Aksara Lokal
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    Fokus Instan: 5 Jurus Ampuh Atasi Aktivitas Padat

    Fokus Instan: 5 Jurus Ampuh Atasi Aktivitas Padat

    Awdella angkat kisah toxic relationship di single terbarunya Aku Juga Manusia

    Awdella angkat kisah toxic relationship di single terbarunya Aku Juga Manusia

    Angel Karamoy Valentine Mewah, Kado Rolex Ratusan Juta

    Angel Karamoy Valentine Mewah, Kado Rolex Ratusan Juta

    Angel Karamoy: Kado Valentine Rolex Berlian Fantastis Ratusan Juta!

    Angel Karamoy: Kado Valentine Rolex Berlian Fantastis Ratusan Juta!

    30 Ucapan Valentine 2026 Paling Romantis: Bikin Doi Meleleh!

    30 Ucapan Valentine 2026 Paling Romantis: Bikin Doi Meleleh!

    Gen Z Aktif? Sepatu Nyaman Kunci Produktivitas Hingga Malam!

    Gen Z Aktif? Sepatu Nyaman Kunci Produktivitas Hingga Malam!

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
  • Home
  • World
  • Opinion
  • Economy
  • Business
  • Culture
  • Politics
  • Lifestyle
    Fokus Instan: 5 Jurus Ampuh Atasi Aktivitas Padat

    Fokus Instan: 5 Jurus Ampuh Atasi Aktivitas Padat

    Awdella angkat kisah toxic relationship di single terbarunya Aku Juga Manusia

    Awdella angkat kisah toxic relationship di single terbarunya Aku Juga Manusia

    Angel Karamoy Valentine Mewah, Kado Rolex Ratusan Juta

    Angel Karamoy Valentine Mewah, Kado Rolex Ratusan Juta

    Angel Karamoy: Kado Valentine Rolex Berlian Fantastis Ratusan Juta!

    Angel Karamoy: Kado Valentine Rolex Berlian Fantastis Ratusan Juta!

    30 Ucapan Valentine 2026 Paling Romantis: Bikin Doi Meleleh!

    30 Ucapan Valentine 2026 Paling Romantis: Bikin Doi Meleleh!

    Gen Z Aktif? Sepatu Nyaman Kunci Produktivitas Hingga Malam!

    Gen Z Aktif? Sepatu Nyaman Kunci Produktivitas Hingga Malam!

    Trending Tags

    • COVID-19
    • Donald Trump
    • Pandemic
    • Bill Gates
    • Corona Virus
  • Tech
No Result
View All Result
Aksara Lokal
No Result
View All Result
Home Isu Sosial

Prabowo Ganti Atap Seng Jadi Genting: Pakar Soroti Masalahnya

Huda Wijaya by Huda Wijaya
February 18, 2026
Reading Time: 5 mins read
0
Prabowo Ganti Atap Seng Jadi Genting: Pakar Soroti Masalahnya

#image_title

Sebuah gagasan ambisius yang dilontarkan Presiden terpilih Prabowo Subianto, program “Gentengisasi” Nasional, kini menjadi sorotan tajam di tengah masyarakat dan kalangan pakar. Inisiatif monumental ini, yang diumumkan pada 2 Februari lalu, bertujuan untuk mengganti atap seng pada jutaan rumah di Indonesia dengan genteng tanah liat, tidak hanya demi estetika lingkungan tetapi juga untuk menciptakan hunian yang lebih sejuk dan nyaman. Namun, di balik visi penataan kota yang rapi dan potensi ekonomi yang dijanjikan, muncul beragam pertanyaan mendalam mengenai kelayakan teknis, implikasi sosial-budaya, keberlanjutan, serta skema pendanaan yang transparan. Siapa yang akan diuntungkan? Bagaimana program ini akan diimplementasikan secara nasional tanpa menimbulkan risiko struktural atau potensi korupsi? Artikel ini akan mengupas tuntas setiap aspek dari “Gentengisasi,” menganalisis ekspektasi versus realita, serta menimbang berbagai pandangan ahli yang menyerukan kajian mendalam sebelum program ini melangkah lebih jauh.

RELATED POSTS

Gandhi Sehat Tarik Album Cita-citaku: Mengapa Masyarakat Kini Sensor Diri?

Tentara perempuan Israel dikejar-kejar sekelompok pria Yahudi ultra-Ortodoks, apa duduk perkaranya?

Jakarta Mager 93%: Rahasia Tersembunyi Terungkap!

  • ‘Ekspektasi versus realita’ – Apakah Bali telah menjadi korban kesuksesan pariwisata?
  • Adakah hunian terjangkau untuk masyarakat urban di tengah kota?
  • Dilema pembangunan di Mandalika – Haruskah pariwisata Lombok meniru Bali?

