Aksara Lokal
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    4 Zodiak Beruntung 2 Februari 2026, Cancer Bakal Sukses Besar

    4 Zodiak Beruntung 2 Februari 2026, Cancer Bakal Sukses Besar

    Shi by Shireen Rilis Koleksi Luminaire: Busana Lebaran Anggun Terbaru

    Shi by Shireen Rilis Koleksi Luminaire: Busana Lebaran Anggun Terbaru

    5 Zodiak Beruntung 1 Feb 2026: Keajaiban Cancer!

    5 Zodiak Beruntung 1 Feb 2026: Keajaiban Cancer!

    Ramalan Cinta Zodiak 1 Feb: Scorpio Kejutan, Libra Semangat!

    Ramalan Cinta Zodiak 1 Feb: Scorpio Kejutan, Libra Semangat!

    Whip Pink: Fungsi, Harga, Efek Samping Terbongkar!

    Whip Pink: Fungsi, Harga, Efek Samping Terbongkar!

    Ramalan zodiak cinta Sabtu, 31 Januari 2026: Leo penuh perhatian, Sagitarius fokus pada tujuan

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    4 Zodiak Beruntung 2 Februari 2026, Cancer Bakal Sukses Besar

    4 Zodiak Beruntung 2 Februari 2026, Cancer Bakal Sukses Besar

    Shi by Shireen Rilis Koleksi Luminaire: Busana Lebaran Anggun Terbaru

    Shi by Shireen Rilis Koleksi Luminaire: Busana Lebaran Anggun Terbaru

    5 Zodiak Beruntung 1 Feb 2026: Keajaiban Cancer!

    5 Zodiak Beruntung 1 Feb 2026: Keajaiban Cancer!

    Ramalan Cinta Zodiak 1 Feb: Scorpio Kejutan, Libra Semangat!

    Ramalan Cinta Zodiak 1 Feb: Scorpio Kejutan, Libra Semangat!

    Whip Pink: Fungsi, Harga, Efek Samping Terbongkar!

    Whip Pink: Fungsi, Harga, Efek Samping Terbongkar!

    Ramalan zodiak cinta Sabtu, 31 Januari 2026: Leo penuh perhatian, Sagitarius fokus pada tujuan

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
No Result
View All Result
Aksara Lokal
No Result
View All Result
Home Isu Sosial

Demo Iran: Kisah Pilu Demonstran Tewas di Pelukan Ayahnya

Kiki Wijaya by Kiki Wijaya
February 8, 2026
Reading Time: 5 mins read
0
Demo Iran: Kisah Pilu Demonstran Tewas di Pelukan Ayahnya

#image_title

RELATED POSTS

Kriminalisasi Pembela Alam: Masyarakat Adat Dipenjara

Camat Bongkar Kondisi Mental Suderajat Penjual Es Gabus dan Istri

Bansos Gibran Ditolak Pedagang Potikelek, Ada Apa?

Peringatan! Artikel ini memuat konten kekerasan yang mungkin akan mengganggu Anda.

Gelombang unjuk rasa antipemerintah yang mengguncang Iran pada Januari 2026 telah bertransformasi menjadi tragedi kemanusiaan berskala besar setelah aparat keamanan merespons aspirasi sipil dengan penggunaan kekuatan mematikan yang sistematis. Ribuan demonstran dilaporkan tewas akibat terjangan peluru tajam di berbagai titik panas seperti Teheran, Bushehr, hingga Shahroud, menciptakan krisis hak asasi manusia yang mendalam di bawah bayang-bayang pemadaman komunikasi total. Di tengah blokade informasi, pemutusan akses internet, dan intimidasi masif terhadap keluarga korban, investigasi mendalam berhasil mengungkap identitas serta narasi tragis di balik wajah-wajah yang kini hanya menjadi kenangan. Laporan ini merinci bagaimana mimpi-mimpi masa depan generasi muda Iran dipadamkan secara paksa oleh moncong senjata aparat, menggambarkan sebuah realitas kelam di mana hak untuk hidup dikorbankan demi stabilitas kekuasaan.

