Sosok Mohan Hazian, seorang konten kreator dan pemilik brand lokal yang dikenal luas, kini tengah menjadi pusat perhatian publik menyusul mencuatnya dugaan pelecehan seksual yang menyeret namanya. Isu ini pertama kali mencuat ke permukaan melalui sebuah utas (thread) di platform media sosial X, di mana seorang individu mengaku sebagai korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh seorang pemilik brand lokal dengan inisial M. Meskipun nama Mohan tidak disebutkan secara eksplisit dalam utas tersebut, berbagai pihak dengan cepat mengaitkan peristiwa yang diungkapkan dengan dirinya. Dampak dari narasi yang beredar ini dilaporkan telah merembet, memengaruhi citra brand yang dimilikinya, reputasi pribadinya, serta orang-orang terdekatnya. Menanggapi situasi yang memanas ini, Mohan Hazian akhirnya angkat bicara, menyampaikan klarifikasi mendalam dan permohonan maaf atas berbagai pihak yang terdampak oleh kegaduhan yang timbul.
Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan melalui akun Instagram pribadinya, @mohanhazian, Mohan Hazian secara tegas menyatakan permohonan maafnya kepada seluruh pihak yang merasakan kekecewaan, ketidaknyamanan, bahkan luka akibat peristiwa ini. Ia mengakui adanya kesalahan yang pernah ia lakukan dan keputusan yang dianggapnya tidak bijak di masa lalu. Namun, Mohan memberikan penekanan kuat bahwa tuduhan yang dialamatkan kepadanya tidak sepenuhnya menggambarkan dirinya. Ia membantah keras tuduhan sebagai pemerkosa, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan tindakan pemerkosaan terhadap siapapun. Mohan berharap agar publik dapat meninjau persoalan ini dengan pandangan yang jernih dan adil, serta tidak hanya terpaku pada informasi yang belum terverifikasi sepenuhnya, karena menurutnya, narasi yang beredar saat ini belum tentu mencerminkan keseluruhan kenyataan.
Mengklarifikasi Sifat Kesalahan dan Dampaknya
Mohan Hazian secara spesifik mengklarifikasi sifat dari kesalahan yang telah ia lakukan di masa lalu. Ia mengakui bahwa setiap kesalahan yang terjadi adalah murni merupakan kekhilafannya dalam interaksi dengan wanita lain. Namun, ia juga menyadari dan sangat menyesalkan dampak signifikan yang ditimbulkan oleh kekhilafan tersebut, terutama terhadap istri dan anak-anaknya. Ia tidak berusaha membenarkan tindakan tersebut dengan cara apapun, mengakui bahwa itu adalah murni kesalahannya yang tidak dapat dibenarkan, terlepas dari penilaian apapun yang berkembang di masyarakat. Pernyataan ini menegaskan pengakuannya atas kesalahan pribadi tanpa mereduksi bobot dari tuduhan yang lebih serius.
Menerima Konsekuensi dan Pelajaran Berharga
Menghadapi situasi yang pelik ini, Mohan Hazian menyatakan kesiapannya untuk menerima berbagai konsekuensi yang timbul dari peristiwa tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pengalaman ini telah memberikannya pelajaran yang sangat berat namun berharga, yang berfungsi sebagai pengingat kuat untuk terus melakukan introspeksi dan perbaikan diri. Konsekuensi seperti kehilangan pekerjaan, kepercayaan publik, dan berbagai aspek kehidupan lainnya telah ia jadikan sebagai bahan pembelajaran. Lebih lanjut, Mohan kembali menyampaikan permohonan maafnya kepada semua pihak yang merasa kecewa atau terluka atas tindakannya. Ia menegaskan bahwa kesalahan dan kekhilafan yang ia lakukan di masa lalu adalah tanggung jawab pribadinya semata dan tidak memiliki kaitan apapun dengan orang-orang di sekitarnya saat ini, termasuk istri dan anak-anaknya. Ia juga memohon agar orang-orang di sekelilingnya yang tidak memiliki pengetahuan mengenai persoalan ini tidak ikut terseret atau disangkutpautkan dalam permasalahan yang sedang dihadapinya.
Dalam upaya pertanggungjawaban yang lebih luas, Mohan Hazian berharap bahwa proses dan upaya yang ia lakukan ke depannya dapat menjadi wujud nyata dari pertanggungjawabannya atas berbagai kekhilafan yang telah ia buat di masa lalu. Ia menutup pernyataannya dengan ucapan terima kasih yang tulus atas perhatian, doa, dan dukungan dari orang-orang yang masih memberikan kepercayaan kepadanya. Baginya, tidak ada kata lain yang lebih tepat untuk diucapkan selain kembali menegaskan permohonan maafnya kepada semua pihak. Pernyataan ini mencerminkan upaya Mohan untuk mengelola krisis reputasi dengan mengakui kesalahan, namun tetap menjaga batasan terkait sifat tuduhan yang lebih serius, sembari berfokus pada pembelajaran pribadi dan perbaikan diri.

















