Di tengah suasana sakral bulan suci Ramadan yang penuh berkah, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melakukan kunjungan kenegaraan yang sarat akan makna simbolis dan strategis ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA). Pada Kamis (26/2/2026), momen bersejarah tercipta saat Presiden Prabowo memenuhi undangan buka puasa bersama dari Presiden UEA, Yang Mulia Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ), sebuah pertemuan yang tidak hanya sekadar menjalankan tradisi keagamaan namun juga menjadi penanda kuatnya ikatan persaudaraan antara kedua pemimpin dunia tersebut. Pertemuan tatap muka yang berlangsung hangat di area terbuka ini menjadi puncak dari rangkaian kunjungan kerja Presiden Prabowo dalam rangka memperingati 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Uni Emirat Arab, sekaligus menjadi ajang untuk mempertajam visi kerja sama strategis di berbagai sektor vital demi kesejahteraan rakyat di kedua negara tersebut.
Momen kebersamaan yang penuh kehangatan tersebut dibagikan secara luas oleh Presiden Prabowo melalui akun Instagram resminya pada Jumat (27/2/2026) dini hari. Dalam unggahan tersebut, terlihat suasana berbuka puasa yang jauh dari kesan kaku protokoler kenegaraan, melainkan lebih menonjolkan sisi humanis dan kekeluargaan. Presiden Prabowo dan Presiden MBZ tampak duduk bersama di sebuah area terbuka yang menyerupai halaman asri, dikelilingi oleh suasana malam Abu Dhabi yang tenang. “Alhamdulillah, di bulan suci Ramadan yang penuh berkah, saya berkesempatan berbuka puasa bersama Presiden Uni Emirat Arab, Yang Mulia Mohamed bin Zayed Al Nahyan,” tulis Presiden Prabowo dalam keterangan fotonya. Kehadiran enam pimpinan penting Persatuan Emirat Arab lainnya dalam acara tersebut semakin menegaskan betapa istimewanya kedudukan Indonesia di mata pemerintah UEA, menjadikan pertemuan ini sebagai platform “diplomasi meja makan” yang sangat efektif untuk mencairkan berbagai pembicaraan tingkat tinggi.
Lebih jauh lagi, Presiden Prabowo menegaskan bahwa silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan rutin antar-kepala negara, melainkan sebuah momentum krusial untuk memperdalam fondasi persahabatan yang telah terbangun selama puluhan tahun. Dalam pernyataannya, ia menggarisbawahi bahwa penguatan kerja sama strategis antara Indonesia dan UEA merupakan prioritas utama yang mencakup berbagai bidang, mulai dari investasi ekonomi, ketahanan energi, hingga pengembangan sumber daya manusia. Momentum ini juga bertepatan dengan perayaan emas 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara, yang menandakan kedewasaan hubungan bilateral yang saling menguntungkan. Bagi Presiden Prabowo, kedekatan personalnya dengan Presiden MBZ adalah aset diplomasi yang sangat berharga untuk memastikan bahwa setiap kesepakatan yang dibuat di tingkat elit dapat terimplementasi dengan baik hingga ke tingkat teknis, yang pada akhirnya akan membawa dampak nyata bagi kemakmuran masyarakat di tanah air maupun di Uni Emirat Arab.
Mengukuhkan Hubungan Bilateral di Tengah Suasana Ramadan yang Khidmat
Perjalanan diplomasi ini dimulai ketika Pesawat Kepresidenan Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden Prabowo beserta rombongan terbatas mendarat dengan mulus di Bandara Internasional Abu Dhabi pada Rabu (25/2/2026). Kedatangan orang nomor satu di Indonesia ini disambut dengan upacara penyambutan yang penuh kehormatan oleh jajaran pejabat tinggi Uni Emirat Arab. Di tangga pesawat, Presiden Prabowo disambut langsung oleh Menteri Energi dan Infrastruktur PEA, Suhail Al Mazrouei, yang merupakan tokoh kunci dalam hubungan ekonomi kedua negara. Turut mendampingi dalam prosesi penyambutan tersebut adalah Duta Besar Republik Indonesia untuk PEA, Judha Nugraha, Duta Besar PEA untuk RI, Abdulla Salem Obaid Salem AlDaheri, serta Atase Pertahanan KBRI Abu Dhabi, Brigjen Tony Aris Setiawan. Kehadiran para diplomat senior ini menunjukkan kesiapan kedua belah pihak dalam mengawal agenda-agenda strategis yang akan dibahas selama kunjungan berlangsung.