Kondisi di lapangan menunjukkan pola represi yang serupa di hampir seluruh wilayah konflik; aparat keamanan tidak hanya menggunakan gas air mata atau peluru karet, melainkan secara sengaja menargetkan bagian vital tubuh pengunjuk rasa dengan peluru tajam. Upaya pemerintah untuk menutupi skala kematian dilakukan dengan cara yang sangat terstruktur, mulai dari pembatasan panggilan telepon internasional hingga ancaman langsung terhadap kerabat korban agar tidak berbicara kepada media. Namun, melalui kerja keras tim pencari fakta, potongan-potongan kisah para demonstran yang tidak pernah kembali ke rumah ini berhasil disusun kembali. Mereka bukan sekadar statistik, melainkan individu dengan cita-cita, mulai dari mahasiswi bioteknologi, guru bahasa yang dermawan, hingga seorang ayah lanjut usia yang merindukan kebebasan bagi cucu-cucunya.

Tragedi di Pelukan Keluarga dan Hilangnya Nyawa Para Pendidik

Salah satu kisah paling memilukan datang dari Negin Ghadimi, seorang mahasiswi bioteknologi berusia 28 tahun yang dikenal memiliki kecintaan mendalam pada dunia seni dan olahraga renang. Pada 9 Januari, semangatnya untuk perubahan membawanya turun ke jalanan Shahsawar, mengabaikan kekhawatiran ayahnya demi bergabung dengan massa yang menuntut keadilan. Ketika pasukan keamanan melepaskan tembakan membabi buta ke arah kerumunan, sebuah peluru tajam menembus bagian samping tubuh Negin. Dalam detik-detik terakhirnya yang mencekam, ia jatuh tepat ke pelukan ayahnya sendiri. Dengan sisa napas yang ada, Negin hanya sempat membisikkan kata-kata terakhir, “Ayah, aku tertembak,” sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir di tempat kejadian, meninggalkan duka yang tak terhapuskan bagi keluarganya.

Kematian tragis juga menimpa Nima (Mohammad Amin) Parsa, seorang intelektual muda berusia 26 tahun yang mendedikasikan hidupnya untuk pendidikan. Sebagai guru bahasa Italia dan Inggris di Teheran, Nima dikenal karena kedermawanannya mengunggah video pengajaran secara gratis di YouTube agar bisa diakses oleh masyarakat luas. Nima adalah lulusan universitas di Italia yang memilih kembali ke tanah airnya dengan harapan bisa berkontribusi bagi kemajuan Iran. Namun, pengabdiannya berakhir di Lapangan Tajrish pada 8 Januari saat sebuah peluru bersarang di kepalanya. Pihak keluarga harus menunggu selama dua hari dalam ketidakpastian sebelum akhirnya jenazah Nima dikembalikan oleh otoritas, menambah daftar panjang kaum terpelajar yang menjadi korban dalam gejolak politik ini.

Eksploitasi Kekerasan: Dari Mantan Tentara hingga Atlet Binaraga

Mohammad Rezaei, seorang pemuda berusia 32 tahun, mewakili potret rakyat kecil yang berjuang di tengah himpitan ekonomi Iran yang memburuk. Sebagai sosok yang baru saja menyelesaikan dinas militer selama dua tahun, Mohammad memiliki mimpi sederhana untuk membangun keluarga dan membuka usaha kedai kopi. Namun, kondisi ekonomi yang stagnan selalu mematahkan langkahnya. Pada Jumat, 19 Januari, saat ia ikut menyuarakan kegelisahannya di Dolatabad, kepalanya diterjang peluru tajam. Ironisnya, rumah sakit tempatnya dibawa, RS Haft Tir, sempat menutup-nutupi kondisinya dari pihak keluarga. Mereka tidak diizinkan melihat Mohammad hingga akhirnya dikabarkan telah meninggal dunia keesokan harinya. Mohammad, sang pemain futsal yang aktif, dimakamkan dalam suasana duka yang mendalam pada hari Minggu berikutnya.

Kebrutalan aparat juga terlihat jelas dalam kasus Saeed Golsorkhi, seorang binaragawan berusia 31 tahun di Shahroud. Saeed awalnya ditembak di bagian lutut saat memprotes di depan kantor gubernur pada 8 Januari. Meski terluka, ia sempat melarikan diri dari rumah sakit karena ketakutan melihat polisi menangkap demonstran yang sedang dirawat. Namun, persembunyiannya di rumah ayahnya berakhir tragis saat pasukan keamanan menyerbu kediaman tersebut. Demi melindungi anggota keluarga dan seorang anak kecil yang ada di dalam rumah, Saeed memutuskan untuk menyerah dan keluar ke gang. Bukannya ditangkap secara prosedural, saksi mata menyebutkan bahwa aparat justru menembak Saeed dari belakang setelah ia menyerahkan diri. Jenazahnya sempat ditahan selama beberapa hari, sementara saudaranya, Navid, juga ditangkap, meninggalkan keluarga dalam tekanan intimidasi yang luar biasa.