Mengurai Visi “Gentengisasi”: Estetika, Ekonomi, dan Pariwisata

Visi “Gentengisasi” yang diusung Presiden Prabowo Subianto bukan sekadar perubahan material atap, melainkan sebuah gerakan penataan lingkungan yang lebih luas dan strategis. Menurut pengamat, program ini erat kaitannya dengan upaya peningkatan estetika dan kerapihan lingkungan, terutama di kawasan yang memiliki potensi pariwisata. Trubus, seorang pakar yang menyoroti program ini, mengungkapkan bahwa jika “Gentengisasi” diterapkan secara nasional, akan terjadi pertumbuhan industri genteng yang signifikan, menciptakan produsen-produsen baru dan pada akhirnya menguntungkan korporasi besar yang memiliki kapasitas produksi memadai. Ini termasuk kemampuan untuk mendatangkan genting tanah liat dari sentra produksi utama seperti di Pulau Jawa menuju wilayah lain di Indonesia yang belum memiliki fasilitas produksi genteng sendiri, menyoroti kompleksitas logistik dan rantai pasok yang akan terbentuk.

Dalam pidatonya pada 2 Februari lalu, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa “Gentengisasi” merupakan bagian integral dari agenda penataan lingkungan yang lebih komprehensif. Agenda ini mencakup berbagai aspek seperti pengelolaan sampah yang lebih baik, penertiban papan reklame dan baliho yang sering kali mengganggu pemandangan kota, serta penataan kabel-kabel utilitas di kawasan perkotaan yang semrawut. Dengan demikian, atap genting tanah liat yang seragam diyakini dapat menciptakan lanskap visual yang harmonis dan estetik di suatu tempat, yang pada gilirannya berpotensi besar untuk menarik lebih banyak wisatawan. Trubus menambahkan, “Jika begitu, pihak yang diuntungkan adalah pelaku industri pariwisata,” mengindikasikan bahwa sektor pariwisata akan menjadi salah satu penerima manfaat utama dari program ini, sejalan dengan upaya pemerintah untuk memajukan destinasi wisata di seluruh Indonesia. Namun, kritikus seperti yang diungkapkan oleh Bay Ismoyo/AFP via Getty Images, mempertanyakan apakah fokus pada estetika ini mengabaikan aspek-aspek krusial lainnya.

Tantangan Implementasi dan Skema Pendanaan Komprehensif

Meskipun visi “Gentengisasi” telah diutarakan, pemerintah saat ini masih dalam tahap perumusan skema pendanaan dan aspek teknis pelaksanaannya. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa berbagai kementerian dan lembaga terkait tengah berkoordinasi untuk merancang kerangka kerja yang solid. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan gambaran awal bahwa program ini tidak akan membutuhkan anggaran yang sangat besar dan akan menyasar rumah-rumah yang saat ini menggunakan atap seng. Ini berarti, tidak semua rumah di Indonesia akan menjadi target program, melainkan hanya sekitar 31,48% atau sekitar 22.232.058 rumah yang menurut data Badan Pusat Statistik, masih beratap seng.

Purbaya mengestimasi bahwa anggaran yang dibutuhkan untuk program ini tidak akan melebihi Rp1 triliun. Sumber pendanaan potensial disebutkan berasal dari ruang cadangan fiskal, termasuk kemungkinan dari Mekanisme Belanja Gabungan (MBG) atau sumber lain yang akan diidentifikasi. Namun, pemerintah juga membuka opsi pendanaan yang lebih luas, tidak hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Prasetyo Hadi menegaskan bahwa ada kemungkinan untuk melibatkan pihak swasta, baik perorangan maupun korporasi, sehingga program ini tidak sepenuhnya bergantung pada keuangan negara. Pendekatan multi-sumber ini menunjukkan upaya untuk mendistribusikan beban finansial dan mendorong partisipasi berbagai pihak dalam mewujudkan “Gentengisasi.” Selain pendanaan, pemerintah juga sedang menyiapkan aspek teknis pelaksanaan, termasuk pengembangan teknologi produksi genting dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan di lapangan secara efisien dan cepat.