Setelah menyelesaikan prosesi penyambutan di bandara, Presiden Prabowo dan rombongan langsung bertolak menuju hotel tempatnya bermalam selama berada di Abu Dhabi. Namun, agenda Presiden tidak berhenti pada urusan formal kenegaraan saja. Setibanya di hotel, suasana formal berubah menjadi penuh haru dan semangat ketika puluhan mahasiswa dan diaspora Indonesia yang berdomisili di Uni Emirat Arab telah berkumpul untuk menyambut kehadiran pemimpin mereka. Kehadiran warga negara Indonesia di perantauan ini menjadi bukti nyata dari konsep “People-to-People Contact” yang selalu ditekankan dalam kebijakan luar negeri Indonesia. Presiden Prabowo, yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap kesejahteraan warga negara di luar negeri, menyempatkan diri untuk menyapa, menyalami, dan berdialog singkat dengan para diaspora yang telah menunggu dengan antusias sejak sore hari.
Antusiasme Diaspora dan Mahasiswa Indonesia di Abu Dhabi
Salah satu momen paling berkesan dalam penyambutan di hotel tersebut adalah ketika Presiden Prabowo berinteraksi dengan Naufal Ahmad Sofyan, seorang mahasiswa program sarjana (S1) di Muhammad bin Zayed University for Humanities. Naufal, yang juga mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Umum Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Uni Emirat Arab, mengungkapkan rasa bangga dan harunya dapat bertemu langsung dengan Presiden di negeri orang. Menurut Naufal, keramahan yang ditunjukkan oleh Presiden Prabowo memberikan kesan mendalam bagi para pelajar Indonesia di UAE. “Kesan dalam menyambut Pak Prabowo adalah sangat senang sekali dan bahagia. Kebetulan kita bisa menjabat tangan beliau dan sangat mengesankan bagi kami. Terutama Bapak Presiden Prabowo, Bapak Presiden yang terhebat,” ujar Naufal dengan nada penuh semangat.
Interaksi antara Presiden dan para mahasiswa ini bukan sekadar basa-basi protokol, melainkan simbol dukungan pemerintah terhadap generasi muda Indonesia yang sedang menuntut ilmu di kancah internasional. Keberadaan mahasiswa Indonesia di universitas-universitas ternama di UEA, seperti Muhammad bin Zayed University for Humanities, merupakan salah satu buah dari kerja sama pendidikan yang erat antara kedua negara. Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan selalu menekankan bahwa para pelajar di luar negeri adalah duta bangsa yang akan membawa pulang ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membangun Indonesia Maju. Sambutan hangat yang diberikan Presiden di tengah jadwalnya yang padat memberikan motivasi tambahan bagi para mahasiswa untuk terus berprestasi dan menjaga nama baik bangsa di mata dunia internasional.
Secara keseluruhan, kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Uni Emirat Arab kali ini berhasil memadukan antara kepentingan strategis nasional dengan pendekatan personal yang menyentuh hati. Melalui momen buka puasa bersama Presiden MBZ, Indonesia kembali menegaskan posisinya sebagai mitra strategis utama UEA di kawasan Asia Tenggara. Di sisi lain, kedekatan dengan diaspora menunjukkan bahwa kepemimpinan Presiden Prabowo senantiasa mengakar pada rakyatnya, di mana pun mereka berada. Dengan terjalinnya komitmen yang semakin kuat di usia hubungan diplomatik yang ke-50 ini, diharapkan kerja sama Indonesia dan UEA akan terus berkembang pesat, mencakup sektor-sektor baru seperti teknologi hijau, kecerdasan buatan, dan ketahanan pangan, yang semuanya bermuara pada peningkatan kesejahteraan bagi kedua bangsa yang bersahabat ini.

