Suara Perempuan dan Pengorbanan Pasangan Suami Istri

Raha (Zahra) Bahlolipour, mahasiswi Universitas Teheran berusia 19 tahun, menjadi simbol perlawanan intelektual muda perempuan. Melalui unggahan media sosialnya, Raha sering menyuarakan aspirasi tentang kesetaraan hak dan kebebasan perempuan Iran, mengutip karya-karya sastra seperti Forough Farrokhzad. Pada hari terakhir hidupnya, 9 Januari, ia sempat menuliskan pesan singkat di Telegram: “Perempuan, kehidupan, kebebasan selamanya.” Tak lama kemudian, ia tewas setelah dadanya ditembus peluru di Jalan Fatemi. Kematian Raha menambah deretan panjang mahasiswi yang gugur demi memperjuangkan lingkungan sosial yang lebih adil bagi kaum perempuan di negaranya.

Di Bushehr, kisah memilukan menimpa pasangan suami istri, Behrouz Mansouri dan Mansoureh Heidari. Behrouz adalah seorang guru teknik, sementara Mansoureh adalah seorang perawat yang berdedikasi. Saat berdemonstrasi di Jalan Ashouri, mereka terjebak dalam serangan gas air mata dan tembakan dari pangkalan Basij. Behrouz tertembak di kepala, dan saat Mansoureh berusaha menolong suaminya, ia pun turut ditembak di bagian samping. Laporan medis menyebutkan Mansoureh sebenarnya masih bertahan hidup hingga tengah malam, namun pasukan keamanan melarang siapapun mendekat untuk memberikan pertolongan medis selama berjam-jam. Pasangan ini akhirnya tewas bersama, meninggalkan dua anak kecil berusia 10 dan 8 tahun yang kini menjadi yatim piatu.

Penindasan Terhadap Kemanusiaan: Dari Lansia hingga Pecinta Satwa

Kekerasan ini tidak mengenal usia, sebagaimana yang dialami Hossein Naseri, seorang pensiunan berusia 73 tahun. Meskipun anak-anaknya sudah hidup aman di luar negeri, Hossein merasa memiliki kewajiban moral untuk turun ke jalan demi masa depan generasi mendatang di Iran. Ia tewas setelah ditembak di kaki di Teheran Timur. Akibat pemutusan akses komunikasi, anak-anaknya baru mengetahui kematian ayah mereka tujuh hari kemudian. Di sisi lain, ada pula Shabnam Ferdowsi, seorang pembuat boneka berusia 37 tahun yang hidup sebatang kara. Shabnam ditembak di bagian perut dan sempat dibawa ke rumah sakit swasta, namun pihak rumah sakit menolak memberikan perawatan dengan alasan administratif yang mencurigakan. Jenazahnya akhirnya ditemukan keluarga di fasilitas Kahrizak setelah pencarian selama empat hari.

Kisah Mehdi Jafari, pemuda 23 tahun yang dikenal sebagai penyelamat kucing jalanan, menambah daftar kekejaman aparat yang membiarkan korban luka meninggal tanpa pertolongan. Mehdi ditembak di punggung dan dibiarkan tergeletak di jalanan Khani Abad tanpa izin bagi warga untuk menolongnya. Keluarga Mehdi bahkan dipaksa membayar sejumlah uang kepada pihak keamanan dan menandatangani perjanjian untuk menguburkan Mehdi secara diam-diam tanpa kehadiran pelayat. Sementara itu, Sepehr Ebrahimi, seorang petinju amatir berusia 19 tahun, juga ditemukan tewas setelah sempat berpamitan kepada ibunya untuk pergi latihan tinju, padahal ia bergabung dengan barisan demonstran demi memperjuangkan mimpinya akan Iran yang lebih baik.