Risiko Teknis dan Kebutuhan Kajian Mendalam

Gagasan “Gentengisasi” telah memicu perdebatan sengit di kalangan pakar, terutama terkait potensi risiko teknis dan implikasi kebijakan publik. Para ahli, seperti yang dikutip dari berbagai sumber, menekankan bahwa program ini tidak bisa dipukul rata atau diterapkan secara massal tanpa kajian mendalam. Salah satu kritik utama datang dari pakar teknik yang mengingatkan bahwa penggantian atap seng dengan genteng tanah liat bukan sekadar mengganti penutup atap. “Atap yang tadinya seng diganti genteng nggak bisa karena struktur atapnya juga harus dibuat lebih kuat. Jadi tidak hanya mengganti penutupnya saja, tetapi rangka atapnya pun juga harus dipikirkan,” ucap seorang pakar. Genteng tanah liat memiliki bobot yang jauh lebih berat dibandingkan seng, sehingga memerlukan struktur rangka atap yang lebih kokoh untuk menopang beban tambahan tersebut. Mengabaikan aspek ini dapat berisiko tinggi bagi keselamatan dan integritas struktural rumah, terutama bagi bangunan-bangunan lama atau yang memiliki konstruksi lemah.

Lebih lanjut, respons ahli terhadap “Gentengisasi” Prabowo menyoroti tiga aspek penting yang perlu dikaji secara mendalam: teknis, sosial budaya, dan keberlanjutan. Secara teknis, selain masalah struktur, perlu dipertimbangkan juga jenis genteng yang sesuai dengan iklim dan kondisi geografis masing-masing daerah. Beberapa wilayah mungkin lebih cocok dengan material atap tertentu yang tahan gempa, angin kencang, atau panas ekstrem. Dari aspek sosial budaya, program ini harus mempertimbangkan preferensi dan kemampuan masyarakat. Tidak semua masyarakat mungkin siap atau mampu untuk melakukan renovasi besar-besaran, bahkan jika didukung oleh pemerintah. Ada pula potensi resistensi terhadap perubahan yang dianggap menghilangkan identitas lokal. Aspek keberlanjutan juga menjadi krusial, mencakup dampak lingkungan dari produksi genteng massal, ketersediaan bahan baku, serta manajemen limbah dari atap seng yang diganti. Meskipun Prabowo mengusulkan penggunaan genteng bisa membuat rumah terasa lebih sejuk, pakar mengingatkan bahwa efektivitas pendinginan juga bergantung pada desain rumah secara keseluruhan, ventilasi, dan material dinding, bukan hanya atap semata.

Mencegah Malpraktik: Kriteria Terukur dan Fokus Bertahap

Menanggapi berbagai kompleksitas dan potensi risiko, pengamat infrastruktur dan tata kota, Yayat Supriatna, menyarankan agar program “Gentengisasi” tidak bersifat massal terlebih dahulu. Yayat menekankan pentingnya pendekatan bertahap dan terukur. Jika tujuan utamanya adalah pariwisata, maka fokus awal harus diarahkan pada destinasi-destinasi pariwisata yang menjadi prioritas. “Jadi bisa dipetakan dahulu kawasan pariwisata yang menjadi prioritas, dengan target tertentu,” tambah Yayat. Pendekatan ini memungkinkan pemerintah untuk menguji coba program, mengevaluasi dampaknya, dan memperbaiki strategi sebelum diterapkan secara lebih luas.

Yang terpenting menurut Yayat adalah program ini harus melahirkan kriteria teknis dan non-teknis yang terukur dan transparan. Kriteria teknis harus mencakup standar kekuatan struktur atap, jenis material yang sesuai, dan metode pemasangan yang aman. Sementara itu, kriteria non-teknis bisa meliputi mekanisme seleksi penerima manfaat, proses pengadaan barang dan jasa, serta sistem pengawasan yang ketat. Tanpa kriteria yang jelas dan terukur, Yayat khawatir program ini berpotensi menjadi “bancakan untuk korupsi baru,” mengacu pada risiko penyalahgunaan anggaran dan praktik tidak etis dalam proyek-proyek besar pemerintah. Oleh karena itu, transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi publik menjadi kunci untuk memastikan bahwa “Gentengisasi” benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat dan lingkungan, tanpa menimbulkan masalah baru.

Wartawan di Padang, Sumatra Barat, Halbert Chaniago, berkontribusi dalam tulisan ini.

Tags: Atap Seng GentingDampak Program GentengKelayakan Teknis GentengisasiPakar Soroti ProgramPrabowo Gentengisasi
ShareTweetPin
Huda Wijaya

Huda Wijaya

Related Posts

Gandhi Sehat Tarik Album Cita-citaku: Mengapa Masyarakat Kini Sensor Diri?
Isu Sosial

Gandhi Sehat Tarik Album Cita-citaku: Mengapa Masyarakat Kini Sensor Diri?

February 28, 2026
Tentara perempuan Israel dikejar-kejar sekelompok pria Yahudi ultra-Ortodoks, apa duduk perkaranya?
Isu Sosial

Tentara perempuan Israel dikejar-kejar sekelompok pria Yahudi ultra-Ortodoks, apa duduk perkaranya?

