Aksara Lokal
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle

    Ramalan zodiak cinta Sabtu, 31 Januari 2026: Leo penuh perhatian, Sagitarius fokus pada tujuan

    5 Zodiak Paling Hoki 30 Januari 2026, Virgo-Aquarius Banjir Cuan

    5 Zodiak Paling Hoki 30 Januari 2026, Virgo-Aquarius Banjir Cuan

    Onadio Leonardo: Rehab Ubah Selektivitas Pertemanan

    Onadio Leonardo: Rehab Ubah Selektivitas Pertemanan

    Nikita Willy: Rahasia Gaya Sederhana Paling Nyaman

    Nikita Willy: Rahasia Gaya Sederhana Paling Nyaman

    Lisa BLACKPINK Duta Nike: Suarakan Kekuatan Perempuan!

    Lisa BLACKPINK Duta Nike: Suarakan Kekuatan Perempuan!

    Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle

    Ramalan zodiak cinta Sabtu, 31 Januari 2026: Leo penuh perhatian, Sagitarius fokus pada tujuan

    5 Zodiak Paling Hoki 30 Januari 2026, Virgo-Aquarius Banjir Cuan

    5 Zodiak Paling Hoki 30 Januari 2026, Virgo-Aquarius Banjir Cuan

    Onadio Leonardo: Rehab Ubah Selektivitas Pertemanan

    Onadio Leonardo: Rehab Ubah Selektivitas Pertemanan

    Nikita Willy: Rahasia Gaya Sederhana Paling Nyaman

    Nikita Willy: Rahasia Gaya Sederhana Paling Nyaman

    Lisa BLACKPINK Duta Nike: Suarakan Kekuatan Perempuan!

    Lisa BLACKPINK Duta Nike: Suarakan Kekuatan Perempuan!

    Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    Uniqlo Spring/Summer 2026: Chic, Versatile, Simpel.

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
No Result
View All Result
Aksara Lokal
No Result
View All Result
Home Isu Sosial

Pedagang Es Gabus Pagi-Pagi Ambyar: Mau Mobil, Dikasih Motor

Eka Siregar by Eka Siregar
February 5, 2026
Reading Time: 4 mins read
0
Pedagang Es Gabus Pagi-Pagi Ambyar: Mau Mobil, Dikasih Motor

#image_title

JAKARTA – Kisah Ajat Suderajat, pedagang es gabus yang sempat menjadi sorotan publik akibat dugaan penganiayaan oleh oknum aparat, kini berbelok arah dari simpati menjadi perdebatan sengit. Perjalanan emosional masyarakat yang awalnya iba melihat penderitaannya, kini beralih menjadi gelombang kritik tajam atas pernyataan Ajat yang dianggap tidak menunjukkan rasa syukur. Insiden yang bermula dari tuduhan penjualan es berbahan spons berbahaya, berujung pada perlakuan represif, dan kini memunculkan pertanyaan baru mengenai sikap Ajat pasca menerima bantuan. Kasus ini tidak hanya mengungkap sisi kelam dari dugaan penyalahgunaan wewenang, tetapi juga menyoroti kompleksitas persepsi publik terhadap korban dan pentingnya integritas.

RELATED POSTS

No Content Available
Ajat Suderajat, pedagang es gabus yang menjadi bintang tamu di acara Pagi-Pagi Ambyar.
Ajat Suderajat, pedagang es gabus yang menjadi bintang tamu di acara Pagi-Pagi Ambyar.

Puncak kontroversi terjadi ketika Ajat Suderajat hadir sebagai bintang tamu dalam acara televisi “Pagi-Pagi Ambyar” pada Kamis, 29 Januari 2026. Di hadapan khalayak luas, Ajat secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya atas bentuk kompensasi yang diterimanya. Ia mengaku, saat Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Abdul Waras, mendatangi kediamannya untuk menyampaikan permohonan maaf secara pribadi dan menyerahkan sebuah unit sepeda motor, Ajat sebenarnya memiliki harapan yang jauh lebih besar. Pernyataannya yang lugas, “Saya tadinya mau minta mobil, mobil buat jalan-jalan sama keluarga. Saya mau mobil, malah dikasih motor. Disetirin sama anak,” sontak menuai reaksi keras dari para penonton dan pengguna media sosial. Bantuan yang seharusnya menjadi simbol rekonsiliasi dan empati atas musibah yang menimpanya, justru dianggap sebagai peluang untuk menuntut lebih banyak, sehingga memicu gelombang kritik atas dianggapnya kurang bersyukur.