Tags: Demo IranHak Asasi Manusia IranIran Januari 2026Kekerasan Aparat IranTragedi Demonstran Iran
ShareTweetPin
Kiki Wijaya

Kiki Wijaya

Related Posts

Kriminalisasi Pembela Alam: Masyarakat Adat Dipenjara
Isu Sosial

Kriminalisasi Pembela Alam: Masyarakat Adat Dipenjara

February 8, 2026
Camat Bongkar Kondisi Mental Suderajat Penjual Es Gabus dan Istri
Isu Sosial

Camat Bongkar Kondisi Mental Suderajat Penjual Es Gabus dan Istri

February 8, 2026
Bansos Gibran Ditolak Pedagang Potikelek, Ada Apa?
Isu Sosial

Bansos Gibran Ditolak Pedagang Potikelek, Ada Apa?

February 8, 2026
Fotografer Ungkap Kehidupan Tersembunyi Narapidana Hukuman Mati
Isu Sosial

Fotografer Ungkap Kehidupan Tersembunyi Narapidana Hukuman Mati

February 7, 2026
Geger! Ratusan Siswa Keracunan MBG, Sekolah Sengeti Ditutup
Isu Sosial

Geger! Ratusan Siswa Keracunan MBG, Sekolah Sengeti Ditutup

February 7, 2026
Miris! Penjual Es Gabus ODGJ Jauh Sebelum Viral, Istri Lebih Parah
Isu Sosial

Miris! Penjual Es Gabus ODGJ Jauh Sebelum Viral, Istri Lebih Parah

February 7, 2026
Next Post
Prabowo Bangun Ekonomi Komando: Direksi Bank Himbara Diganti?

Prabowo Bangun Ekonomi Komando: Direksi Bank Himbara Diganti?

MUI Desak RI Keluar Dewan Perdamaian Gaza, Begini Respons Istana

MUI Desak RI Keluar Dewan Perdamaian Gaza, Begini Respons Istana

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended Stories

RI Masuk Board of Peace Trump, Harapan Baru Perdamaian Palestina

RI Masuk Board of Peace Trump, Harapan Baru Perdamaian Palestina

January 26, 2026
Gempa Bantul M4,4 Guncang, Warga Panik Keluar Rumah

Gempa Bantul M4,4 Guncang, Warga Panik Keluar Rumah

January 31, 2026
KPK Geledah Dito: Ungkap Asal Kuota Haji Tambahan

KPK Geledah Dito: Ungkap Asal Kuota Haji Tambahan

January 26, 2026

Popular Stories

  • Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor Cisarua: Lumpur Maut Mengubur Desa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • POCARI SWEAT Run 2026 siap digelar: Indonesia membiru lewat sport tourism

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 ABK WNI Jadi Korban Pembajakan Kapal Ikan di Somalia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sukses Berdayakan Desa, BNI Sabet Penghargaan Hari Desa Nasional 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aksara Lokal

Rangkuman berita yang dikemas oleh penulis profesional dengan bantuan AI seperti yang dibicarakan oleh wapres

Recent Posts

  • Tragis! Dua Balita Tewas Tertimbun Longsor di Pangalengan
  • TPA Overkapasitas 2028: Prabowo Ungkap Ancaman Nyata
  • Friderica PJS Ketua DK OJK: Kerja Keras Tanpa Libur

Categories

  • Agama Spiritual
  • Arkeologi
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Business
  • Cuaca
  • Culture
  • Economy
  • Edukasi Ketenagakerjaan
  • Energi
  • Health
  • Hiburan
  • Hukum
  • Isu Sosial
  • Kebakaran Industri
  • Kecelakaan Lalu Lintas
  • Kecelakaan Maritim
  • Kecelakaan Pesawat
  • Keluarga
  • Keruntuhan Struktur
  • Keselamatan Penerbangan
  • Kriminal
  • Kripto
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Mitigasi Bencana
  • News
  • Opinion
  • Paleontologi
  • Pangan dan Gizi
  • Pemulihan Bencana
  • Pencarian Orang Hilang
  • Pendidikan
  • Pertahanan Nasional
  • Politics
  • Promo Belanja
  • Resiliensi Masyarakat
  • Sains
  • Sports
  • Tech
  • Travel
  • World

© 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Business
    • Culture
    • Economy
    • Lifestyle
    • Travel
    • Opinion
    • Politics
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026