penjualan EV yang signifikan dan investasi masif pada produksi baterai, akan menjadi pilar utama dalam mewujudkan masa depan industri yang hijau dan berkelanjutan.