Sentilan Pedas dari Tokoh Publik dan Perubahan Persepsi

Sebelum kontroversi terbarunya mencuat, kejujuran Ajat Suderajat sebenarnya sudah sempat dipertanyakan oleh tokoh publik ternama asal Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. Jauh sebelum insiden di Kemayoran menjadi viral, KDM telah menyatakan rasa jengkelnya terhadap berbagai ketidaksinkronan dalam cerita yang disampaikan oleh Ajat. KDM menguraikan bahwa pengakuan Ajat mengenai berbagai aspek kehidupannya, mulai dari status pendidikan anak-anaknya, kepemilikan rumah, hingga urusan warisan, seringkali berubah-ubah dan tidak konsisten. Sebagai contoh, KDM menyoroti pengakuan Ajat yang menyebutkan hanya menerima warisan sebesar Rp 200 ribu dari orang tuanya, padahal menurut KDM, orang tua Ajat telah membelikan rumah sejak tahun 2007. “Babe ngebohong. Dia bilangnya saya dikasih warisan cuma Rp 200 ribu padahal dikasih rumah tahun 2007,” tegas KDM saat itu, menunjukkan adanya keraguan terhadap narasi yang dibangun oleh Ajat. Meskipun merasa kecewa dengan inkonsistensi tersebut, KDM tetap menunjukkan sisi kemanusiaannya dengan memberikan dukungan tambahan untuk renovasi rumah Ajat melalui program Rutilahu (Rumah Tidak Layak Huni). Dalam kesempatan tersebut, KDM juga memberikan wejangan mendalam kepada Ajat, menekankan pentingnya kejujuran dan cara yang benar dalam memperbaiki nasib. “Karena gini be, babe ini kan hidupnya susah. Tapi babe harus merubah hidup babe agar tidak susah. Iya. Caranya gimana? Jujur dan benar,” ungkap KDM, memberikan nasihat yang berfokus pada prinsip moral.

Dedi Mulyadi memberikan wejangan kepada Ajat Suderajat.
Dedi Mulyadi memberikan wejangan kepada Ajat Suderajat.

Mengingat Kembali Tragedi di Kemayoran: Kekerasan dan Tudingan Miring

Terlepas dari kontroversi yang kini melingkupi kepribadiannya, kasus yang menimpa Ajat Suderajat pada awal tahun 2026 lalu merupakan peristiwa yang cukup kelam dan menimbulkan keprihatinan mendalam. Pada tanggal 24 Januari 2026, saat Ajat sedang menjalankan aktivitas berjualan es gabus di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, ia mengaku mengalami perlakuan kekerasan fisik yang sangat traumatis dari oknum aparat. Pengalaman pahit tersebut ia ceritakan dengan nada pilu, “Saya (diperlakukan) kayak anjing. Kaki disuruh diangkat-angkat. Saya disabet, pakai selang air. Ada 10 orang yang menganiaya saya,” kenang Ajat pada Selasa, 27 Januari 2026. Pemicu dari tindakan represif ini adalah adanya laporan dari masyarakat yang mencurigai bahwa es gabus yang dijual oleh Ajat menggunakan bahan kimia berbahaya, yaitu Polyurethane Foam, yang lazim digunakan sebagai bahan baku spons kasur. Kejadian ini semakin memicu kemarahan publik ketika sebuah video yang memperlihatkan Ajat sedang dalam proses interogasi oleh aparat, dengan nada yang menekan, beredar luas di media sosial. Video tersebut menyoroti dugaan tindakan represif dan intimidatif yang dilakukan oleh oknum aparat, sehingga memicu gelombang kecaman dan tuntutan agar kasus ini diusut tuntas.

Perlakuan yang dialami Ajat ini kemudian memicu perhatian dari berbagai pihak, termasuk para pejabat kepolisian dan militer. Berdasarkan referensi tambahan, dalam kasus serupa di mana tuduhan tidak terbukti, para pejabat kepolisian dan militer kerap kali mengucapkan maaf secara publik dan bahkan memberikan kompensasi kepada para pedagang yang menjadi korban persekusi. Kompensasi tersebut seringkali berupa pemberian sepeda motor, sebagai bentuk permintaan maaf dan upaya untuk meringankan beban korban. Insiden yang menimpa Ajat ini juga sempat diberitakan oleh BBC, yang menyoroti dampak dari tindakan pidana terhadap pedagang kecil. Dalam konteks ini, pemberian sepeda motor oleh Kapolres Metro Depok kepada Ajat dapat dilihat sebagai bagian dari upaya rekonsiliasi dan pertanggungjawaban atas perlakuan yang tidak semestinya dialami oleh seorang pedagang.

Lebih lanjut, referensi tambahan dari MSN menguraikan pengakuan Ajat Suderajat (49) asal Bojonggede setelah mengalami intimidasi oleh oknum polisi dan TNI di Kemayoran. Dalam pengakuannya, ia menderita penganiayaan, dagangannya dihancurkan, dan akibat kejadian tersebut, ia mengalami trauma yang mendalam hingga memutuskan untuk berhenti berjualan. Situasi ini digambarkan sebagai momen pilu, di mana seorang pedagang es gabus atau es kue jadul kini harus menanggung beban psikologis dan kehilangan mata pencaharian akibat perlakuan represif yang tidak berdasar. Referensi lain dari sumber yang sama juga menyebutkan bahwa Ajat sempat trauma selama tiga hari setelah dituding menjual es kue berbahan gabus. Dalam video yang beredar, terlihat dua orang yang diduga oknum aparat TNI dan Polri menuduh es gabus yang dijual korban berbahan spons, yang berujung pada perusakan barang dagangan dan penganiayaan. Hal ini memperkuat gambaran mengenai betapa beratnya dampak yang dirasakan oleh Ajat.