February 28, 2026
Jakarta Mager 93%: Rahasia Tersembunyi Terungkap!
Isu Sosial

Jakarta Mager 93%: Rahasia Tersembunyi Terungkap!

February 28, 2026
Diteror, Ketua BEM UGM Minta Perlindungan LPSK
Isu Sosial

Diteror, Ketua BEM UGM Minta Perlindungan LPSK

February 27, 2026
Mencekam, Tentara Wanita Israel Nyaris Diamuk Massa Yahudi Haredi
Isu Sosial

Mencekam, Tentara Wanita Israel Nyaris Diamuk Massa Yahudi Haredi

February 27, 2026
Nanik Deyang: Warga Jatiluhur Bisa Manfaatkan Lahan Perhutani Secara Legal
Isu Sosial

Nanik Deyang: Warga Jatiluhur Bisa Manfaatkan Lahan Perhutani Secara Legal

February 27, 2026
Next Post
Kunci Kualitas MBG: Pengawas Gizi Wajib Cek Bahan Baku

Kunci Kualitas MBG: Pengawas Gizi Wajib Cek Bahan Baku

Menlu Retno: Agus Widjojo Sosok Intelektual di Balik Seragam TNI

Menlu Retno: Agus Widjojo Sosok Intelektual di Balik Seragam TNI

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended Stories

Prabowo Peringati HUT Gerindra: Momen Kertanegara Terungkap

Prabowo Peringati HUT Gerindra: Momen Kertanegara Terungkap

February 15, 2026
Link Resmi! Tonton Full Lamaran Syifa Hadju & El Rumi

Link Resmi! Tonton Full Lamaran Syifa Hadju & El Rumi

January 24, 2026
Lubang Hitam Raksasa Bangkit: Misteri 100 Juta Tahun Terungkap!

Lubang Hitam Raksasa Bangkit: Misteri 100 Juta Tahun Terungkap!

January 30, 2026

Popular Stories

  • Candaan Pandji Berujung Sanksi: Wajib Potong Babi di Toraja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Detik-detik Suami Anggota DPRD Jateng Ditembak OTK Terekam CCTV

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • AI Bertanggung Jawab: Kunci Masa Depan Teknologi Anda

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Damkar Kota Bogor Tambah Armada Baru, Respon Darurat Lebih Cepat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pelita Jaya 2026: Bank Jakarta Siap Dukung Penuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Aksara Lokal

Rangkuman berita yang dikemas oleh penulis profesional dengan bantuan AI seperti yang dibicarakan oleh wapres

Recent Posts

  • Persita Bungkam PSBS Biak: Foto Momen Kemenangan Epik
  • PDIP Kecam Rencana Pengiriman TNI ke Gaza
  • Bocah Gantung Diri: Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan Demak

Categories

  • Administrasi Pajak
  • Agama Spiritual
  • Arkeologi
  • Bea dan Cukai
  • Beasiswa Olahraga
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Bisnis
  • Bisnis Hewan Peliharaan
  • Budaya
  • Business
  • Cuaca
  • Culture
  • Economy
  • Edukasi Ketenagakerjaan
  • Energi
  • Etika Lingkungan
  • Game
  • Health
  • Hiburan
  • Horoskop
  • Hukum
  • Hukum Hiburan
  • Hukum Teknologi
  • Industri Hijau
  • Infrastruktur
  • Isu Sosial
  • Kebakaran Industri
  • Kecelakaan Lalu Lintas
  • Kecelakaan Maritim
  • Kecelakaan Pesawat
  • Kecelakaan Umum
  • Kedaulatan Digital
  • Keluarga
  • Kepatuhan Zakat
  • Keruntuhan Struktur
  • Keselamatan Penerbangan
  • Korupsi
  • Kriminal
  • Kripto
  • Lalu Lintas
  • Layanan Publik
  • Libur Nasional
  • Lifestyle
  • Lingkungan
  • Media dan Jurnalistik
  • Misi Perdamaian
  • Mitigasi Bencana
  • News
  • Opinion
  • Otomotif
  • Paleontologi
  • Pangan dan Gizi
  • Pasar Modal
  • Pemulihan Bencana
  • Pencarian Orang Hilang
  • Pendidikan
  • Pertahanan Nasional
  • Pertambangan
  • Pertanian
  • Politics
  • Promo Belanja
  • Resiliensi Masyarakat
  • Sains
  • Seni Rupa
  • Sports
  • Tech
  • Transformasi Hidup
  • Travel
  • World

© 2026

No Result
View All Result
  • Home
  • Subscription
  • Category
    • Business
    • Culture
    • Economy
    • Lifestyle
    • Travel
    • Opinion
    • Politics
    • Tech
    • World
  • Landing Page
  • Buy JNews
  • Support Forum
  • Pre-sale Question
  • Contact Us

© 2026