Sebuah era baru akan segera dimulai bagi salah satu ikon arsitektur Paris yang paling diperdebatkan, Menara Montparnasse. Mulai 31 Maret 2026, gedung pencakar langit ikonik ini, bersama dengan observatoriumnya yang terkenal di lantai 56, akan menutup pintunya untuk umum demi menjalani transformasi besar-besaran. Penutupan ini, yang diproyeksikan berlangsung selama beberapa tahun, menandai awal dari sebuah proyek renovasi ambisius yang bertujuan untuk merevitalisasi tidak hanya menara itu sendiri, tetapi juga seluruh kawasan Maine-Montparnasse. Selama lebih dari lima dekade, Menara Montparnasse telah menawarkan pemandangan panorama kota Paris yang tak tertandingi, menjadikannya titik pandang favorit bagi wisatawan yang ingin menyaksikan keindahan landmark-landmark terkenal seperti Menara Eiffel, Museum Louvre, Arc de Triomphe, Katedral Notre-Dame, dan Basilika Sacré-Cœur. Bahkan, pada hari-hari yang cerah, pengunjung dapat menikmati pemandangan luas Taman Luxembourg dan Pemakaman Montparnasse. Namun, di balik keindahan pemandangan yang ditawarkannya, menara setinggi 210 meter yang dibuka pada tahun 1973 ini selalu menjadi subjek kontroversi, terutama karena desain beton monolitiknya yang dianggap kontras tajam dengan arsitektur klasik Paris di sekitarnya. Kelakar populer di kalangan warga lokal bahkan mengatakan bahwa pemandangan terbaik Paris justru terlihat dari puncak menara ini, karena di sanalah gedung itu sendiri tidak terlihat.
Transformasi Menyeluruh: Dari Kontroversial Menjadi Ramah Lingkungan
Proyek renovasi Menara Montparnasse bukan sekadar perbaikan kosmetik, melainkan sebuah transformasi menyeluruh yang dipimpin oleh konsorsium Nouvelle AOM. Konsorsium ini, yang merupakan gabungan dari firma arsitektur terkemuka seperti Franklin Azzi, ChartierDalix, dan Hardel Le Bihan, berhasil memenangkan kompetisi desain pada tahun 2017 untuk menggarap proyek ambisius ini. Awalnya, target penyelesaian renovasi adalah sebelum tahun 2024, agar bangunan ini dapat kembali beroperasi dan menyambut pengunjung pada perhelatan akbar Olimpiade Paris 2024. Namun, kompleksitas proyek dan skala perubahan yang akan dilakukan menyebabkan penyesuaian jadwal. Renzo Piano Building Workshop, sebuah firma arsitektur yang terkenal secara global, akan memimpin renovasi area pusat komersial yang terletak di dasar Menara Montparnasse. Rencana perubahan mencakup penciptaan sebuah piazza yang luas dan rindang dengan pepohonan, yang akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti kafe, teras, serta ruang untuk kegiatan budaya dan olahraga. Selain itu, fasad gedung akan diperbarui dengan material kaca baru yang modern, sebuah rumah kaca pertanian akan dibangun di atas atap, dan ketinggian bangunan akan ditingkatkan sekitar 12 meter. Perubahan ini tidak hanya bertujuan untuk mempercantik tampilan menara, tetapi juga untuk meningkatkan efisiensi energi dan keberlanjutan bangunan. “Skala bangunan-bangunan baru tersebut dirancang agar selaras dengan lingkungan perkotaan sekitarnya, memperkuat kesan sebuah blok Paris yang koheren, bukan kompleks monolitik,” ujar perwakilan firma arsitektur tersebut, seperti dilaporkan oleh Euronews. Dengan demikian, Menara Montparnasse diharapkan akan bertransformasi menjadi sebuah struktur yang lebih transparan, ramah lingkungan, dan terintegrasi harmonis dengan lanskap perkotaan Paris.