Ilustrasi pedagang es gabus.
Ilustrasi pedagang es gabus.

Hasil Laboratorium: Tuduhan Terbukti Tidak Benar, Namun Integritas Dipertanyakan

Setelah melalui serangkaian proses investigasi dan drama panjang yang penuh tudingan miring, Tim Keamanan Pangan Dokpol Polda Metro Jaya akhirnya merilis hasil uji laboratorium yang sangat dinanti. Hasil pemeriksaan terhadap sampel es gabus, es kue, hingga meses yang dijual oleh Ajat Suderajat menunjukkan temuan yang mengejutkan sekaligus melegakan. Seluruh sampel tersebut dinyatakan aman dan layak untuk dikonsumsi oleh masyarakat. Hal ini secara tegas membuktikan bahwa tuduhan mengenai es yang dijual Ajat terbuat dari busa kasur atau spons kasur adalah tidak benar sama sekali. Kepastian ini seharusnya menjadi titik terang bagi Ajat untuk kembali menjalani hidupnya tanpa stigma negatif. Namun, ironisnya, perjalanan Ajat untuk mendapatkan keadilan dan pemulihan nama baik kini justru dibayangi oleh perilakunya sendiri yang dinilai oleh sebagian besar publik sebagai terlalu banyak menuntut dan kurang memiliki rasa syukur. Kasus Ajat Suderajat kini menjadi pengingat bagi kita semua, bahwa kebenaran materiil dalam sebuah kasus hukum, meskipun sangat penting, tidak serta merta menjamin simpati publik jika tidak dibarengi dengan integritas moral dan sikap yang pantas. Rasa syukur atas bantuan yang diterima, sekecil apapun itu, merupakan cerminan karakter yang tak kalah penting dalam menjaga hubungan baik dengan masyarakat dan membangun kembali kepercayaan diri pasca mengalami musibah.

Tags: Ajat Suderajatkontroversi Ajat Suderajatpedagang es gabuspenyalahgunaan wewenangpersepsi publik
ShareTweetPin
Eka Siregar

Eka Siregar

Related Posts

No Content Available
Next Post
Bos Sate Dirampok: Utang Piutang Jadi Motif Utama

Bos Sate Dirampok: Utang Piutang Jadi Motif Utama

Jadwal SIM Keliling Bali Sabtu: Lokasi Terbaru, Cek Sekarang!

Jadwal SIM Keliling Bali Sabtu: Lokasi Terbaru, Cek Sekarang!

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended Stories

Hoaks! Wali Kota Madiun Maidi Setor Rp800 Juta ke Jokowi

Hoaks! Wali Kota Madiun Maidi Setor Rp800 Juta ke Jokowi

January 25, 2026
Julian Johan Pecahkan Rekor Dakar 2026: Juara 5 Besar!

Julian Johan Pecahkan Rekor Dakar 2026: Juara 5 Besar!

January 20, 2026
Pedagang Sapi Mogok Jual? Ini Imbauan Terbaru!

Pedagang Sapi Mogok Jual? Ini Imbauan Terbaru!

January 25, 2026

Popular Stories

  • POCARI SWEAT Run 2026 siap digelar: Indonesia membiru lewat sport tourism

    POCARI SWEAT Run 2026 siap digelar: Indonesia membiru lewat sport tourism

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Longsor Cisarua: Lumpur Maut Mengubur Desa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 ABK WNI Jadi Korban Pembajakan Kapal Ikan di Somalia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sukses Berdayakan Desa, BNI Sabet Penghargaan Hari Desa Nasional 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Transjakarta Banjir: Ini Penjelasan Terbaru!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aksara Lokal

Rangkuman berita yang dikemas oleh penulis profesional dengan bantuan AI seperti yang dibicarakan oleh wapres

Recent Posts

  • Jambi-Jogja 31 Jan 2026: Bus Murah Rp675 Ribu!
  • Malut United vs Bhayangkara FC: Prediksi Skor, Lineup. Pede Kandang!
  • Jadwal Play-off Liga Champions 2025/26: Rematch Sengit Madrid vs Benfica

Categories

  • Agama Spiritual
  • Arkeologi
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Business
  • Cuaca
  • Culture
  • Economy
  • Edukasi Ketenagakerjaan
  • Energi
  • Health
  • Hiburan
  • Hukum
  • Isu Sosial
  • Kebakaran Industri
  • Kecelakaan Lalu Lintas
  • Kecelakaan Maritim
  • Kecelakaan Pesawat
  • Keluarga
  • Keruntuhan Struktur
  • Keselamatan Penerbangan
  • Kriminal
  • Kripto
  • Layanan Publik
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Mitigasi Bencana
  • News
  • Opinion
  • Paleontologi
  • Pangan dan Gizi
  • Pemulihan Bencana
  • Pencarian Orang Hilang
  • Pendidikan
  • Pertahanan Nasional
  • Politics
  • Resiliensi Masyarakat
  • Sains
  • Sports
  • Tech
  • Travel
  • World

© 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Business
    • Culture
    • Economy
    • Lifestyle
    • Travel
    • Opinion
    • Politics
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026