Menyongsong Masa Depan: Target Penyelesaian dan Dampak pada Pengunjung
Proyek renovasi Menara Montparnasse diperkirakan akan memakan waktu hingga tahun 2030 untuk mencapai penyelesaian sepenuhnya. Agar tahapan konstruksi dapat segera dimulai, seluruh penyewa yang saat ini menempati gedung tersebut dijadwalkan untuk mengosongkan bangunan pada akhir bulan Maret 2026. Bagi para wisatawan dan warga Paris yang ingin menikmati pemandangan spektakuler dari ketinggian, masih ada kesempatan terakhir untuk mengunjungi observatorium di puncak menara hingga tanggal 31 Maret 2026. Pada hari-hari yang cerah, pemandangan dari lantai 56 ini dapat mencapai jarak hingga 40 kilometer, menawarkan perspektif yang luar biasa terhadap kota Paris dan sekitarnya. Penutupan ini tentu akan menimbulkan kekecewaan bagi banyak pihak, mengingat Menara Montparnasse telah menjadi salah satu destinasi wisata utama. Namun, visi jangka panjang dari renovasi ini adalah untuk menciptakan sebuah landmark yang lebih modern, fungsional, dan berkelanjutan, yang dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang. Keputusan untuk merenovasi menara ini juga mencerminkan upaya yang lebih luas untuk merevitalisasi distrik Maine-Montparnasse, menjadikannya area yang lebih dinamis dan menarik.
Alternatif Pemandangan Kota Paris: Menjelajahi Titik-Titik Tertinggi Lainnya
Meskipun Menara Montparnasse akan ditutup untuk renovasi, Paris tetap menawarkan berbagai pilihan lain bagi para pencari pemandangan kota yang memukau. Salah satu alternatif yang paling ikonik adalah kubah Basilika Sacré-Cœur yang megah, yang menjulang setinggi 82 meter di puncak bukit Montmartre. Dari sini, pengunjung dapat menikmati panorama kota yang menakjubkan sambil menjelajahi kawasan artistik Montmartre yang penuh pesona. Bagi mereka yang mencari pengalaman di ketinggian yang lebih modern, Menara Duo, sebuah kompleks dua menara pencakar langit yang dirancang oleh arsitek ternama Jean Nouvel di arondisemen ke-13, menawarkan pemandangan kota dari ketinggian 120 meter di TOO TacTac, sebuah bar dan restoran yang populer. Pilihan lain yang tak kalah menarik adalah Windo Skybar di lantai 34 (140 meter) dari Hyatt Regency Paris Étoile di arondisemen ke-17, yang juga menyajikan pemandangan kota yang spektakuler, terutama saat matahari terbenam.
Penutupan Menara Montparnasse mulai 31 Maret 2026 menandai akhir dari satu babak dan awal dari babak baru yang penuh harapan. Gedung pencakar langit yang pernah dianggap kontroversial ini akan melalui metamorfosis besar-besaran, dirancang untuk menjadi lebih ramah lingkungan, modern, dan terintegrasi dengan lingkungan sekitarnya. Dengan target penyelesaian pada tahun 2030, transformasi ini diharapkan tidak hanya menghadirkan wajah baru bagi menara itu sendiri, tetapi juga memberikan dorongan signifikan bagi revitalisasi seluruh kawasan Maine-Montparnasse. Selama masa penutupan, para pengunjung masih memiliki kesempatan hingga Maret 2026 untuk menikmati pemandangan 360 derajat yang ditawarkan oleh observatoriumnya, sebelum menara ini memulai perjalanannya menuju masa depan yang lebih cerah dan berkelanjutan. Meskipun demikian, keindahan Paris tetap dapat dinikmati dari berbagai titik pandang alternatif yang telah disebutkan, memastikan bahwa pengalaman visual kota cahaya ini tidak akan terputus sepenuhnya.
















